Terpaksa Menikah Karena Jebakan

Terpaksa Menikah Karena Jebakan
Amarah jack


__ADS_3

Stela tak langsung pulang ke rumah, tetapi bertandang ke kantor mahendra. Stela bertanya pada sekertaris pspa mertuanya tentang keberadaan nya dan juga kesibukan nya. Mendengar mahendra tak sedang menerima tamu juga tak ada jadwal meeting, stela memberanikan diri masuk ke ruangan mahendra.


"Pa..., sibuk?"


"Stela...? Tidak, nak. Masuklah!"


Stela tersenyum melihat kehangatan yanga diberikan mahendra selaku papa mertusnya pada sang menantu.


"Duduklah! Kau menginginkan sesuatu? Papa skan menyuruh rani membuatkan nya untukmu."


"Tidak, pa. Terima kasih. Stela sedikit terburu- buru."


" Buru- buru? Apa kau sedang ada masalah dengan suamimu?"


"Tidak, pa. Justru itu yang ingin stel tanyakan pada papa."


Ucap stela sedikit cemas dan juga gelisah.


"Maksudnya?"


"Apa papa punya masalah dengan jack?"


"Tidak. Memangnya kenapa? Apa jack menyakitimu?"


Mahendra mulai khawatir dengan raut wajah stela yang sedikit tegang.


"Tidak, pa. Hanya..., sikap jack sedikit berbeda setelah hari dimana papa menyuruh kami datang ke rumah."


Deg...


Detak jantung mahendra sersa berpacu lebih cepat, tak pernah membayangkan kalau ancaman bram akan berujung pada rumah tangga jack dan stela. Mahendra menatap nanar gadis yang telah menjadi menantunya tersebut merasa iba bahkan khawatir jika terjadi sesuatu dengan nya.


"Bahkan jack juga tidak masuk ke kantor setelah hari itu. Meskipun jack pamit ke kantor, nyatanya dia tidak datang ke kantor."


Stela tertunduk lemas menceritakan susminya pada paoa mertuanya.


"Kau juga mengetahuinya?"


"Apa papa tahu hal itu?"


Stela menatap nanar pada mahendra yang bertanya demikian.


"Ya..., tadi pagi papa sempat bertandang ke kantor suami mu. Tapi papa tidak menemukan nya, papa juga bertanya kondisi perusahaan pada sekertaris jack yang mengatakan baik- baik saja."


"Makanya..., papa sengaja datang ke rumah pagi tadi. Khawatir terjadi sesuatu pada suami mu."


Stela tertunduk kembali tak menyangka mendapat mertua sebaik mahendra yang mengkhawatirkan keadaan putranya meskipun telah menikah.


"Tapi ternyata jack tidak ada."


Jawab stela.


"Stela merasa di bohongi, pa."


"Nak..., jangan berburuk sangka! Mungkin ada sesuatu yang mengganggu pikiran suami mu. Atau bahkan tengah menghadapi masalah yang lain selain urusan kantor. Biarkan dia sendiri untuk sementara waktu dan melakukan hal yang di inginkan nya!"


Ucap mahendra menepuk tangan stela.


" Papa yakin jack ajan kembali seperti semula."


"Pa..., stela takut. Kalau jack punya yang lain diluar sana."


"Tidak, papa yakin tidak. Jack bukan orang seperti itu."


Sempat menitikkan airmata membuat mahendra sedikit khawatir dengan menantunya.

__ADS_1


"Baiklah, pa. Stela harus pulang. Kasihan safa dirumah bersama ibu, dia harus segera menyusu."


"Baiklah. Papa akan menyuruh sopir mengantarmu."


"Tapi..., pa."


" Tidak, papa khawatir dengan mu jika kau pulang sendiri."


"Baiklah, kalsu begitu steka pamit ya pa."


" Iya nak. Hati- hati dijalan! Beritahu papa jika terjadi sesuatu!"


"Baik, pa."


Stela pamit dari kantor mahendra setelah menceritakan sikap jack yang berbeda pada mahendra atau bisa di bilang mencari titik permasalahan kenapa jack berubah. Mahendra tentu saja tak membiarkan menantunya pulang sendiri setelah mengetahui kekacauan yang terjadi di rumah tangga mereka.


"Hah..., mudah- mudahan tidak terjadi sesuatu dengan mereka."


Gumam mahendra.


"Kemana sebenarnya jack pergi menyendiri? Kenapa pikiran nya begitu kolot padahal ia seorang sarjana?"


"Apa yang telah dikatakan bram padanya?"


