TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
10


__ADS_3

begitu melihat ponselnya Rani langsung mengambilnya dan kemudian mengambil kartu nama yang di berikan Brayen padanya tadi


setelah mengetik no ponsel Brayen,Rani langsung menelpon Brayen


sedangkan Brayen yang baru tiba di apartemennya kegirangan saat ada no baru meneleponnya dia yakin itu pasti si pujan hati


Brayen langsung mengakat telepon tersebut


benar saja telepon tersebut dari Rani setelah mengobrol sesat merekapun mengahiri panggilan telepon masing-masing


Brayen memeluk ponselnya dengan erat sungguh dia tak pernah sebahagia ini sebelumnya


sedang Rani wajahnya penuh kebahagiaan dia bahkan melompat kegirangan saat setelah telepon tertutup


sementara di belahan bumi lain need yang sedang sibuk tapi masih sempat menelepon pengawal menyangkan tentang Rani


pengawal tersebut menjelaskan tentang pria yang bernama Rey seorang arsitek


membuat need Tersenyum karena berpikir bawa itu bukan Brayen dia akan melihat bagaman wajah Brayen saat tau calon istrinya dekat dengan pria lain,need tertawa jahat karena akan menang dari Brayen


"itu bayaran atas kekesalanku dulu saat kau tak memberikan ****** ***** untuk ku," ucap need dengan tersenyum bahagia seperti orang gila karena berhasil menjuhkan putri bungsunya dari Brayen


need berencana akan mendukung putrinya untuk dekat dengan Rey Seorang arsitek sehingga Brayen akan kebakaran jenggot kalau dia punya jenggot

__ADS_1


sementara itu di kediaman Rika tampak papa Rika yang bernama rustam sudah pulang


papa sudah pulang ucap sang mama dengan senyuman yang mengembang mengambil tas dan jas sang suami


"iya tadi ada miting jadi agak terlambat ," ucap pak rustam


"papa pasti belum makan,ayo kita makan cobain makan pembantu baru kita ," ucap mama Rika


mereka langsung ke meja makan


"wah banyak sekali hidangannya,mama sedang bahagian," tanyak pak rustam


"aku hanya mencoba keahlian pembantu baru kita pah," ucap mama Rika


"pah ada yang mau mama bicarakan tentang Lusi," ucap mama Rika


"ada apa mah cepat katakan," ucap pak rustam


" Lusi kabur dengan seorang pria,bahkan Lusi membawa semua pakennya," ucap mama Rika dengan wajah sendu


"tu anak gak ada rasa terimakasihnya pake acara kabur segala lagi ," ucap pak rustam


"mama bahkan tidak sengaja menemukan ini di dalam kamarnya,munkin terjatuh saat kabur," ucap mama Rika sambil memperlihatkan foto edit wajah Lusi dan seorang pria saling berpelukan

__ADS_1


"tapi bagaimana bisa dia pergi,kenapa mama tidak tahan dia," tanyak pak rustam


"kan kalau dia pergi ada untungnya juga buat kita,kita tak perlu menampungnya," ucap mama Rika


"bukan begitu mama masalahnya papa sudah menjual Lusi pada rekan kerja papa untuk memuluskan kerja sama kami ," ucap pak.rustam


"kok papa baru bilang sekarang,terus Gimana doang ," tanyak mama Rika


"aku akan menyuruh orang untuk mencarinya,kita harus menemukannya secepatnya," ucap pak rustam


"besok mama akan ke sekolahnya untuk mencarinya ," ucap mama Rika


"tapi anak-anak sekarang kan sedang libur ," ucap pak rustam karena kemarin penerimaan laporan.


"iya mama sampai lupa,papa jangan khawatir dia tak akan jauh,pasti dia masih berada di dalam kota ini ," ucap mama Rika yakin


"apa mam kenal dengan pria ini atau mama pernah melihatnya ," tanyak pak rustam


"ibu juga tidak tau tentang Lusi dan siapa yang menjadi temanya soalnya dia sangat tertutup ," ucap mama Rika


pak rustam langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang setelah berbicara beberapa menit dia lalu menutupnya.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2