TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
245


__ADS_3

Jefri kemudian melihat Sofi yang sedang makan tanpa beban sedikit pun, sepertinya dia tak peduli apa yang terjadi pada adiknya


Sementara itu Jefri yang keceplosan langsung di tarik telinganya oleh bunga untuk masuk ke dalam kamar, Steve yang melihat hal tersebut meringis melihat sahabatnya tapi dia hanya bisa menatap iba


"Ternyata wanita itu sangat mengerikan pantas saja Jefri tak berani ." ucap Steve sambil memegang telinga miliknya merasakan pa yang di rasakan sahabatnya


Steve langsung duduk di hadapan Sofi, "hai kenalkan aku Steve." ucap Steve basa-basi karena tidak tau harus melakukan apa


Sofi hanya mentap tapi tak berkata apapun, "silahkan makan kamar tamu di sebelah kanan." ucap singkat


Steve tertegun melihat wanita cantik di hadapannya, wanita yang sangat menarik menurutnya


"Apakah kau juga akan tidur di kamar tamu." tanya Steve dengan bodohnya, membuat Sofi mentap Steve dengan tatapan yang sulit di artikan


"Maksud ku aku akan tidur di sofa jika kamar tamunya hanya satu." ucap Steve memperbaiki perkataanya

__ADS_1


"Apakah kau tak melihat rumah ini memiliki banyak kamar." ucap Sofi dengan wajah datarnya yang terlihat cukup kesal dengan Steve


Steve menciut melihat wanita yang ada di hadapannya, baru kali ini dia gugup saat berhadapan dengan wanita yang sepertinya tak memiliki perasaan


Sementara itu di dalam kamar bunga tampak Steve sedang duduk berhadapan dengan istrinya yang sedang kesal apalagi istrinya sedang mengandung membuta Jefri semakin menciut, kalau sampai ibunya tau bisa doubel karma yang akan dia dapatkan


"Sayang aku mohon dengar dulu penjelasan ku." ucap Jefri


"Aku yakin kalau kau pasti melakukan sesuatu yang membuat kak Sofi bersikap begitu, kakak ku adalah orang yang sangat humoris, cerewet dan ceria tapi lihat tadi dia datang tanpa ekspresi." ucap bunga


"Kakak sofi sudah salah paham aku memang ke club malam tapi aku hanya menemani Steve yang sedang Gegana akibat wanita." ucap Jefri


"Jadi kau ke club bersenang-senang untuk menemani sahabat mu Steve dan kau adalah orang yang menyarankan untuk pergi ke club untuk bersenang-senang di sana." tanya bunga dan dengan bodohnya Jefri mengangguk membuat bunga menatap tajam suaminya


Menyadari kesalahannya Jefri mengeleng, sayang maksud ku semuanya ide Steve ucap Jefri membuta Steve jadi tersangka

__ADS_1


Bunga Tersenyum sinis lalu bangkit menuju ranjang, Jefri yang mengira bunga sudah tak marah dan akan tidur mengikuti bunga, tapi begitu Samapi di ranjang bunga langsung mengambil bantal milik Jefri


"Sekarang nikmati malam ini dan malam berikutnya selama satu Minggu bersama temanmu yang sedang Gegana itu ingat kau harus tidur sekamar dengannya." ucap bunga


"Tapi sayang aku mohon, jangan aku tak bisa tidur tanpa memelukmu." ucap Jefri


"Ini sekali dengan guling nya agar aku puas." ucap bunga


"Sayang jangan seperti ini apa kau tak malu kakakmu ada di sini." ucap Jefri


"Kakakku akan mengerti apa yang terjadi, keluar atau aku akan mengatakan Maslah ini pada ibu." ucap bunga mengancam Jefri, benar saja Jefri langsung melesat keluar


Sementara itu Steve yang sudah berada di kamar tamu melihat sekeliling kamar tersebut terkejut saat Jefri masuk dengan bantal yang berada di tangannya


"Apa yang kau lakukan di sini." tanya Steve bingung melihat Jefri.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2