
"Sepertinya kau sangat bahagia setelah mendapatkan telepon tersebut." ucap Ramesh terus menatap ke arah Sofi
"Maaf itu adalah telepon dari temanku." ucap Sofi membuat Ramesh menjadi lebih penasaran
"Bagaimana dengan ucapanku tadi bolehkah aku ikut makan malam bersama kalian." tanya Ramesh penuh harap
"Maafkan aku Tuan masalahnya makan malam ini adalah makan malam keluarga dan aku juga belum mengenal dekat dengan Tuan jadi maafkan aku tidak bisa mengajak tuan saat acara makan malam keluargaku." ucap Sofi tegas
"Baiklah aku ngerti pasti kau merasa kurang nyaman karena baru bertemu denganku baiklah aku mengerti." ucap Ramesh
Perkataan Ramesh membuat Sofi sedikit lega apalagi dia memang kurang nyaman dengan Ramesh yang sepertinya sifatnya berubah 180 derajat saat pertama bertemu
Sementara itu Steve yang sedang merasa bahagia melihat jam di pergelangan tangannya setelah melihat jam Steve bangkit lalu keluar menuju parkiran lalu masuk ke dalam mobilnya dan melaju ke tempat dimana Sofi berada
Sofi yang sudah berbicara dengan Ramesh hampir tiga jam lamanya merasa mulai bosan apalagi Ramesh terus mencari cara agar Sofi tidak kemana-mana padahal seharusnya pertemuan mereka sudah selesai satu jam yang lalu
__ADS_1
Mobil Steve sudah sampai di parkiran restoran Steve langsung menghubungi Sofi
"Maaf tuan Ramesh sepertinya jemputan ku sudah datang bolehkah aku izin untuk pergi terlebih dahulu." ucap Sofie yang sudah merasa tidak nyaman Apalagi setelah Steve mengabari dirinya bahwa dia telah berada di depan restoran
"Aku pikir aku yang akan mengantarmu untuk pulang kenapa kau memanggil seseorang untuk menjemputmu." ucap Ramesh kurang senang dengan yang dikatakan oleh Sofi
"Maaf tuan pasalnya aku sudah terlanjur menghubunginya tadi." ucap Sofi memberi alasan
"Baiklah aku mengerti mari kita keluar bersama." ucap Ramesh ingin mengetahui siapa yang menjemput Sofi
Steve langsung keluar dan menghampiri sofi dia terkejut melihat pria yang keluar dari restoran bersama Sofi yang merupakan pria yang bertemu mereka di club saat itu
Steve langsung merangkul pundak Sofi membuat Sofi langsung membeku sedangkan Ramesh langsung menatap tak suka pada Steve
"Ayo sebaiknya kita segera kembali ke rumah." ucap Steve agar bisa membuta Ramesh menyerah sontak perkataan Steve membuat Ramesh semakin menatap tajam pada Steve dan Sofie
__ADS_1
"Tunggu apa kalian tinggal bersama." tanya Ramesh merasa penasaran
"Tidak." ucap sofi sedangkan Steve berkata "iya." Ramesh menatap bergantian sofi dan Steve karena mereka menjawab dengan jawaban yang berbeda
"Maksudnya bagaimana nona sofi menjawab tidak sedangkan Anda menjawab ya jadi sebenarnya siapa di antara kalian yang benar." tanya Ramesh
"Sepertinya itu bukan urusan Anda tuan." ucap Steve sambil menarik Sofi masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya kemudian dia masuk ke pintu satunya begitu dia dan sofi sudah duduk Steve langsung melajukan mobilnya
Sedangkan Sofi hanya bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh Steve dia juga bingung harus berkata apa karena Tuan Ramesh sudah berlebihan dengan menanyakan masalah pribadinya pikir sofi
Di dalam mobil tampak Steve sedang menahan emosi sedang Sofi hanya mampu tertunduk dia bingung harus berbicara apa apalagi melihat wajah Steve Yang sepertinya sedikit kesal
Tapi Steve berusaha untuk menetralkan emosinya agar tidak membuat Sofi takut "kita akan langsung pulang ke tempat Jefri atau kau ingin ke suatu tempat." tanya Steve.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1