
Deni mengakat tubuh rose menuju kamar bersama sang nenek yang mengikutinya dari belakang
"Kakekmu sedang menelepon dokter setelah mengetahui bahwa rose sedang pingsan." ucap nenek Desi
Tak berselang lama datang dokter keluarga mereka yang langsung masuk ke Deni
Dokter tersebut langsung memeriksa keadaan Rose, Deni sangat was-was begitupun nenek Desi yang melihat keadan Rose
Setelah melakukan pemeriksaan dokter tersebut langsung bangkit dan Tersenyum lalu mengaguk pada nenek Desi
Membuta nenek Desi Langsung memeluk dan mencium Deni, "kau memang cucu kesayangan nenek bahkan kau membawakan nenek oleh-oleh yang tak ada duanya." ucap nenek Desi
Deni sedikit binggung dengan perkatan nenek Desi, "nenek ini kenapa oleh-oleh apa bukanya aku tak membawa oleh-oleh apapun." ucap Deni dengan polosnya
"Nenek kan meminta cicit sebagai oleh-oleh dan ternyata kalian memberikan oleh-oleh tersebut." ucap nenek Desi
Mendengar perkataan neneknya Deni langsung pingsan di tempat entah dia shyok atau terkejut mendengar berita tersebut yang pasti Deni langsun tak sadarkan diri
__ADS_1
Membuat nenek Desi terkejut begitupun semua yang ada di dalam kamar tersebut
Nenek Desi menyuruh pelayan untuk mengangkat tubuh deni di atas tempat tidur di samping Rose
"Dasar Cemen untung cucu kesayangan, bagaman dia bisa pingsan saat mendengar bahwa istrianya sedang hamil ." ucap nenek Desi sambil menggeleng kepala tak percaya melihat Cucunya
Sementara itu di kediaman Lewis tampak Tika sedang menerima telepon dari nenek Desi Langsung berteriak kegirangan membuta Lewis yang berada di dalam kamar mandi spontan langsung berlari menuju istrinya
"Ada apa sayang apa yang terjadi." tanya Lewis yang melihat Tika mencium ponselnya
Tika langsung mengalihkan pandangannya pada Lewis yang tubuhnya penuh busa dengan tubuh polos di hadapannya
Lewis Langsung melihat tubuhnya sontak Langsung menutup tubuh polosnya dengan tangannya dan kembali ke dalam kamar mandi
Lewis yang sudah berpakaian bingung melihat Tika yang sudah berpakaian dan berdandan
"Mau ke mana sayang sepertinya kau sangat bahagia." tanya Lewis
__ADS_1
"Kau tau sayang aku sangat bahagia putri kita hamil." ucap Tika
Lewis berdiri kaku mendengar hal tersebut, putri kecil dan mungilnya sedang hamil, bagaimana bisa apalagi tubuh putrinya kecil pikir Lewis yang belum bisa berpikir jernih
"Bagaimana bisa dia masih terlalu kecil untuk hamil apa Deni tak bisa menahannya sampai rose besar." ucap Lewis dengan segala pemikirannya
"Kau ini rose tubuhnya saja yang kecil tapi kan umurnya sudah masuk dua puluh tahun, kenapa juga Deni harus menahannya dia kan Suaminya." ucap tika
"Kau memang ibu paling tak berperasaan bisa-bisanya kau mengatakan itu pada putrimu yang sangat lemah lembut dan cantik." ucap Lewis
Tika memutar matanya malas, Langsung berlalu dari hadapan suaminya dia malas meladeni suaminya yang akan selalu membesar-besarkan Maslah kalau menyangkut Putrinya
Lewis yang masih mengomel tak sadar kalau Tika telah berlalu ke luar dalam kamar, Lewis yang menyadari hal tersebut langsung keluar menyusul istrianya
Tika yang sudah masuk ke dalam mobil hendak melajukan mobilnya, Lewis Langsung masuk tanpa kata ke dalam mobil
Tika menoleh melihat lewis, "kau yakin akan ikut dengan pakain seperti itu." tanya Tika, Lewis mengaguk yakin
__ADS_1
Tika mengehembuska nafasnya kasar, tolong pakai celana mu jika ingin ikut aku tak mau membawa pria yang tak memakai celana." ucap Tika
Jangan lupa like komen vote dan hadiahnya