
Need tak mampu melihat putrinya yang tertunduk di dekap oleh mamanya.
Di kamar Brayen tinggal ke dua orang tua Rania dan kakek serta neneknya begitupun Brayen yang sudah membersihkan dirinya
Kakek Tris dan kakek Andrew langsung berjabat tangan, "baiklah aku setuju." ucap tuan Tris
Membuat need terbelalak dan pingsan seketika ketika mendengar ucapan ayahnya yang langsung sepakat menikahkan Rani dengan Brayen tanpa bertanyak padanya
Eni yang melihat suaminya pingsan langsung, menyiramkan air di mukanya tanpa perasan membuat need kembali sadar dan saat need kembali sadar, need sangat terkejut karena dia sudah berpakaian rapi dan ke dua pengantin pun berpakaian rapi, bahkan sudah ada meja berserta penghulu di hadapannya
Membuatnya berpikir dia masih pingsan dan bermimpi, acara ijab kabul di mulai entah sadar apa Tidak need menikahakan anaknya dengan Brayen, yang dia pikir adalah sebuah mimpi
Need kembali pingsan setelah pernikahan tersebut, tapi tak ada yang peduli, David, Lewis dan desalan langsung mengakat tubuh sahabatnya ke kamar
Dalma kamar ke tiga pria tersebut melihat need yang masih pingsan di atas ranjang
__ADS_1
"Sepertinya dia sangat terpukul atas kejadian ini." ucap David
"Munkin dia kecapean karena menjaga Rani, sehingga di saat beban itu terlepas dia lega dan pingsan." ucap desalan dengan pikiran positifnya
"Gak seru ya kalau kita bersantai tanpa dirinya." ucap Lewis
"Iya apa kita bawa saja dia dalam keadan pingsan saja." tanyak Desalan
"Sebaiknya kita melakukannya, agar dia tau bahwa kita akan menemaninya di saat dia bangun ataupun pingsan." ucap Lewis membuat David mengaguk setuju
Sementara itu kebahagian terlihat jelas di seluruh wajah keluarga setelah pernikahan Rani dan Brayen yang sudah di nanti-nanti selama bertahun-tahun oleh ke dua belah pihak selain need tentunya, tanpa peduli kemana perginya ke empat pria tersebut
Rani yang merasa heran kenapa semua orang tampak bahagia sedangkan dia sangat sedih mengingat kak.rey tapi saat dia melihat Brayen seolah-olah dia melihat Rey yang membedakan mereka hanya ketampanan dan kekayaan selebihnya semua sama
Rani terus menatap Brayen yang menatap para nenek dan kekek serta emak-emak yang sedang berpesta tanpa ayah mereka
__ADS_1
Sedangkan Briana dan yang lain langsun kembali ke kubu mereka masing-masing
Deni dan Galang datang dengan senyuman yang terukir di wajah mereka
"Selamat tuan muda, anda telah menikah." ucap Galang dan Deni, Brayen hanya mengangguk
Galang dan Yema saling menatap penuh cinta, tapi hal itu tak berselang lama saat Darwin langsung menghalangi pandangan adiknya dengan matanya yang langsung menatap Galang, membuat tatapan Galang yang tadinya penuh cinta kini pandangan itu berubah penuh sesak dan cemas
Galang langsung menghindari pandangan Darwin, sedangkan Yema menyingkirkan kepala kakaknya, "ada apa sih kenapa kepala kakak ada di depanku." ucap Yema dengan bibir maju ke depan
"Kau ya apa kau memiliki hubungan dengan, si sumpit itu." tanyak Darwin karena Memeng wajah Galang yang mirip orang cina
Yema hanya cengengesan melihat kakaknya Tersebut, membuat Darwin geleng-geleng kepala melihat adiknya tersebut
"Aku akan menghapusnya dari muka bumi ini bila dia menyakitimu, tapi aku sarankan kau jangan bertemu dengannya di luar apalagi pergi berdua." ucap Darwin yang memang tak melarang adiknya untuk berpacaran tapi dia juga ingin yang terbaik untuk mereka itulah selam ini dia mengawasi adiknya dengan ketat melalui kamera yang ada di kalung ke dua adik kembarnya, itulah mengapa dia tau mengenai Galang dan identitasnya yang bersih, Darwin kembali melihat Galang, yang sedang berbicara dengan deni, membuat jantung Galang berdebat kencang saat menyadari Darwin terus menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya