TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
79


__ADS_3

Di sebuah kamar tepatnya di kamar Brian, Lusi menggeliat dia merasakan di sekitar tubuhnya sangat sakit apalagi era intimnya, Lusi memaksa membuka matanya, matanya menatap sekeliling kamar, saat melihat ke samping tampak Brian yang sedang tertidur


Lusi menagis saat mengingat apa yang terjadi, membuat Brian langsung terbangun mendengar suara istrinya, "sayang ada apa kenapa kau menangis." tanyak lembut Brian


Lusi menatap Brian, " aku punya kekasih, tapi menikah dengan pria lain dan bahkan aku menyerahkan tubuhku sendiri pada suamiku tanpa mengingat kekasihku." ucap Lusi


"Sayang coba lihat aku baik-baik, apakah aku sangat berbeda dengan kekasihmu Brian." tanyak Brian


Lusi menjadi bingung atas ucap Brian, "maksudnya nama kalian sama." tanyak Lusi


Brian menepuk jidatnya sendiri, mendengar pertanyaan Lusi, apa segitu jeleknya saat dia menyamar sehingga, Lusi tak mengenalinya saat dia melepaskan penyamarannya


"Apa kau tak mengenal kekasihmu sendiri, aku adalah Brian kekasihmu." ucapa Brian membuat Lusi terbelalak


"Tak usah berdusta, walaupun nama dan wajah kalian hampir sama saat Brian melepaskan kaca mata dan tai lalat serta rambutnya di perbaiki, tapi dia hanya orang biasa sedangkan kau kaya raya." ucap Lusi


"Aku adalah Brian yang sedang menyamar untuk mencari suasana baru inilah aku yang sebenarnya." ucap Brian

__ADS_1


Lusi semakin menangis, membuat Brian semakin panik, "ada apa aku mohon jangan menangis aku akan membuktikan semua ucapan ku." ucap Brian yang berpikir Lusi masih belum menerima hal tersebut


"Apa kau tak menyukai penampilan ku sekarang aku bisa memakai penyamaran tersebut jika kau lebih nyaman." ucap Brian, Lusi mengeleng,


"Aku akan tetap menyukaimu baik saat kau jelek apalagi saat kau se tampan ini, tapi aku sangat lapar, aku sudah tidak tahan lagi." ucap Lusi yang memang sangat lapar, karena belum makan sedari tadi siang


Brian terkejut dia baru tersadar bahwa istrinya belum makan sedari tadi siang karena pergulatan panas mereka Brian langsung bangun dan menelepon pelayan


Tak menunggu lama, pelayan Sudah membawakan berbagai macam makanan


Lusi yang ingin bangkit untuk ke kamar mandi, langsung merintih kesakitan saat kakinya mencoba melangkah, membuat Brian yang menyimpan makan di atas meja langsung berbalik melihat istrinya yang kesakitan memegang bagian bawah perutnya


Brian langsung memasukan tubuh Lusi ke dalam bathtub, agar bisa merilekskan tubuhnya


Merasa tubuhnya sangat nyaman dan mengurangi sakit di bagian intinya, membuat Lusi betah berendam, setelah merasa waktunya sudah cukup istrinya berendam, Brian langsung mengakat tubuh Lusi dari bathub, membuat Lusi sangat terkejut, aplagi dia masih belum mengenakan apapun, Brian membersihkan tubuh istrinya dengan handuk lalu memakaikan baju, Lusi tak dapat berkata apapun dia sangat malu karena bertelanjang, setelah memberika pakaian, Brian langsung membawa Lusi di sofa yang di hadapannya sudah tertata makanan


Lusi berbinar melihat makanan tersebut, tanpa aba-aba Lusi langsung melahap makanan tersebut seperti orang yang belum makan yg tiga hari tiga malam membuat Brian terkekeh geli melihat istrinya

__ADS_1


" Pelan-pelan saja sayang tak akan ada orang yang mengambil makananmu." ucap Brian


"Aku sangat lelah setelah tadi kau menyerap tenagaku habis-habisan." ucap Lusi tanpa pikir panjang


"Membuat Brian semakin Tersenyum mesum, berarti setelah mengisi tenaga kembali kita bisa melanjutkannya lagi." tanyak Brian


Membuat Lusi mengehentikan makanya dan menatap tajam Brian, "apa kau tak melihat sedari tadi aku menahan sakit karena perbuatanmu dan kau ingin melakukannya lagi apa kau ingin punyaku menjadi peyek." ucap Lusi


Membuat Brian langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkatan istrianya


"Baiklah, sekarang makanlah yang banyak." ucap Brian


"Kenapa kau tak makan bersamaku." tanyak Lusi


"Aku sudah makan malam saat kau masih terlelap tadi ." ucap Brian.


Sementara para suami sedang berlibur, membuat para istri juga ingin berlibur, setelah berdiskusi mama Erina, mama Eni, mama indah dan mama Tika serta anak gadis mereka berencana berlibur ke pantai, nenek Anita, nenek Elisa dan nenek Desi tak kalah antusias, nenek Anita mengusulkan villa mereka yang dulu di pakai saat mama Erina dan ayah David berlibur dulu

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2