TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
21


__ADS_3

setelah Brian melepaskan tautan bibir mereka,Lusi langsun menghirup sebanyak-banyaknya


"apa kau ingin membunuhku," tanyak Lusi yang baru bisa berbicara stelah menghirup udara sebanyak-banyaknya


"mana mungkin aku membunuh wanita secantik dirimu," ucap Brian


membuat ke dua pipi Lusi memerah bagaikan tomat


"kenapa wajahmu mereka seperti itu kau sengaja menggodaku ya ," ucap Brian yang sengaja menggoda Lusi karena gemas dengan tingkah istri rahasianya itu


Lusi menutup wajahnya hendak keluar dari ruangan tersebut karena merasa sangat malu , tapi sialnya saat bangkit dan hendak berlari keluar kakinya tersandung kursi membuatnya terhuyung ke depan , untung saja Brian langsun memegang tangan Lusi sehingga tak jatuh


Brian yang sudah memeluk Lusi dari belakang sehingga membuat tubuh mereka merapat sempurna,membuat si ubur-ubur langsung menegang,wajah Brian memerah menahan sesuatu,Lusi yang merasakan sesuatu mengganjal di belakangnya bingun hendak memegang si ubur-ubur,sontak saja Brian langsung memundurkan si ubur-ubur yang tak tau tata Krama itu


Lusi yang sudah terlepas dari Brian langsung berlari masuk ke kamarnya,sedang Brian langsung melangkah masuk ke kamar mandi demi menenangkan si ubur-ubur yang tak tau tata Krama tersebut


Lusi yang sudah berada di kamarnya langsung memegang dadanya karena jantungnya yang terus berdetak sangat kencang setiap berdekatan dengan Brian

__ADS_1


sementara Brian yang sedang berusaha menenangkan si ubur-ubur di dalam kamar mandi sudah membuat satu buah sabun hanya tinggal kenangan


sementara Brayen sedang memikirkan solusi agar nanti saat dia melamar Rani ,need tak bisa berkutik dan yang dapat membuat need tak dapat berkutik hanya ada dua orang ,pertama nenek Rania, ke dua ibu Eni Brayen langsung tersenyum sumringah


Brayen mengambil ponselnya dan menelepon asistennya,stelah itu dia melihat email yang masuk di leptopnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda


pagi telah menjelang di kediaman need kini tampak sepi hanya ada ibu need dan sang istri Eni yang sedang duduk santai sambil membaca majalah


tak berselang lama pengawal membawa sesuatu


"ini ibu ada hadiah dari brayen," ucap Eni mama Rani


ibu need juga penasaran mereka membuka hadiah itu bersama


"wah ini perhiasan untuk ibu dan ini perhiasan untuk mu," wah Brayen sangat perhatian dan royal tidak seperti suamimu banyak duit tapi gak pernah kasih kita hadiah,paling pas ulang tahun," ucap mama need


Eni hanya mengaguk saja

__ADS_1


"kita akan memakannya saat arisan nanti pasti banyak yang iri," ucap mama need


"aku juga mau pake yang ini,Memeng Brayen calon mantu idaman bangat ,"ucap Eni


"iya aku juga suka dia menjadi cucu mentuku," ucap mama need


"oh iya apa suamimu masih menghalangi Brayen untuk bersama Rani," tanyak mama need


"masih persyaratan yang sama dia ingin Brian memilih yang benar siapa yang dia inginkan waktu Rena dan Rani lahir dan hanya mengirimkan foto mereka tanpa berniat mempertemukan mereka," ucap mama Rani


"memang suamimu itu kehangatan,sudah pelit,licik, pendendam lagi aku bingung dulu ngidamnya apa sampai lahirnya yang kaya gitu," ucap mama need


mama Rani mencabik bibirnya,saat mertuanya mengatakan hal yang benar adanya


"tapi untungnya sifatnya hanya jatuh sama satu anak yaitu Rena, coba kalau kedua-duanya mirip need bisa gantung diri berjamah kita,apalagi Brayen bisa kabur dia ," ucap mama need


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2