TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
189


__ADS_3

Kelima pria tersebut langsung melangkahkan kaki masuk ke lorong sempit, tampak sebuah rumah yang sangat menyedihkan dengan pohon mangga yang menjulang tinggi dengan buah yang lebat


"Tampak seorang wanita tua dengan baju yang memiliki banyak tempelan, maaf nenek saya kembali membawa tuan saya yang hendak meminta mangga." ucap Reva


Brayen maju ke hadapan nenek tersebut. " maaf nenek kami mengagu nenek malam-malam begini, kami Ingin meminta mangga ." ucap Brayen


Nenek tersebut menatap Brayen tampak nenek Tersenyum "salam hormat yang mulia." ucap nenek sambil hendak berlutut, tapi Brayen Langsung menhan tubuh nenek tersebut, mendengar perkataan nenek itu membuat semua orang tampak terkejut


"Apa nenek mengenal kami." tanya Brayen


"Mana mungkin hamba tak mengenal yang mulia berdua." ucap nenek tersebut, membuat Brian yang di tutupi Galang dan Deni langsun menatap nenek tersebut


"Maafkan kami tak mengenali nenek." ucap Brayen sopan, "aku adalah ibu duta ." ucap nenek tersebut, membuat Brayen dan Brian sangat terkejut mendengar hal tersebut karena paman duta adalah orang kepercayaan si kembar saat kecil tapi saat mereka meninggalkan klan untuk bersekolah duta yang sudah di angap sebagai paman juga ijin untuk meningalkan klan entah apa yang terjadi


"Apa yang terjadi nenek di mana paman duta." tanya Brayen

__ADS_1


Nenek tersebut menagis mengingat bagaimana kejamnya wanita tersebut meninggalkan duta dan bayinya setelah di lahir kan


"Duta terpaksa meninggalkan klan pelindung demi merawat anaknya karena istrinya meninggalkannya ketika sehabis melahirkan hanya karena ada seorang pria yang kaya raya yang tertarik padanya semenjak itu duta bekerja sambil mengasuh putrinya tapi karena penyakit yang di deritanya membuat meninggal beberapa tahun yang lalu ." ucap nenek tersebut menangis pilu


"Duta pernah berpesan jika takdir mempertemukan aku dengan kalian, dia menitipkan ini pada ku untuk Kalian." ucap nenek


Brian langsun mengambil kertas berisi foto si kembar dan paman duta yang pernah di abadikan saat si kembar berada di istana


Untuk pangeran Brayen dan Brian


Sampaikan maaf ku untuk ibu ku yang tak pernah sempat aku bahagiakan aku malu meminta pada anda berdua tapi hanya anda berdua orang yang paling aku percaya di dunia untuk memilih pria terbaik untuk putriku.


Duta


Brayen dan Brian langsun memeluk nenek tersebut, maaf kami terlambat sedangkan ke tiga orang di belakang tak mengerti apapun tampak bingun

__ADS_1


"Bolehkah nenek meminta pria tersebut yang menikah dengan cucu nenek." ucap mama Duta sambil menunjuk Reva yang sedang melihat pohon mangga


Si kembar spontan menoleh melihat Reva dengan wajah seriusnya


"Pilihan nenek memang tepat karena di antara kami hanya dia yang belum menikah." ucap Brian


Sedangkan yang belum sadar bahwa ada yang akan terjadi padanya, nampak santai saja


"Baiklah kami akan menunggu lamaran besok pagi ucap nenek dengan senyuman." sambil mengeluarkan beberapa katung besar berisi mangga muda yang telah di petik


"Wah ternyata nenek sudah mempersiapkan segalanya dan ada lima kantung, nenek sangat pengertian jangan khawatir kami akan datang untuk menikahkan cucu nenek dengan lelaki pilihan nenek, kami datang melamar langsun akad nikah." ucap Brian


Sedangkan Revan yang tak tau apa-apa berpamitan dan mengakat kantor penuh buah mangga.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2