TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
36


__ADS_3

ucapan Brian membuat Lusi langsung menatap tak percaya pada Brian, sementara para pengawal langsung menyingkir tak lupa membalik tanda di pintu apotik yang tertulis buka menjadi tutup


"aku tidak mengodanya,aku bahkan tak mengenalnya." ucap Lusi


"kau ini....aku yakin dia mengenalmu buktinya dia sudah dua puluh menit bicara denganmu." ucapan Biran membuat Lusi terbelalak dia tak menyangka Brian sudah berada di apotik sejak dua puluh menit yang lalu


"tapi aku sungguh tak mengenalnya dia hanya mengatakan dia mengenal ku,karena dia teman Rika sepupuku." ucap Lusi


"tapi tetap saja kau meladeni dia, walaupun dia tak membeli apapun." ucap sinis Brian


Lusi mengehembuska nafasnya kasar, mendengar ucapan Brian..." jadi apa yang harus aku lakukan jika orang bertanyak padaku."tanyak Lusi


"kau cukup diam tidak usah berkata apapun dan jangan pernah tersenyum, ataupun menatap pria manapun....!!!." ucap Brian penuh penekanan


Lusi diam hanya melihat sambil tertunduk,membuat Brian bingung..." kenapa kau tak mengatakan apapun." tanyak Brian

__ADS_1


tapi Lusi masih menutup mulutnya rapat-rapat, sehingga Brian langsung memegang dagu Lusi lalu di angkat Hinga wajah Lusi mendongak ke atas


"kau kenapa tak menjawab ataupun melihatku,kau marah padaku." tanyak Brian


"katanya harus diam,tak boleh Tersenyum dan menatap pria manapun." ucapan Lusi yang polos membuat Brian, ingin memakan Lusi saat ini juga mendengar ucapannya yang sangat polos


Brian mengehembuska nafasnya kasar..." itu untuk pria lain selain aku,hanya denganku kau bisa berbicara,tersenyum dan menatap diriku sepuas hatimu,apa kau mengerti." tanyak Brian


Lusi mengaguk mengerti......"dan mulai sekarang kau di ruang administrasi di dalam ruangaku,kau tidak di perlu lagi melayani pembeli." ucap Brian


"tapi tuan kita kan tak punya ruangan administrasi." ucap Lusi


Lusi melangkahkan kakinya menuju lantai atas, sementara para pengawal yang menyingkir tadi langsung masuk satu persatu ke dalam ruangan apotik


"apa kalian bodoh membiarkan nyonya kalian berbicara dengan orang asing." tanyak Brian

__ADS_1


"maaf tuan,tadi pria tersebut langsung menghampiri nyonya dan melewati kami."ucap salah satu pengawal


"aku maafkan kalian kali ini,jangan biarkan pria tersebut mendekati istriku atau Kalian akan rasakan akibatnya." ucap Brian


"baik tuan kami akan melaksanakannya." ucap para pengawal tersebut


sementara Jefri mengumpat di dalam mobilnya yang melaju entah kemana dia merutuki kebodohannya karena percaya pada Rika wanita ular tersebut


sementara Rika yang baru tiba di salah satu pusat perbelanjaan,tak sengaja melihat Galang dan Deni yang turun dari sebuah mobil di ikuti empat orang wanita cantik


Rika diam-diam mengikuti Galang dan Deni,tampak para wanita tersebut memasuki sebuah butik pakaian.


para wanita tersebut asik berbelanja sementara Galang dan Deni duduk menunggu mereka,setelah mereka memilih para pelayan toko langsung membawa ke bagian kasir,Galang maju langsung mengeluarkan kartu hitam milik David yang di berikan sebelum mereka pergi berbelanja agar mereka puas berbelanja


Rika berbinar melihat kartu tersebut,tak di ragukan lagi Galang adalah pemilik perusahan

__ADS_1


kemudian para wanita berpindah ke butik tas dan sepatu,Rika juga terus mengikuti para wanita tersebut,para wanita Tersebut belanja tas-tas mewah bahkan tas tersebut sangat mahal,Rika saja tak mampu membelinya,Rika tertegun saat keempat wanita tersebut mengambil tas masing-masing dengan harga fantastis,tidak hanya sampai di situ bahkan mereka mengambil sepatu sesuai dengan warna tas tersebut yang harganya sangat mahal.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2