
Setelah kepergian muji Brayen dan Brian mulai berbicara serius mereka sampai lupa waktu, ponsel Brayen berbunyi membuat pembicaraan ke dua saudara kembar tersebut terhenti
Brayen sangat terkejut saat melihat jam di ponselnya ternyata sudah jam dua subuh dini hari
Astaga ternyata sudah jam dua subuh tutur Brayen membuta Brian langsung melihat ponselnya
"Sebaiknya kita segera pulang aku takut istriku akan berpikir macam-macam ucap Brayen, Brian mengaguk setuju, mereka bergegas pulang ke rumah
Sedangkan Rani terbangun, dia melihat sekelilingnya tak ada siapapun, Rani memeriksa ke dalam kamar mandi tapi nihil, melihat ponsel dan kunci mobil Brayen yang biasa berada di meja dekat tempat tidur membuta Rani yakin Brayen keluar
Rani kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur tapi kemudian Rani menghentikan kakinya saat melihat ayahnya sedang duduk di sofa sambil menonton TV
Rani mengambil minum lalu duduk di samping ayahnya, need terkejut saat Rani Sudah mendudukkan bokongnya di samping need
"Kau belum tidur sayang." tanya need
"Aku terbangun karena kehausan, tapi saat terbangun aku tak menemukan Brayen apa ayah melihatnya." tanya Rani
"Ayah tak melihatnya apa dia meminta ijin padamu saat pergi." tanya need
__ADS_1
"Tidak dia pergi saat aku sedang terlelap, mungkin dia sedang ada urusan penting." ucap Rani
"Mana ada seorang pria beristri keluar sampai jam dua subuh begini, sebaiknya kau bertanyak pada Brayen dengan jelas di mana keberadaannya dan apa yang di lakukanya." ucap need mencoba menghasut Rani
"Tapi ayah itu tidak mungkin aku tau Brayen sangat mencintaiku." ucap Rani yakin pada suaminya
"Kau tau laki-laki di Dunia ini selain ayah semuanya dapat menyakiti perasaan mu." ucap need
"Kau harus menghukum Brayen sekali-kali agar dia tak melakukan hal seperti itu lagi, kau tau kan ayah selalu menjadi pria terbaik untuk ibumu." ucap need Banga
"Tapi kenapa ayah membawa selimut dan bantal ayah ke ruangan tv, kenapa tidak menonton di kamar saja." tanya Rani
"Oh ayah Ingin mencari suasana baru saja." ucap need asal
"Tumben ayah mencari suasana baru, biasanya ayah akan di kamar terus." ucap Rani
"Kau tak akan tau, yang jelas ayah ingin kau harus tegas pada Brayen agar dia tak berlaku seenaknya, kalau perlu usir dia dari dalam kamar agar dia tidur di kamar lain sehingga dia tak melakukannya lagi ." ucap need kembali menghasut Rani
"Tapi ayah kan belum tentu apa yang ayah katakan tentang Brayen adalah nyata, jangan Samapi dia sedang berkerja bersama Brian karena mereka sering bertemu di saat malam ." ucap Rani yang mengetahui sifat Suaminya
__ADS_1
"Kau jangan terlalu percaya pada Brayen siapa tau saja dia hanya menipumu." ucap need
"Baiklah ayah aku akan mendengar penjelasan Brayen terlebih dahulu." ucap Rani membuat need agak sedikit senang
Tak lama terdengar bunyi mobil Brayen masuk ke dalam rumah, Brayen menghentikan langkah kakinya saat melihat istrinya menatap tajam dirinya dengan mertua nya
"Lihatlah pakainya dia pasti habis dari sebuah klub malam." ucap need menghasut Rani
"Sayang kau terbangun aku akan mengatakan padamu dalam kamar sebaiknya kita masuk ke dalam kamar, kita tidak boleh mengagu ayah yang sedang melaksanakan semedi di ruanga ini." ucap Brayen
Membuat need mengumpat dasar menantu gak ada akhlak
"Sebaiknya dia berbicara di sini, kalau di kamar ayah tak bisa membantumu ." ucap need
Tapi Brayen yang mengetahui sifat mertuanya langsung mengendong istrnya dan masuk ke dalam kamar mereka dan langsung mengunci pintunya
Sementara need langsung mengumpat "dasar sial, hampir saja aku berhasil membuat Brayen di hukum seperti diriku.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1