
Nenek Anita dan kakek Andrew akhirnya tiba dengan selamat di bandara pribadi miliki kakek ayah david yang berada tepat di belakang rumah miliki kakek David yang saat ini di tempati oleh nenek Anita dan kakek Andrew
Para pelayan langsung meyambut dengan gembira kepulangan nyonya dan tuan mereka
Briana yang juga baru turun dari mobil barunya langsung masuk ke dalam dia sudah tak sabar bertemu kakek dan neneknya
"Kakek, nenek aku merindukanmu." ucap Briana sambil memeluk keduanya
Nenek Anita dan kakek Andrew, langsung memeluk erat cucu perempuan satu-satunya, yang sangat di sayang oleh almarhum ayahnya karena wajah Briana mirip ibunya
"Sebaiknya nenek dan kakek beristirahat, agar bisa bertemu cucu menantu dengan baik, dan sehat." ucap Briana mengiringi ke dua kakak dan neneknya menuju kamar Mereka
Nenek Anita dan kakek Andrew memang sedikit lelah apalagi perjalanan cukup menekan waktu, setelah mengantar kakek dan neneknya sampai ke kamar, Briana kemudian masuk ke ruang kerja kakeknya yang sekarang menjadi milikinya, tak berselang lama asisten kepercayaannya bernama Sofi datang dan langsung masuk untuk bertemu Briana
__ADS_1
"Oh Sofi akhirnya aku melihat mukamu lagi, tapi ada apa dengan wajahmu sepertinya kau mencemaskan sesuatu." tanyak Briana
"Aku sedang mencari adik perempuan ku, yang kemarin ijin untuk makan malam bersama pacarannya, tapi sampai saat ini, aku tak mendapatkan kabar apapun darinya, bahkan ponsel sudah tak aktif." ucapan Sofi membuat Briana menautkan ke dua alisnya
"Kenapa tak mengatakan padaku sejak kemarin." tanyak Briana
"Maaf nona aku tak ingin merepotkan nona apaalgi, aku belum tau apa yang terjadi." ucap Sofi tertunduk
"Baikalah katakan padaku berapa no ponsel adikmu biar aku melacaknya." ucap Briana
"Bagaiman nona apa lokasi adikku sudah di temukan." tanyak Sofi
Briana langsung menelepon seseorang, tampak wajahnya sedikit cemas,setelah menelepon Briana menuntup ponselnya dan melihat ke arah Sofi
__ADS_1
"Sebaiknya kau pulang lah terlebih dahulu untuk beristirahat, besok setelah acara pernikahan kakak ku Brian kita akan pergi menemui adikmu." ucapan Briana membuat jantung Sofi berdetak kencang
Mau tidak mau Sofi memberi hormat pada nona mudanya, dan langsung keluar walaupun ada tanda tanyak besar di dalam hatinya, tentang apa yang terjadi pada adik perempuan satu-satunya
Setelah kepergian Sofi, ponsel Briana berbunyi, setelah menerima telepon tersebut, tampak wajah Briana sedikit tenang, Briana langsung memerintahkan untuk mengahancurkan tempat tersebut dan membawa pria yang bertanggungjawab ke hadapannya
Sementara di sebuah markas di mana, tempat tersebut adalah tempat penjualan perempuan dan anak-anak, tampak hancur tak berbentuk setelah beberapa orang pria datang untuk menangkap salah seorang pria yang merupakan pemilik tempat tersebut
Setelah menangkap pria tersebut, mereka langsung membawa pria tersebut, ke sebuah markas di tengah hutan belantara, tapi di tengah hutan tersebut, terdapat sebuah bangunan kokoh, yang merupakan markas besar sebuah klan yang di kenal dengan nama pembela yang merupakan klan yang cukup di kenal di dunia
Brian yang mendapatkan kabar bahwa orang suruhan sudah menangkap pria yang dia inginkan langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat
Sementara di markas, besar tersebut tampak seorang pria yang sudah terikat dengan luka di beberapa bagian wajah dan tubuhnya, membuatnya terlihat mengerikan jika di lihat
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya