TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
137


__ADS_3

Semua mata menatap ke arah Galang membuat Galang salah tingkah, lalu menatap mereka


"Aku khilaf karena wajahnya mengingatkanku pada mantan saudara tiri ku." ucap jujur Galang


Hal tersebut membuat Deni dan Brayen terkejut dengan perkatan Galang tapi tidak dengan Brian


"Kau punya saudara tiri." tanya Brayen


"Aku punya saat ayahku menikah dengan kakak ibuku dia membawa putranya bersamanya." ucap Galang


Membuat semua menatap pada Galang, "terus apa yang terjadi." tanya Brayen penasaran


"Seperti yang kalian tau sejak kecil aku sudah di usir dari rumah oleh ibu tiri ku." ucap Galang


"Kenapa kau hanya memukulnya sampai pingsang seharusnya kau memukulnya sampai koma." ucap Deni gemas sendiri


"Aku kan hanya menebak Belum mengetahui pasti Tentang identitas pria tersebut tapi sepertinya dia memang anak ibu tiri ku." ucap Galang

__ADS_1


Membuat semua terbelalak mendengar perkatan Galang


"Bukanya mereka tinggal di kota J, untuk apa mereka kemari." tanya Deni


"Entahlah aku tak tau tapi dia mengaku sebagai calon suami Yema." ucap


"Aku juga sempat mendengar hal tersebut tapi Yema juga bingung kenapa dia mengaku sebagai calon suami Yema." ucap Galang


"Si kembar saling menatap, apa ayah tau mengenai mereka." tanya Brayen, Galang mengaguk


DI kediaman need Eni Masi tak mau mengubris need, membuat need sangat frustasi, need memutuskan untuk pergi ke perusahan pada saat makan siang baru dia akan bertemu David dan yang lain untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpanya


"Mereka pasti datang untuk membahas pernikahan Yema." ucap Erina


"Aku juga berpikir seperti itu, tapi sepertinya kedatang mereka ada hal penting lainnya, pasalnya menurut laporan orang yang memantau mereka, keduanya pergi ke rumah sakit." ucap David


"Coba ku suruh orang untuk memeriksa apa yang sedang terjadi." ucap Erina

__ADS_1


David langsung menghubungi seseorang, setelah berbicara beberapa menit, David memutuskan sambungan telepon tersebut


Tak berselang beberapa menit ponsel milik David berbunyi, Davi langsung menerima panggilan tersebut, David diam mendengarkan semua ucapan orang di balik telepon tersebut, setelah mendengar penjelasan orang tersebut David langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak


"Apa kau tau, putra Helena masuk ke rumah sakit dan lebih membuatku bingung dia di pukul, entah apa yang terjadi sehingga pemuda tersebut di hajar oleh Deni dan Galang di ruangan Deni hingga babak-belur." ucap David


"Membuat Erina terbelalak, apa dia mencoba untuk menyakiti putraku sehingga dia berniat menemui Galang di perusahan." ucap Erina dengan segala pemikiran negatifnya


"Aku rasa ini bukan mengenai Galang tapi lebih tepatnya dia kesan mencari Yema tapi, dia salah orang dan mengira Yena adalah Yema." ucap David


"Oh munkin dia berniat buruk pada Yena sehingga Deni dan Galang memukulnya hingga babak belur." ucap Erina


"Tapi kalaupun dia berniat buruk pada Yena, dengan mudah Yena pasti bisa mengatasinya apalagi dia adalah ahli beladiri tingkat internasional." ucap David, mengingat Yema salah satu ahli kungfu yang cukup berprestasi


Erina menganguk setuju dengan ucapan David, "aku ingin kau terus mengawasi mereka aku ingin wanita yang telah menyakiti putraku ada di hadapanku secepatnya seperti janjimu, jika tidak aku sendiri Yang akan menyuruh seseorang membawanya ke hadapanku." ucap tegas erina


"Tenang sayang setelah semua kejahatannya terbakar dan Galang mendapatkan identitas aslinya, aku sendiri yang akan membawakannya padamu." ucap David

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2