TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
109


__ADS_3

David yang sudah berada di dalam kamarnya langsung mencari ponselnya


David langsung menelepon desalan untuk bertanyak sesuatu, setelah selesai menelepon, beberapa pesan masuk ke ponsel David


Sementara di kamar Galang, Erina bingung dengan kelakukan David, "sayang aku akan menyusul ayahmu dulu." ucap Erina segara bangkit dan berjalan menuju kamar miliknya


Sementara Galang hanya bisa mengangguk saat ibunya meminta ijin , Galang juga kaget saat melihat reaksi ayahnya saat melihat kalung dan foto keluarganya yang selalu dia bawa dan di sembunyikan di saku celananya saat dulu


Erina yang sudah berada di depan kamar langsung masuk kedalam, saat tiba di dalam kamar tampak David duduk di sofa dengan wajah serius sambil melihat ponselnya


Erina mendekati David lalu duduk di sebelahnya dia penasaran dengan apa yang terjadi apalagi suaminya langsung mengambil kalung dan gelang tadi


David yang baru menyadari ke datang istrianya saat Erina duduk, langsung menoleh


"Sayang." ucap David sambil mengalihkan pandangannya pada Erina


"Kenapa langsung pergi, Memang ada apa dengan kalung dan foto tersebut, kenapa kelihatannya kau sangat terkejut." ucap Erina


"Maaf sayang tadi akan hanya terkejut saja melihat kalung dan foto yang Galang tunjukan ." ucap David


"Memang ada apa,? sampai kau segitunya." tanya Erina


"Kau tau sayang kita tidak perlu repot-repot memalsukan identitas Galang, kita hanya perlu memulihkan identitasnya yang selama ini telah hilang yang di akibatkan mama tirinya ." ucap David


"Maksudnya Galang adalah anak hilang tersebut." tanya Erina dengan wajah terkejut


"Iya dan asal kau tau mama tirinya juga memalsukan surat-surat tentang anak yang di bawa, agar seolah-olah anak tersebut adalah anak kandung papa Galang, tapi setelah mendengar ucapan Galang tadi, berati Galang adalah satu-satunya pewaris sah kedua orangtuanya." ucap david


"Apa karena itu kakek Yema bersikeras mencari Galang dan tak mau menyetujui usual ibu tiri Galang yang menawarkan anaknya sebagai gantinya." ucap Erina


"Sepertinya itu yang terjadi, tadi aku meminta desalan mengirimkan gambar kalung yang merupakan perjanjian antara kakek Galang dan kakek Yema dan kau tau ternyata kalungnya sama yang membedakannya hanya nama, kalung milik Galang di tulis Bima sedangkan kalau yang berada di tangan desalan Yema sesuai nama depan mereka masing-masing." ucap David

__ADS_1


"Wah ternyata putraku sebentar lagi akan menikah." ucap Erina kegirangan


"Tidak secepat itu karena ibu tirinya mengahancurkan semuanya tentang Galang membuat Galang tak terdaftar atau bisa di katakan Galang seakan-akan telah meninggal." ucap David


"Dasar perempuan iblis brengsek, iblis pelakon beraninya dia melakukan itu pada putraku, akan ku pastikan dia akan mendapatkan hukuman mati dariku tapi setelah aku menyiksanya." ucap Erina membuat david menelan silvanya akibat perkatan Erina


"Sabar sayang kau jangan terlalu marah aku akan pastikan membawanya ke hadapanmu nanati dan kau bebas melakukan apapun padanya." janji David


"Aku pegang kata-kata mu, kalau kau tak melakukannya aku sediri yang akan menculiknya dan membawanya ke istana dalam untuk aku beri pelajaran." ucap Erina membuta David mengaguk setuju


Sementara Galang yang tak ambil pusing dengan yang terjadi langsung bersiap tidur


Sementara itu di kota J tampak ibu tiri Galang yang bernama Helena sedang bersantai di taman belakang


Datang seorang pemuda dari arah belakang


"Mama kapan kita ke kota A, aku ingin bertemu calon istri ku yang cantik." ucap pria tersebut


