TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
15


__ADS_3

"kau ini mana ada wanita yang memerkosa seorang pria,otakmu memang kandang kurang setengah botol kadang ," ucap Deni


"kau tidak tau saja wanita jaman sekarang lebih berani ,apalagi kalau Sudah suka, gunung tinggi dia daki, air sungai dia sebragi," ucap Galang


"kau ini dia belum tentu juga menyukaimu,munkin dia bernafas melihat makanan yang ada di hadapanmu," ucap Deni


"begini saja jika dalam waktu tiga puluh menit tuan rustam telepon untuk mengajak ku makan malam,maka aku yang memang terlalu berpikiran negatif,tapi kalau dalam waktu tiga puluh menit dan tuan rustam mengajak makan malam,makan perkataanku tentang putrinya benar,," ucap Galang


"oke siapa takut ," ucap deni


tak berselang beberapa menit benar saja tuan rustam menelepon mengajak makan malam Galang di rumahnya


Deni membulatkan matanya menatap Galang


"aku bilang juga apa anaknya menginginkanku," ucap Galang dengan gaya songngnya


"apa dia cantik dan memiliki body gitar spanyol," tanyak Deni yang penasaran


"sepertinya dia Seorang model ," ucap Galang


Denis mengehembuska nafasnya,"pasti dia kurus dan selalu akan menjaga bodynya," ucap Deni


Galang mengaguk setuju

__ADS_1


sementara itu di Brayen yang sangat merindukan Rani menanyakan keberadaan Rani, ternyata Rani sedang di kampus dan sebentar lagi akan pulang


di kampus rena dan Rani sudah keluar hendak pulang tapi Rani Ingin ke toilet,Reni pun menunggu Rani di dalam. mobil


saat keluar dari toilet dan hendak melangkah, tiba-tiba tangan Rani di tarik oleh seseorang dan langsung memeluk tubuh Rani


Rani berusaha memberontak karena takut apalagi dalam keadan gelap membuat Rani semakin panik


"lepaskan aku kau siapa," tanyak Rani tapi pria tersebut hanya terus memeluk Rani


pria tersebut hanya tersenyum tipis sambil terus memeluk Rani


"lepaskan atau aku akan berteriak," ucap Rani


"sayang kau di sini,bagaman bisa kau masuk ke sini," tanyak Rani ,karena kampusnya selain mahasiswa yang berkepentingan yang lain di larang masuk


"aku lewat pintu lalu masuk dan menunggumu di sini," ucap Brayen


"sayang tapi kakaku sudah menunggu aku harus pergi sekarang," ucap Rani


"tapi aku masih kangen sama kamu," ucap Brayen


iya aku juga aku akan telepon begitu sampai di rumah

__ADS_1


"kalau begitu cium dulu baru aku lepaskan," ucap Brayen


Rani langsung mengecup pipi Brayen" kok ciumannya cuma kanan,entar kirinya iri loh," ucap Brayen


tapi saat Rani hendak mencium pipi kiri Brayen,Brayen langsung berbalik dan mencium bibir mungil Rani,membuat Rani terkejut lalu menarik kepalanya tapi terlambat Brayen langsung mencium dalam Rani, membuat Rani ngos-ngosan saat Brayen melepaskan tautan bibir mereka


Rani sangat shyok karena ciuman pertamanya di ambil Brayen,saat Rania tak bergeming karena terkejut Brayen mengecup sekilas bibi Rani lalu pergi begitu saja


Rani yang masih dalam posisi terkejut semakin terkejut saat Rena datang menghampirinya


"kau kenapa lama sekali,kesamabet," tanyak Rena


"Tidak hanya perutku sakit," ucap bohong Rani


"udah cepat kita pulang lama bangat sih, kenapa juga ayah gak bolehin kamu pake mobil atau di antara sopir tapi harus sama aku,kan aku gak bebas kemana-mana," ucap Rena


"munkin ayah percaya sama kakak Rena sehingga ayah belikan mobil untuk kakak," ucap Rani


"betul juga pantas ayah selalu membebaskan ku tapi selalu me larangmu ke mana-mana,ponselmu pun di sadap oleh ayah," ucap Rena keceplosan,membuat Rani langsung menatap Rena


"apa maksudnya,kakak mengatakan ayah mengetahui isi ponselku ," tanyak Rani,apa Ray juga tau sehingga dia memberikanku ponsel lain, pikir Rani


"sudahlah ayo kita pulang," ucap Rena sambil menarik tangan Rani

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2