
"Kenapa kamarnya sejelek ini mana banyak kecoak, gak ada kamar mandi dalam, ranjangnya kecil lagi." ucap Rika
"Sudah yang penting kita bisa istirahat sambil mencari keberadaan anak sialan itu." ucap mama Rika
Rika mendesah frustasi melihat kamar sempit dan kumuh
Para anak gadis yang ga ada akhlak sedang bersantai sambil menikmati libur mereka setelah mama mereka di culik ayah mereka masing-masing
Sedangkan di rumah utama Brian dan dan Lusi, yang keluar kamar merasa bingung karena rumah yang sangat sepi
Brian langsung menelepon asistennya Galang tapi tampaknya Galang sedang pergi menjadi penguntit para gadis yang memakai bikini, membuat ponselnya berada di mode terdiam
Sama halnya dengan Brayen yang baru keluar kamar, tapi Brian lebih terkejut lagi karena saudara kembaranya keluar bersama Rani anak paman need, membuatnya terdiam seribu bahasa, bagaimana bisa di setan kuadrat satu berhasil mengambil anak paman Need
Sedangkan Brayen Tersenyum sambil mengedipkan matanya, melihat adiknya tampak sangat terkejut
__ADS_1
"Aku akan menjelaskannya nanati." ucap Brayen, membuat Brian mengguk setuju
Brayen yang menelepon asistennya Deni merasa heran, karena telepon darinya tak di angkat, sedangkan Deni yang sedang mengikuti jejak seniornya menjadi penguntit, nampak hidungnya sudah mengeluarkan darah, setelah mengutip Rose yang memakai bikini, Galang menoleh melihat Deni sangat terkejut
"Hidungmu berdarah...!!!." ucap Galang panik
Deni hanya cengengesan sambil me lap mengunakan tangannya
"Apa kau menelepon Deni." tanya Brian
"Sama Galang juga tak mengangkatnya, sebaiknya telepon Briana, pasti ke dua orang itu tak jauh dari gadis incaran mereka." ucap Brian
Brayen langsung menelepon Briana, setelah mengetahui lokasi mereka, Brayen dan Brian bersama istri Mereka, akan ke sana sekalian berbulan madu, dan agar istri mereka aman saat di tingalakan dengan adik Mereke Briana
Setelah satu jam perjalanan, Brayen dan Brian tiba di villa pribadi keluarga, tampak Briana dan yang lain sedang bersenang-senang, Rani langsung melangkah menuju ke arah sodaranya Rena, sedangkan Lusi tampak terdiam, dia hanya mengenal Briana itupun hanya beberapa kali bertemu, Rani yang berjalan teringat sesuatu langsung berbalik dan mengandeng tangan Lusi
__ADS_1
Brayen dan Brian Tersenyum melihat istri mereka masing-masing, mereka langsung memasukan barang-barang mereka ke dalam agar segera dapat menyusul istri mereka masing-masing
Briana tersenyum menyambut ke dua kakak iparnya, dengan senyuman yang terukir indah di wajahnya
"Wah aku pikir kakakku akan mengurug kalian di dalam kamar selama seminggu." ucap Briana, membuat kedua pengantin terbaru merona mendengarnya
Sementara itu Galang dan Deni yang melihat tuan mereka masing-masing sudah berada di tempat tersebut, terlihat panik, apalagi setelah memeriksa ponsel mereka ada panggilan telepon masuk sampai tiga panggilan, melihat hal tersebut membuat ke dua asisten tersebut saling memandang dan mengeleng kuat
Belum juga satu menit setelah melihat ponsel mereka sudah ada empat pengawal bayang yang menangkap mereka berdua dan di masukan dalam mobil
Brian dan Brayen yang merasa istrinya sudah aman, mendekati istri mereka, nampak para jomblowati terus mengagu pengantin baru tersebut, mereka meminta ijin pada istrinya akan ke perusahan sebentar
Brian dan Brayen bergegas mengunakan mobilnya meluncur ke sebuah tempat pendaratan helikopter mereka berdua bergegas naik menuju markas klan pelindung
Brayen dan Brian yang baru tiba di sambut beberapa pengawal, tanpa banyak bicara Brian dan Brayen langsung menuju tempat di mana anak buahnya menahan seorang pria.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya