
."Tuan terus apa yang harus aku lakukan aku sudah terlanjur jatuh cinta pada Yema." ucap frustasi Galang tak menerima informasi yang ada di hadapannya
Brian Tersenyum licik, kenak kau." ucap Brian dalam hati dengan wajah serius Brian pun menyodorkan dua lembar kertas putih ke hadapan Galang, membuat Galang tertegun
Galang melihat kertas tersebut dia sangat ragu memberikan tanda tangannya apalagi mengingat tuanya pria yang sangat licik, tapi kalau hati si bicara cinta,akal sehat pun akan berhianat
Dengan tangan gemetar Galang membubuhkan tanda tangannya ke kedua kertas putih tersebut dengan perasan bercampur aduk
"kau membuat keputusan yang tepat." ucap Brian sambil secepat kilat mengambil kertas yang telah di tandatangani Galang
"baikalah kalian boleh keluar mulai saat ini kalian bisa berkonsultasi pada kami." ucap si kembar
Galang dan Deni keluar dari ruang kerja si kembar dengan pemikiran masing-masing, entah apa yang mereka pikirkan
__ADS_1
sementara itu di kembar tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan sambil bersalaman, "selamat kita telah menemukan orang yang tepat untuk rencana kita." ucap Brayen dengan tangan yang bersalaman dengan Brian
Deni dan Galang kini sudah berada di tengah rumah di mana gadis tersebut sedang berkumpul berbagi cerita,tanpa sengaja telinga tajam Deni mendengar percakapan rose dengan Briana
"Aku pengen deh di kasih coklat bentuk love yang gede bangat,berlian warna pink berbetuk love dengan buket bunga yang isinya duit pasti keren." ucap rose si jiwa romantis tapi cuek
Deni yang mendengar hal tersebut tersenyum sumringah,sekarang dia tau apa yang harus di lakukanya
"Kakak, Yema mau gak hadiah seperti coklat yang gede,dengan berlian tanda cinta gitu dengan buket Bungan yang isinya duit." tanyak Rose
Galang yang mendengar hal tersebut langsung keluar menuju mobilnya,entah apa yang di lakukanya,sedang Deni masih setia menguping tak sadar si teman seperjuangan telah pergi meningalakan dirinya
Setelah dua puluh menit mendengarkan pembicaraan para gadis Deni tersadar bahwa Galang sudah tak ada di sisinya,Deni celingak-celinguk mencari Galang tapi nihil, Deni kemudian melihat ke parkiran benar saja mobil Galang tak ada
__ADS_1
Hampir tiga puluh menit kepergian Galang tiba-tiba bel pintu berbunyi,tampak sebuah buket Bunga berisi uang dan berlian berbentuk love, serta coklat yang sangat besar dengan tulisan untuk wanita yang paling spesial di hati Yema dari G, sontak saja Deni yang sedari tadi menunggu Galang langsung menyemburkan sirup yang di minumnya saat melihat beberapa pelayan membawa barang-barang tersebut untuk Yema apalagi ada tanda G di setiap coklat, perhiasan,dan buket bunga uang
Membuat semua mata memandang Deni heran, Yema sumringah mendapatkan hadiah tersebut
"Enak bangat jadi kakak Yema, cowok yang suka kakak pengertian bangat,aku jadi iri deh." ucap Rose dengan wajah sesendu munkin
"Wah Yema bagus bangat pasti yang kasih benar-benar cinta sama kamu." ucap Yena
Galang yang baru datang dengan wajah sumringah melihat senyuman Yema yang tak pernah luntur saat mendapatkan hadiah tersebut
Yema melihat Galang dengan tatapan yang sulit di artikan, dari jauh nampak mata mereka saling berbicara mengungkapkan rasa di hati
Yema langsung membawa semua hadiah tersebut ke dalam kamar yang biasa dia gunakan saat menginap di rumah Briana
__ADS_1
Sedang Deni menatap tajam si penghianat cinta yang duduk tanpa dosa di sampingnya, setelah merebut momen yang seharusnya di gunakan nya untuk merebut hati Rose.
jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya