
Setah pikir panjang akhirnya Brian mendapatkan ide agar istrinya yang menyentuhnya bukan dia menyentuh istrinya sehingga dia menepati janjinya untuk tidak menyentuh istrinya.
"Sayang tunggu aku akan membuatkan minuman agar kau tidur dengan nyenyak ucap Brian membuat Lusi langsung menatap Brian bingung
"Tumben sayang kau membuatkan aku minuman." tanya Lusi
"Aku sangat menyesal telah membuatmu marah Apalagi sudah membohongimu berkali-kali hari ini dan dan sebagai permintaan maaf aku ingin membuatkan minuman agar kau bisa tidur dengan nyaman malam ini." ucap Brian sambil tersenyum tipis, Lusi Hanya mengaguk setuju
Brian datang dengan segelas jus di tangannya dan memberikannya pada lusi Langsung meneguk jus itu tanpa berpikir panjang apa dia masih belum tahu bahwa suaminya adalah ahli obat-obatan dan ahli racun sungguh wanita yang sangat lugu
Setelah meneguk minuman tersebut Lusi kemudian berbaring memejamkan matanya tapi kemudian dia merasakan sesuatu yang aneh seperti suhu di dalam kamar terasa panas dan dia sedikit gerah
Brian Langsung tidur disamping lusin dan bahkan dia membelakangi lusi seolah-olah dia tidak melakukan apapun sedangkan Lusi yang sudah di bawah pengaruh obat perangsang langsung mendekat dan memeluk Brian membuat langsung tersenyum
__ADS_1
"Sayang Apa yang kau lakukan kau bilang padaku untuk tidak menyentuh mu Aku mohon sayang jangan menyentuhku aku takut aku kilaf dan melakukannya padamu Aku tak ingin kau mengadukan kepada Mama ucap Brian seolah-olah dia tak melakukan apapun dan tak ingin disentuh oleh istrinya
"Sayang sepertinya ada yang salah dalam diriku kenapa rasanya aku sangat menginginkanmu sayang berbaliklah kemari dan sentuh aku." ucap Lusi
"Apa kau yakin sayang bukankah kau menghukumku untuk tidak menyentuhmu dan aku sebagai pria sejati harus menepati janji tersebut agar tidak menyentuhmu." ucap Brian
"Baiklah sayang aku yang akan melakukannya." ucap Lusi langsung naik keatas tubuh Bryan dan melakukan kan aksi panasnya
Dengan sukacita Bryan menyambut kelakuan istrinya yang direncanakannya dia bersyukur dalam hati mempunyai kepintaran untuk membuat apapun baik obat maupun racun dia tertawa dalam hati
"Yes sayang lakukan ." ucap Brian yang keasikan karena mendapatkan servis luar biasa dari Lusi
Lusi terus memberi kenikmatan pada Bryan,Hendra pria sangat menikmati Apa yang dilakukan istrinya ternyata menggunakan obat hasil penemuannya untuk istrinya sangatlah menguntungkan dirinya
__ADS_1
Sementara itu di Kamara Brayen perang dingin sedang berlangsung antara Rani dan Brayen
Rani tak Rani tak mau berbicara pada Brian sedangkan Brian Sedang berpikir bagaimana caranya agar Rani dapat memakan
Setelah berperang batin akhirnya Brayen mendapatkan ide agar istrinya mau berbicara padanya
"Aduh sakit sambil memegang kepalanya kepalaku semakin sakit." ucap brain lagi semakin mengeraskan suaranya
Rani menatap tajam Brayen, "udah tak usah pura-pura mengatakan sakit kepala aku tahu kau sedang berbohong saat ini." ucapkan Rani
"Tapi sayang kepalaku benar-benar sakit sekarang bahkan hampir pecah karena memikirkan dirimu yang sedang marah padaku kau tau saat aku tak mendengarkan suaramu terasa ada yang memukul kepalaku dengan palu." ucap Brayen mengeluarkan rayuan mautnya
"Kau tak usah berbohong atau berusaha menyenangkan hatiku aku sudah terlanjur marah padamu Aku ingin pergi melihat bintang tapi kau berpura-pura tidur Kau tahu aku sangat menyukai bintang aku pikir kita bisa melakukan hal-hal romantis di bawah taburan bintang." ucap Rani
__ADS_1
Senyum dibibir Brayen merekah sempurna akhirnya dia tahu apa yang harus dia lakukan agar istrinya tidak marah lagi.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya