TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
4


__ADS_3

"Kau bisa membalas kebaikan ku dengan menyerahkan dirimu padaku," sontak ucapan Brian membuat gadis tersebut langsung ketakutan dan memegang bajunya lalu mundur


"Tuan aku bisa memberikan apapun tapi jangan diriku,"ucapa gadis tersebut


"Tapi aku menginginkannya," ucapan Brian sontak membuat gadis tersebut langsung menangis histeris membuat Brian kelabakan


"Aku hanya bercanda maksudnya kau akan tinggal dan bekerja untuk ku di sini apa kau mau," Tanya Brian


Membuat gadis tersebut langsung terdiam dan tersenyum sambil mengangguk


"Katakan padaku siapa namamu," tanyak Brian


"Aku Lusiana di panggil Lusi," ucap Lusi


"Apa kau masih bersekolah,berapa usiamu,? tanyak Brian


"Aku sekolah kelas tiga SMA,umurku baru tujuh belas tahun ," ucap Lusi

__ADS_1


"Apa yang terjadi,kenapa kau di luar apa kau punya keluarga," tanyak Brian


"Ke dua orang tuaku telah meninggal dan aku di rawat oleh paman dan bibiku,tadi aku makan sisa makan mereka tapi bibi memukulku karena gula habis ," sontak ucapan polos Lusi membuat Brian terluka


Bagamana munkin bibinya menyiksa seorang anak yatim piatu hanya karena gula habis,Brian sangat murka bahkan sudut matanya sudah memerah menahan amarah


"Baiklah kau istirahat dulu,itu makanan di atas meja makanlan dulu aku akan ke ruko sebelah tempat soudara ku," ucap Brian sambil pura-pura tersenyum lalu keluar


Begitu sudah di luar kamar aura Brian berubah bagaikan setan yang akan keluar membuat beberapa pengawal tak berani berkata apapun


Brian langsung ke tempat Brayen tampak sebuah gudang khusus di sana banyak alat untuk berlatih tinju,para pengawal yang berada di area itu langsung menghindar melihat Brian masuk dengan aura gelap


Mau tidak mau beberapa bodyguard maju untuk melawan sang tuan muda yang terlihat kalem dan lembut di luar siapa sangka kalau sedang marah seperti orang yang sedang kesurupan ahli beladiri


Para pengawal maju, untuk memukul Brian tapi naas gerakan Brian yang sangat cepat dan tepat membuat mereka merasakan pukulan Bria dan hanya memukul angin


Brian menghajar mereka satu persatu tanpa ampun sementara pengawal yang lain yang berada di luar hanya bisa merasa kasihan mendengar teriakan-teriakan orang yang ada di dalam sana

__ADS_1


Sementara Brayen yang bingun karena beberapa pengawal berada di depan pintu ruang latihan dengan wajah seakan-akan meringis


"Ada apa ini ," semua langsung memberi hormat


"Maaf tuan muda,tuan muda Brian sedang marah," ucap salah satu pengawal


Brian hanya mengaguk setelah mencari tau siapa wanita yang di tolong oleh sodaranya itu, Brayen menjadi sangat kasihan sungguh hidup gadis itu begitu menyedihkan munkin Brian sudah mengetahuinya pikir Brayen


Setelah melampiaskan amarahnya Brian keluar tampak para pengawal bersiap membawa korban Brian untung tak ada yang para yang parah adalah beberapa alat olahraga di pukul Brian Hinga rusak


Tampak Brayen sudah menunggu di luar


"Ini informasi mengenai Lusi,kau pasti akan sangat terkejut,jangan terlalu emosi sekarang bersihkan tubuhmu di kamarku," ucap Brayen


Brian melakukan apa yang di perintahkan sang kakak sambil tangannya terus memegang dokumen berisi tentang Lusi


Brayen sangat mengerti dengan sifat sodaranya lembut seperti ibunya tapai saat marah dia sangat menyeramkan.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya selamat membaca


__ADS_2