
Brian bersama yang lain langsung ke tempat lain untuk memancing mereka tidak mau berurusan dengan Rose karena mereka tahu bagaimana rose di saat sedang marah
"Untung saja istri kita tidak ada di tempat itu." ucap Galang sambil mengelus dadanya
"Sebaiknya kau diam Apa kau tak tahu gara-gara menjawab kata-katamu Deni harus mendapatkan hukuman dari istrinya." ucap Brian
"Aku kan hanya mengeluarkan pertanyaan Kenapa juga dia menjawab dengan mengatakan hal yang jelek tentang para wanita tersebut sudah tau mereka itu mudah tersinggung dan kalau sudah lapar seperti binatang buas." ucap Galang
Yema yang tak sengaja melewati tempat mereka menghentikan langkahnya setelah mendengar perkatan Galang
"apa kau bilang kami seperti binatang buas." ucap Yema
Galang spontan menoleh mode galak Yema on membuat Galang kaku di tempat dan seperti biasa para sahabatnya akan menghilang seperti jalangkung
Brayen, Brian dan Reva yang sudah kabur ke tempat tempat lain langsung mengelus dada mereka masing-masing "dasar akhirnya Galang kenak batunya dia terlalu banyak bicara
" ucap Brian
__ADS_1
"Sebaiknya kita hanya fokus untuk memancing Tidak perlu berbicara lagi apa lagi tentang istri kita masing-masing itu bisa membuat kita dalam masalah." ucap Brayen semua kompak mengaguk
Tak ada lagi pembicaraan antara ketiga pria tersebut mereka fokus dengan memancing
Dua jam berlalu kini mereka sudah mendapatkan hasil pancingan mereka masing-masing
Ketiga pria tersebut langsung membawa hasil pancingan Merkea ke dapur
Sedangkan di kamar dini tampak Ros sedang menghukum Deni, "sekarang kau harus membuat seratus surat cinta untuk istrimu dan permintaan maaf tapi ingat kau harus menuliskannya di kertas ucap rose menghukum Deni
"Sayang apa tidak bisa saya mengetik saja di komputer dan mengirimkannya lewat email ucap Deni berusaha bernegosiasi
"Sayang tulisnya pakai pensil, pulpen atau pakai spidol sayang tanya Deni
"Pakai lipstik." ucap kesal Rose lalu berlalu ke kamar mandi dia ingin berendam karena kesal pada suaminya
Deni Dengan polosnya mengambil lipstik milik istrinya dan mulai menulis kata-kata untuk istri tercintanya
__ADS_1
Rose Langsung berendam meredam kekesalannya pada suaminya bisa-bisanya dia masih bertanya menulis mengunakan apa jelas-jelas kalau buku pasti pulpen
Sedangkan di sebuah kamar tepatnya di kamar Galang dan Yema, Galang sedang merayu istrnya berkat buku yang di wariskan oleh ayah mertuanya membuat Galang bisa menjadi pujangga kelas dunia
"Sayang kau tau kan maksudnya adalah kau adalah binatang buas yang mampu membuatku selalu puasa ." ucap Galang dasar Galang yang sudah terkoneksi oleh ayah David
"Tapi kau mengatakan bahwa kami binatang buas apa kau marah saat ku menyuruh mu." ucap Yema dengan mata memerah menahan tangisannya
"Maksudnya adalah kalian buas saat di atas ranjang membuat kami tak dapat berpaling ke wanita manapun ." ucap Galang merayu dengan mulut manisnya
Benarkah bukananya kau mengatakan Kami seperti hewan buas karena sering marah-marah ." ucap Yema
Kau memang binatang buas pemarah yang biasa membuat ku jatuh cinta dengan ke buasan mu." ucap Galang
Wajah Yema semakin merona mendengar perkataan Galang padanya dia tak menyangka suaminya sangat romantis
"Kau tau sayang aku sangat menikmati kebuasan mu dia saat kita membuat si gama." ucap Galang sambil terkekeh, Yema Langsung memukul Galang.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya