
Ternyata tenda kamu sangat bagus sedangkan tanda-tanda ayah jelek aduh mana pinggang ayah sakit lagi kalau tidur di karpet ucap di deslan, agar Galang merasa iba padanya dan mereka bisa bertukaran tenda
"Mari ayah kita bisa tidur bersama dalam tenda." ucap Galang menwarkan
"Tapi bagaimana mana mungkin kita bisa tidur bersama di satu buah kasur ." ucap Desalan
"Sebaiknya ayah masuk dan melihat isi tendanya dulu." ucap Galang
Deslan langsung masuk tanpa permisi melihat dalam tenda langsung membuat deslan terkagum-kagum bagamana tidak ranjang ada dua apalagi kasurnya sangat empuk serta peralatan mandi lengkap, peralatan masak lengkap serta ada sebuah lemari kecil yang ternyata berisi pakaian Galang dan ada tempat mandi lengkap." membuat desalan tak percaya tenda Tersebut seperti rumah saja
"Karena kau memaksa ayah untuk tidur di tenda mu ayah akan tidur di tenda mu karena ayah merasa tidak enak untuk menolaknya." ucap deslan
"Setelah ini ayah apa yang akan kita lakukan." tanya Galang
"Oh iya kau harus mengumpulkan kayu kita akan memasak diluar tenda akan membuat makan langsung mengunakan apa yang di miliki alam." ucap Desalan
__ADS_1
Deslan Tersenyum dalam hati pasti Galang akan pusing karena dia harus menebang pohon untuk memperoleh kayu sedangkan dia tak mempunyai senjata tajam apapun,pikir deslan sambil tertawa dalam hati menunggu desalan, dengan memakan cemilan yang dia bawanya
Desalan sangat terkejut saat melihat Galang yang sudah datang membawa beberapa kayu yang sudah dipotong-potong dan sepertinya kayu tersebut di potong dengan alat sehingga kayu tersebut tertata rapih
"Kau sudah kembali dan wow Apa kau menyuruh orang untuk mengirim kayu-kayu ini ke tempat ini." tanya deslan yang tak percaya dengan mudah Galang mendapatkan kayu-kayu tersebut
"Tidak aku memotongnya lalu menyusunnya lalu membawanya kemari ayah." ucap Galang
Merasa kurang yakin dengan ucapan Galang menantunya deslan mencari ide agar dapat melihat Apa benar Galang yang telah memotong kayu tersebut
"Sepertinya kayu ini kurang untuk kita pakai sebaiknya kita pergi mengambilnya lagi Aku ingin lihat Bagaimana caranya Kau mengambil kayu tersebut." ucap Desalan, Galang hanya mengangguk setuju
Deslan memeriksa setiap sudut tempat tanpa ada yang dia lewatkan, "mana alatmu untuk memotong kayu." tanya Desalan
Galang mengeluarkan gergaji mini yang seperti senter mainan, membuat desalan Langsung tertawa terbahak-bahak melihat hal tersebut, " jangan bercanda cepat ambil gergaji listrik yang mungkin kau sembunyikan di antara pepohonan yang ada." ucap Desalan
__ADS_1
"Tidak ayah aku hanya mengunakan ini aku tak punya gergaji listrik yang aku sembunyikan." ucap Galang
Desalan menautakan alisnya melihat benda di tangan Galang, "baiklah coba sekarang lakukan kalau memang benda itu yang kau gunakan untuk menebang pohon." tantang Desalan
Galang memencet sesuatu membuat gergaji Tersebut mengeluarkan sinar laser, dan langsung di arahkan ke pohon tersebut membuat pohon tersebut tumbang seketika, desalan tercengan melihat hal tersebut, "dasar keluarga David gila bagaimana bisa dia menciptakan alat-alat seperti itu membuatku malu di depan menantuku sendiri sial." umpat Desalan
"Baikalah sekarang kita kembali ke tenda karena acara puncaknya adalah pada tengah hari." ucap Desalan yang masih mencari celah untuk bisa mengerjai Galang si menantu kesayangan
Di kediaman Need tampak Rani dan Brayen telah kembali, dengan saling berpegangan tangan, membuta need menatap jengah
Mereke semua sedang duduk di ruang keluarga Karena hari ini adalah hari libur
"Ayah." tegur Rani, ada apa sayang kau memangil ayah." tanya Need, Brayen akan mengajak kita pergi makan malam dan Brayen akan berbicara dengan ayah." ucap Rani
Membuta Need langsung menatap menantunya, "kau ingin membicarakan apa." tanya Need
__ADS_1
"Karena tiga hari lagi kami akan pindah jadi aku mengudang seluruh keluarga untuk makan malam dan sekaligus meminta maaf pada ayah." ucap Brayen
Need Langsung terdiam mendengar ucapan Brayen yang meminta maaf padanya.