TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
154


__ADS_3

Yema sangat terkejut saat melihat Galang yang sudah berada di depan pintu kamar mandi dengan hanya mengunakan boksernya


"Kenapa hanya mengunakan bokser." tanya Yema pada Galang


"Keretanya kepanasan." ucap santai Galang


Membuat Yema semakin bingung, " tolong turunkan resleting bajuku." ucap Yema sambil membalikan tubuhnya ke arah Galang


Galang tersenyum sumringah, otak licik langsung berfungsi dengan baik


"Sayang sebaiknya kita masuk ke dalam kamar mandi dulu." ucap Galang, Yema langsung masuk ke dalam sesuai arahan Galang si serigala berbulu domba


Galang langsung menutup pintu kamar mandi, setelah itu langsung membuka resleting baju Yema.


Yema yang tidak tau akal bulus suaminya langsung menyuruh Galang keluar, tapi Galang bukanya keluar


Galang langsung memeluk tubuh Yema yang sudah terbuka punggung Hinga dadanya, Galang langsung mencium bibir Yema yang seksi, Yema yang terbuai membalas ciuman tersebut

__ADS_1


Tanpa sadar baju Yema sudah melorot ke bawah, membuat tubuhnya hanya menyisakan pakain dalam


Galang terus bergerilya mengunakan tangannya, untuk memeriksa keadan tubuh Yema


Yema yang sudah terbuai dengan sentuhan Galang hanya pasrah saja saat Galang mengakat tubuh Yema menuju ranjang Mereka


Galang terus mencium bibir Yema dengan lembut, Samapi di ranjang, kereta ekspres milik Galang sudah tak sabar untuk masuk terowongan yang mereka pikir sudah jebol


Suara aneh milik Yema sudah keluar membuat Galang semakin semangat bermain di atas tubuh Yema yang sudah polos, Galang bangkit dan melepaskan penutup kereta ekspres miliknya


Galang berusaha memasukan kereta ekspres miliknya ke terowongan milik Yema, tapi sepertinya terowongan sulit untuk di tembus


Galang yang penasaran terus mencoba, setelah mencoba lebih kerasa akhirnya kereta ekspres Galang berhasil masuk ke terowongan walaupun Yema berteriak dan kukunya semakin dalam terbenam di pundak Galang tapi itu tak membuta Galang mengehentikan kegiatannya


Galang terkejut saat darah segar keluar, Galang tersenyum bahagia sambil mengecup seluruh wajah Yema


Yema hanya pasrah saat kereta ekspres Galang sudah mulai masuk dan keluar terowongan sesuka hatinya

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Deni tepatnya di kamar milik Deni, tampak Rose Sangat canggung apalagi dia hanya tau Deni adalah cucu ibu Desi sekaligus keluarga besar mereka


"Apa kau ingin mandi." tanya Deni dia juga bingun harus melakukan apa apalagi dia belum ada persiapan apapun juga


Rose hanya mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa sadar dia tak membawa apapun


Rose yang telah selesai mandi memukul jidatnya karena melupakan pakainya yang berada di koper


Rose mendongak melihat seluruh penjuru kamar, merasa seni tak ada di kamar, Rose langsun keluar dengan mengendap-edndap menuju koper miliknya


Rose membuka koper miliknya, saat sibuk mencari pakain rose bingung air menetes dari atas, rose mendongak melihat Deni yang sedang berada di belakangnya dengan handuk yang melingkar di pinggang, membuta rose menelan silvanya saat melihat dada bidang Deni


Rose bangkit dengan membawa pakaiannya tapi Deni menghalangi langkahnya, membuta rose panas dingin memandang Deni dengan rambut basah miliknya Membuat kadar ketampanan Deni semakin meningkat


Deni menatap Rose dengan tatapan yang sulit di artikan, Deni mendekat ingin mencium bibir rose, spontan rose menampar pipi Deni karena terkejut bibirnya di isap oleh Deni, membut Deni langsung melepaskan ciumannya dan memegang pipinya


"Maaf aku refleks melakukan hal tersebut." ucap Rose yang takut Deni akan marah padanya tapi Deni malah tersenyum, maaf aku terburu-buru, aku akan pergi memakai baju." ucap Deni meningalakan rose yang terpaku di tempatnya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2