"Ayolah Roby kau tau kan kita tidak dapat ke sana sebelum kita menemukan kalung yang menjadi syarat pernikahan itu akan terjadi." ucap Helena


Helena menghela nafasnya panjang lalu mengehembuska dengan kasar, " kau tau mama tak pernah melihat kalung tersebut seperti apa bentuknya karena mereka hanya mengatakan syarat pernikahan akan terjadi jika kalung tersebut sudah ada." ucap Helena


"Kalau begitu kenapa kita tak memasukan orang ke dalam rumah mereka agar kita dapat mengetahui bentuk kalung yang seperti apa yang mereka cari." ucap Roby memeberikan ide


"Kenapa tidak kau saja yang berusaha mendekati calon istri mu itu dan buat dia mencintai mu, lalu kau mengunakannya agar kau dapat melihat kalung tersebut, tapi kau bisa membuatnya jatuh cinta sehingga tak ada alasan mereka menolak kau menikah dengannya ada atau tanpa kalung tersebut." ucap Helena


"Mama benar juga aku akan mengejarnya dan membuatnya jatuh cinta padaku." ucap Roby


"Baikalah besok aku akan pergi ke kota A untuk memulai rencana ku." ucap Roby dengan semangat


"Ya nanati mama akan menyusul mu dengan ayahmu." ucap Helena

__ADS_1


Pagi menjelang di belakang istana pesawat jet Sudah terparkir sempurna di lapangan belakang istana, tampak semua orang bersiap untuk kembali pulang


Di dalam pesawat need terus memandang Rani yang masih tertidur pulas di dalam dekapan Brayen, yang sepertinya sangat kelelahan entah apa yang mereka lakukan sampai Rani masih terlelap


Eni yang melihat suaminya yang terus menatap Rani langsung, membawa wajah suaminya menghadap padanya


"Kau kenapa melihat Rani dan Brayen seperti itu." tanya eni


"Tidak aku hanya Ingin menatap wajah cantik putriku, sudah lama aku tak melihat dan memeluknya." ucap need


"Kau jangan khawatir karena untuk sementara mereka akan tinggal bersama kita sebelum rumah yang di siapkan Brayen siap." ucap eni


Mendengar hal tersebut bagaikan angin segera di telinga need


"Benarkah apakah Brayen setuju, bukanya dia memiliki hotel dan apartemen." tanya need


"Ya itu adalah permintaan ibu karena mengingat dirimu yang sangat menyayangi Rani." ucap Eni membuat Need mengaguk mengerti dia lalu merebahkan kepalanya dan tersenyum sambil menutup matanya


Setelah pesawat lepas landas, Brayen langsung ke kamar yang ada di pesawat tersebut untuk membaringkan Rani di ranjang agar tubuhnya istrnya tidak sakit


Kini pesawat telah mendarat sempurna tapi Rani masih saja terlelap, semua orang kembali di tempat masing-masing, Brian dan Lusi ke rumah David sedangkan Brayen dan Rani ke rumah need


Sementara itu di tempat yang berbeda tepatnya di tempat pemakaman orang tua Lusi tampak Erika dan mamanya sedang mengawasi tempat tersebut


"Mama kenapa Lusi belum datang juga, aku sangat lelah sudah tiga hari kita melakukan ini." ucap Rika


"Mama juga tidak tau, tapi yang jelas besok adalah peringatan kematian kedua orang tuanya, dia pasti akan datang." ucap mama Rika


"Semoga saja dia benar-benar datang aku sudah tidak sabar untuk menghancurkannya, beraninya dia membuat kita menjadi gembel seperti ini, dan dia enak-enak menikmati harta Tersebut." ucap Rika


"Iya mama juga Sudah Tidak sabar untuk menyiksanya, agar dia tau diri, beraninya di memperlakukan kami seperti ini yang merawatnya dan membesarkannya." ucap mama Rika dengan pedenya.

__ADS_1


Seperti itulah manusia kadang dia hanya mengingat apa yang dia lakukan pada orang walaupun tak iklhas tapi tak pernah mengingat apa yang sudah orang lain lakukan untuknya walaupun itu hanyalah hal kecil


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2