TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
50


__ADS_3

Melihat coki yang sudah masuk perangkap membut Deni tersenyum tipis, sedang Rika yang sudah berada di hadapan Galang langsung melaksanakan aksinya


Tuan maafkan aku yang telah menyingung adik tuan, ucap Rika dengan wajah sedih yang di buat-buat, membuat Galang kesal di buatannya


"Sudah lupakan saja aku juga tak ingin lagi membahasnya." ucap Galang


"Bagaiman kalau sebagai permintaan maaf ku aku ingin minum bersama tuan sebagai tanda hormat." ucap Rika


"Baiklah." ucap Galang


Rika mengedarkan pandangannya mencari pelayan yang di perintahkan untuk menaruh obat perangsang di minuman Galang


Rika menautkan ke dua alisnya saat tak melihat pelayan tersebut


"Ada apa katanya mau minum, biar aku yang memanggil." ucap Galang sambil memanggil salah satu pelayan


Rika hanya pasrah saat tak menemukan pelayan yang bekerja sama dengan keluarganya, sementara Rika tak menyadari pelayan yang di pangil Galang memasukan sesuatu ke dalam minum yang akan di berikan pada


Rika meneguk habis minuman yang di berikan oleh pelayan yang di perintah oleh Galang

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain tuan Burhan sedang bersama tuan rustam sedang berbincang-bincang, datang salah seorang pelayan membawakan minuman untuk ke dua pria tersebut, sedangkan istri tuan rustam sedang bercerita bersama beberapa istri kolega rustam


Sedangkan coki dan Deni Sudah berada di dalam mobil hendak ke suatu tempat


"Sayang apa kau sudah siap melihat ruang rahasia." tanyak coki sambil memegang tangan Doni


"Aku sungguh sudah tak sabar lagi, ucap Deni wajah manisnya, membuat coki semakin bersemangat, bahkan dia melupakan tuanya yang sedang di tempat pesta


Coki menjalankan mobilnya ke sebuah rumah di ujung kampung, dari luar tampak rumah tersebut seperti rumah biasa pada umumnya, apalagi itu hanya sebuah rumah sederhana


Mobil coki berhenti tepat di depan rumah tersebut


Deni Tersenyum, tapi jantungnya dag Dig dug sedari tadi


Coki membuka rumah tersebut tampak biasa saja, coki terus berjalan di rumah tersebut tampak langsing menuju hutan yang luas


Deni mengehentikan Langkahnya begitu mereka akan memasuki hutan


"Kita akan masuk hutan." tanyak Deni

__ADS_1


"Iya sayang di balik hutan ini adalah kejutan yang akan aku perlihatkan padamu." ucap coki, membuat Deni mengaguk


"Tapi aku takut."ucap Deni mendalami perannya sebagai seorang wanita jadi-jadian


"Kau tak perlu takut sayang tak akan ada yang menyakitimu, selama aku bersamam mu." ucap coki, sambil memegang tangan Deni dan terus masuk


Mata Deni terus melihat ke sana kemari seakan-akan mencari sesuatu, mata d namun terbelalak saat melihat sebuah tembok besar di hadapannya dengan beberapa orang penjaga, beberapa penjaga memberi hormat pada coki saat tiba di sebuah gerbang


Sementara itu di pesta tampak Galang mengajak Rika ke suatu tempat, sementara tuan rustam dan istrinya yang melihat hal tersebut langsung sumringah


Sedangkan tuan Burhan yang merasakan tubuhnya terasa berbeda, " aku ingin kau memberikan kunci kamar di mana wanita tersebut aku sudah tidak tahan." ucap buruan


Membuat tuan rustam yang tadi melihat ke arah Rika langsung mengalihkan pandangannya pada tuan Burhan


"Baiklah ini kuncinya silahkan bersenang-senang." ucap tuan rustam dengan senyuman si bibirnya


Tuan Burhan yang seperti orang mabuk terus berjalan, saat berjalan beberapa orang menahan tubuh tuan Burhan dan mengarahkan tuan Burhan menuju ke sebuah kamar di mana, di Kamar tersebut sudah terbaring seorang wanita di atas ranjang dengan gaun seksi


Tuan Burhan terkekeh saat melihat ada wanita di ranjang tersebut walaupun pencahayaan remang-remang.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2