
Coki dan Deni masuk, tampak di sebuah villa yang cukup mewah di jaga oleh beberapa orang di pintu
Deni menelan silvanya, saat melihat coki Tersenyum sambil mengedipkan matanya, mereka langsung masuk ke dalam villa, di dalam tampak biasa saja
"Ayo kita ke arah sana." ucap coki sambil menarik tangan Deni ke sebuah lorong gelap, membuat Deni ketar-ketir dibuatnya
Tiba di ujung lorong ada sebuah pintu yang berbentuk bulat, coki menekan salahsatu batu yang ada di sekita pintu tersebut, otomatis pintu itu terbuka, dengan perasan campur aduk Deni melihat hal tersebut
"Ayo kita masuk kau akan melihat sesuatu yang belum pernah kau lihat." ucap coki, Deni masuk mengikuti langkah kaki coki, mata deni terbelak saat melihat lukisan-lukisan yang curian yang harganya fantastis dan beberapa perabotan yang sepertinya barang curian
"Wah ini semua adalah barang yang di kabarkan telah di curi di beberapa museum." ucap deni
"Ternyata kau pandai, ya ini bara yang kami curi tapi belum bisa kami jual saat ini, jadi kami menyembunyikan di sini." ucap coki
"Wah kau sungguh pria hebat aku suka pria jahat." ucap Deni
__ADS_1
"Bukankah wanita memang lebih tertarik dengan pria jahat di banding pria baik." ucap coki sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh deni.
Saat coki akan mencium Deni, Deni langsung mengelak "aku malu." ucap Deni
Membuat coki semakin agresif, " sayang tak perlu malu, tak akan ada penjaga yang berani ke sini, penjaga Hanay berjaga di luar vila saja ." ucap coki
Saat akan kembali mencium Deni, tiba-tiba alaram berbunyi kencang, membuat coki langsung mengehetikan kegiatannya
"Sayang tunggu di sini akan akan mengecek keadaan di luar." ucap coki lalu bergegas keluar untuk memeriksa keadan
"Maaf tuan Deni kami adalah suruhan tuan Brayen dan Brian untuk menjemput anda dan mengamankan semau barang-barang yang ada di sini." ucap salah satu pengawal bayangan
Deni bernapas lega saat mendengar hal tersebut, " untung kalian datang di saat yang tepat kalau tidak ikan mujair itu akan membuat bibir ku yang suci ini ternoda untuk kesekian kalinya." ucap Deni sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut
Para pengawal bayangan mengambil semua barang-barang berharga yang berada di dalam ruangan tersebut tanpa terkecuali, mereka benar-benar mengosongkan ruang tersebut tanpa jejak
__ADS_1
Deni yang sudah berada di dalam mobil langsung di berikan pakain ganti, oleh salah seorang pengawal bayangan yang sudah di siapkan
Sedangkan di tempat pesta tampak Rustam sedang mencari asistennya coki yang sedari tadi menghilang entah kemana, membuat rustam sedikit kesal apalagi ponsel coki tak di angkat
"Ada apa sayang kau kelihatannya sangat marah." tanyak mama Rika
"Coki menghilang sedari tadi, ponselnya pun tak di angkat." ucap tuan Rustam
"Munkin saja dia sedang beristirahat atau sedang melakukan sesuatu yang sangat penting." ucap mama Rika
"Tapi tidak biasanya dia begini, aku membutuhkannya, untuk memangil awak media besok pagi." ucap tuan rustam
"Untuk apa memangil mereka kita sebarkan saja di salah satu media sosial bahwa CEO B&B sedang bermalam di sebuah hotel dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang model, dengan begitu para wartawan akan datang dengan sendirinya." ucap mama Rita , membuat tuan rustam mengangguk
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1