TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
183


__ADS_3

Di sebuah rumah tampak seorang pria telah sadarkan diri Need mengerjab matanya berkali-kali dan melihat sekelilingnya kepalanya masih terasa sakit


Need bangkit lalu teringat apa yang terjadi, need Langsung mencari istrianya


Tapi nihil istrinya tampaka nya sedang keluar, " bibi tolong buatkan jus jeruk." ucap Need kalau kembali duduk di sofa, lalu mengeluarkan ponselnya


Di sebuah rumah sakit tampak dua orang wanita sedang berada di ruangan dokter kandungan


"Jadi dok bagaman, apa menanti saya benar-benar hamil." tanya nenek Elisa


Dokter tersebut Tersenyum, " selamat nyonya menantu anda sekarang sedang mengandung." ucap dokter tersebut


Nenek Elisa kegirangan, dok menantu saya kan sudah tidak muda lagi apa yang harus kami lakukan agar resiko pasca melahirkan bisa kita minimalisir." ucap nenek Elisa


"Selalu berpikiran positif dan jangan buat ibu hamil tertekan, pola makan yang teratur saya kira dokter Eni paham apa yang harus di lakukan." ucap dokter tersebut, nenek Elisa hanya mengangguk sedangkan Eni masih tersenyum di liputi kebahagiaan

__ADS_1


Nenek Elsa dan mama Eni Langsung kembali ke kediamannya, ponsel Eni berbunyi, Eni Langsung mengakat ponselnya tapi saat Eni mengakatnya telepon tersebut langsung terputus


Sedangkan Need yang tadi hendak menelepon istrianya mengurungkan niatnya


Terdengar suara mobil milik istrinya need bangkit dan Langsung melangkah keluar di lihatnya Eni dan mamanya keluar dari mobil


Need berbalik dan Langsung pergi ke kamarnya menunggu Eni di dalam kamar


Di kediaman David tepatnya di kebun belakang tampak ke empat pria sedang dengan lahap memakan mangga muda dengan hati bahagia setelah makan mereka langsung bergegas pulang, Deni membuang napas kasar yang paling jauh adalah rumahnya walaupun hanya beberapa blok saja


Pulang ke rumah Lusi tampak menurutkan alisnya melihat penampilan Brian yang acak-acakan, karena sangat menikmati mangga muda tadi Brian tadi meletakan jas sembarang dan menggulung serta melonggarkan kerah baju kemejanya


"Baru dari rumah mama tadi Brayen dan yang lain ngajak makan mangga muda." ucap Brian, Lusi mengaguk mengerti


"Sayang aku Pengen makan cah kangkung dan ayam bakar Madura." ucap Lusi

__ADS_1


"Mau makan di mana sayang." tanya Brian, berpikir Lusi mau keluar untuk makan


Aku mau kau yang bikin sayang tapi kakak dandan seperti penjual orang Madura." ucap Lusi dengan senyuman manis dan wajah memohon


Mau tidak mau Brian terpaksa menyetujui permintaan istrinya, Brian menyuruh kepala pelayan untuk menyuruh para pelayan menjauhi dapur selam dia dan istrinya di dapur


Sedangkan di kediaman Brayen tampak Rani ngambek karena Brayen pergi makan mangga muda sendiri


"Sayang bagaman kalau kita ke rumah ayah untuk mengambil buah mangga lagi ." ucap Brayen


"Terlambat, aku sudah tak ingin makan mangga muda lagi." ucap Rani terus menatap barayrn dengan tatapan kesal


Brayen mengaruk kepalanya yang tidak gatal, "sayang bagaman kalau kita makan eskrim aku kemarin membeli eskrim berbagai rasa atau kau mau rasa yang lain." tanya Brayen


Rani mendengar kata eskrim berbinar mungkin karena di buat dengan mengunakan eskrim oleh Eni dan Need membuat Rani sangat menyukai eskrim

__ADS_1


"Benarkah, ayo kita ke kamar eskrim nya ada di dalam kamar." ucap Brayen langsun mengendong sang istri ke kamar mereka


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2