"Kasihan sekali hidupmu nak."


Mahendra menghela nafas panjang setelah menantunya menimggalkan ruangan nya dan juga mendengar apa yang terjadi sebenarnya.


Ceklek...


Stela sampai di apartemen tempat tinggalnya dengan wajah lesu dan juga lelah. Entah mengapa hidupnya jadi tak bersemangat setelah mengetahui kebohongan jack padanya.


"Nduk..., sudah pulang?"


Jawab stela tanpa melihat ke arah ibunya.


"Kalau begitu ibu pulang dulu."


"Kenapa buru- buru, bu? Kenapa tidak menginap saja? Stela capek sekali seperti tak bertenaga."


Ucap stela.


"Capek...? Darimana?"


Stela menoleh ke arah sumber suara dan juga sedikit terkejut. Saat akan membuka suara, stela menatap ke arah ibunya yang terlihat sangat khawatir dengan nya.


"Tidak..., ayah mu pasti mencari ibu. Jack ivu pulang dulu."


"Iya, bu. Hati- hati di jalan!"


"Iya, kalian hati- hati ya nak!"


"Iya, bu."


Stela mengantar ibunya hingga ke depan pintu depan.


"Stel..., telepon ibu kalau ada apa- apa!"


"Ya, bu."


Meskipun sebenarnya srela masih menginginkan ibunya ada disana, namun stela tak dapat memaksa tinggal atau pun menginap karena raut wajah jack yang terlihat marah.


"Darima hingga kau kecapekan? Juga menyuruh ibu datang menjaga safa."


"Menjenguk istri bryan, ane."

__ADS_1


Jawab steka terkesan cuek.


"Bukan kah aku sudah mengatakan untuk tidak pergi kesana?"


"Dengan alasan apa? Aku tak punya masalah dengan bryan dan istrinya, terlebih papa dan mama."


"Jangan sebut orang tua itu lagi!"


"Kenapa? Kau merasa kesal dengan mereka? Atau kau punya masalah dengan mama dan papa? Untuk apa melibatkan ku jika memang itu benar?"


Setelahnya stela menghindari jack untuk meredam kemarahan nya.


"Aku sudah bilang tidak boleh, ya tidak boleh! Tak ada kata bantahan lagi! Atau kau akan tahu akibatnya."


Melihat sang istri menghindarinya jack tersulut api amarah yang sangat dalam hingga mengatakan kata yang tidak pantas.


"Kau mengancamku? Baiklah, lakukan apa yang ingin kau lakukan! Aku tidak peduli."


Ucap stela tak kalah garang nya bahksn mengambil safa dari gendongan jack.


Derrr....


Stela menutup pintu sangat keras hingga membuat safa sedikit kaget. Bahlan jack tak menyangka istrinya berani melawan nya.


"Kau sudah berani melawan ku, apa keluarga itu mempengaruhi mu untuk menentangku? Aku sudah katakan untuk tidak bertemu dengan mereka!"


Stela yang semula ingin menangis memeluk putrinya tercengang dengan perkatakan jack yang sangat menusuk hatinya. Jack tidak sadar kalau ia mengetahui kebohongan nya.


Namun stela tidak mau melayan semua gubrisan jack yang tidak masuk akal me.ilih membaringkan safa di box rempat tidurnya.


"Aku tak ingin kau bertemu mereka lagi."


"Atas dasar apa kau melarangku?"


"Karena aku suami mu, jadi ksu wajib mematuhi srmua perintahku."


Stela tercengang dengan sikap jack yang berbeda bahkan dengan keras mengoncang- nggoncangkan kefua bahunya.


"Kau bukan suami ku yang ku kenal selama ini."


Ucap stela dengan nata yang masih tercengang menatap jack hingga tak mengedipkan mata.


"Iya..., semua jarena keluarga itu. Jadi..., mulai sekarang aku tidak ingin kau menemui mereka! Paham!!"


"Dalam beberapa hari kita akan pindah dari sini."


Ucap jack sebelum meninggalkan stela yang masih tak percaya dengan segala bentuk perubahan nya.


"Hah..., kenapa kau berubah seperti ini? Apa salah papa dan mama hinggakau membemci mereka?"


Gumam stela.


"Aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku harus bagaimana?"


"Tidak, stela. Kau harus tenang dan juga sabar."


"Mungkin jack hanya sedang banyak masalah."


"Tapi kenapa dia semarah itu?


Stela masih bergelayut manja dalam pikirannya. Juga karena perubahan sikap jack yang berbeda.


Bersambung😊🙏

__ADS_1


__ADS_2