TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
180


__ADS_3

Di perusahan B&B tampak si kembar dan asisten sedang bersiap pulang Langsung ke rumah utama mereka berniat akan memetik mangga muda


Tampak mobil si kembar telah memasuki halaman keluarga rumah David


Erina sangat terkejut melihat Brayen, Brian, Galang dan Deni masuk bersamaan ke dalam rumah, tumben kalian kemari bersamaan ." tanya Erina sambil duduk santai


"mama mangga dibelakang masih ada buahnya kan." tanya Galang


"Mendengar suara putra kesayangannya sontak Erin berbalik melihat Galang "oh my good aku akan punya cucu, tentu mangga selalu ada untukmu pergilah ke kebun belakang untuk mengambil mangga." ucap Mama Erina antusias berpikir Yema hamil, si kembar dlmemutar bola matanya malas melihat mamanya terlalu menyayangi Galang


Galang mengaruk kepalanya yang tak gatal, "aku juga tidak tau mam aku hanya pengen makan mangga muda bersama mereka." ucap Galang


"Tidak masalah sayang itu bisa jadi tanda-tanda." ucap Erin


Ke empat pria tersebut langsung menuju ke kebun belakang, tampak mangga yang pernah di panjat Brian itu berdiri kokoh


"Jadi bagaimana siapa yang akan panjat pohon." tanya Brayen,


"Bukanya ada pak Dedi kenapa tak suruh saja dia yang memanjat." tanya Galang

__ADS_1


"Peraturan baru di rumah ini hanya atas perintah ayah atau mama pak Dedi bisa di suruh panjat." ucap Brian memberitahukan peraturan baru tersebut di rumah tersebut


"Jadi bagaimana kan tidak munkin kita akan memanjat bersama." ucap Deni


"Sekarang aku tanya yang bos di sini siapa." tanya Brayen


Membuat Galang dan Deni saling menatap


"Tapi kan yang mengeluarkan ide untuk mengambil mangga di kebun belakang adalah ide Deni." ucap Galang menyalahkan Deni


"Tapi semua berawal dari dirimu yang membawa mangga muda ke kantor dan tak menyimpa kan sedikit untuk Brayen." ucap Deni


"Baiklah bersiaplah." ucap Brian, Deni dan Galang mulai berhadapan muka , Mereka mulai mengerakkan jari masing, si kembar menjadi juri


"Satu, dua." tiga ucap Brian tangan Galang dan Deni langsung membuka mata mereka tampak saluang berhadapan


Galang Langsung loncat kegirangan saat tanganannya terkepal membentuk batu sedangkan Deni dengan tangannya berbentuk gunting


"kenapa kau bisa kalah, kan dengan begini kita tak bisa menyuruh Galang merayu mama agar pak Dedi yang memanjat." ucap Brayen

__ADS_1


Deni hanya bisa mendesah frustasi mendengar perkatan Brayen


"Ayo sekarang lepas jas mu dan mulailah memanjat." ucap Brian


Deni langsung melepaskan semua yang akan membuatnya terganggu dalam memanjat pohon, Brayen,Brian dan Galang tampak terkejut saat Deni hanya memakai celana bola bergambarkan Spongebob yang menjadi bola


"Kenapa kau melepaskan semua pakaian mu dan hanya kutang dan celana bola ." tanya Brian karena dia tau di atas pohon sangat banyak semut padahal Deni bisa memaki baju dalam dan celana panjang


"Agar lebih mudah memanjat." ucap santai Deni seperti seorang professional


Ke tiga pria tersebut hanya dia melihat saja apa yang akan selanjutnya di lakukan oleh Deni


Dengan percaya diri Deni memanjat pohon mangga Tersebut, dengan susah payah dan tekat yang ada, Deni sampai tapi baru saja memetik mangga tiba-tiba semut datang menyerangnya spontan Deni langsun berteriak dan langsung turun ke bawah tapi sayang salah satu ranting tempat dia berpijak patah membuatnya meluncur sempurna dan jatuh tepat di bawa pohon mangga dengan kulit yang Bentoel dan pantat sakit


Ketiga orang di bawah pohon tersebut langsung tertawa terbahak-bahak melihat Deni yang sedang mendapatkan musibah tanpa perasaan.


"Apa kau mendapatkan mangga tanya ke tiga orang tersebut bukananya menolong Deni malah mencari mangga


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2