TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
9


__ADS_3

Brayen mengajak Rani ke restoran sederhana,mereka berdua masuk dan memesan makanan


"kenapa tadi pulang gak naik taksi,"tanyak Brayen lembut


"biasanya kakak Reni yang antar pulang tapi tadi dia mau jalan bareng temanya dan duit Rani juga di ambil ," ucap Rani dengan polosnya


membuat Brayen seratus persen yakin pasti Rani sedari dulu selalu tertutup dan tak pernah kemana-mana sangat berbeda dengan sifat kakaknya yang rasa penasarannya tinggi,mata duitan dan pelit seperti need, untung calon istrinya sebelas dua belas dengan sifatnya dengan bibi Eni


"terus kenapa jalan kaki gak suruh orang rumah jemput," tanyak Brayen


"Rani lupa ponsel Rani ketinggalan di kamar," ucap Rani sambil tersenyum tampak lesung Pipit kecil di bawah bibir Rani ,itu adalah lesung Pipit yang menandakan dia bayi yang Brayen tunjuk saat itu


Brayen benar-benar bersorak dalam hati,entah kebaikan apa yang dia lakukan dulu hingga dia menemukan orang yang tepat,yang merupakan wanita yang bisa membuat jantungnya berdetak kencang


"maaf kakak aku belum mengucapkan terimakasih dan maaf bila sudah merepotkan ," ucap Rani


"aku senang membantumu," ucap Brayen sambil tersenyum


Rani tersipu malu mendengar perkataan Brayen apalagi jantungnya terasa berdetak kencang walaupun penampilannya Brayan culun tapi wajahnya tetap saja terlihat tampan bagi Rani

__ADS_1


"kalau kau butuh sesuatu kau bisa menelepon ku,ini kartu namaku dan kau juga bisa ke ruko yang tadi adalah tempat aku bekerja," ucap Brayen


Rani mengambil kartu nama tersebut dan mengaguk


"kok nama kakak di kartu hanya ada huruf BG aja," tanyak Rani


"agar lebih mudah di baca aja,Rani bisa pangil kak Ray aja ," ucap Brayen


"oh aku panggil kak Ray aja deh ," ucap Rani


"ayah Rani gak marah,Rani pulang telat ," tanyak Brayen


"ayah lagi ada kerjaan di luar negri besok baru balik," ucap Rani


setelah makan Brayen mengatar Rani pulang ke rumah keluarga need


"sepertinya kakak pernah ke rumah Rani kok kakak tau jalannya ," tanyak Rani yang merasa bingun karena Brayen sepertinya sangat mengenal tempat ini


"tadi kan Rani sendiri yang bilang di jalan mawar dekat taman,soalnya kakak biasa jadi sopir online jadi biasa antar penumpang jadi hapal jalan jadi nanti kalau Rani butuh sopir telepon kak aja ," ucap Brayen meyakinkan Rani padahal dia sangat hafal karena separuh hidupnya adalah mengawasi rumah ini

__ADS_1


"oh iya kak aku lupa,maksih kak sudah tolong dan kasih makan Rani di antar pulang lagi ," ucap Rani tulus


"dalam otak Brayen tentu saja aku tak akan melepaskan kesempatan emas ini, mumpung si tua licik itu tak ad di tempat


"jangan lupa begitu sampai dia di kamar telepon kakak biar kakak bisa telepon balik ," ucap Brayen


Rani tersenyum lalu menggukan dan langsung keluar dari mobil


pagar langsung di buka, tampak beberapa pengawal heran melihat sang nona di antar mobil lain


"kok nona Rani sendiri nona Rena di mana," tanyak pengawal yang cukup dekat dengan mereka


"lagi jalan sama temanya paman ," ucap Rani


"itu tadi siapa yang antar nona," tanyak pengawal tersebut sesuai perintah need untuk mengawasi Rani


"oh itu tadi yang tolong Rani di jalan namanya Ray dia arsitek di ruko kecil dekat kampus ," ucap Rani


membuat kepala pengawal lega karena bukan Brayen yang seorang CEO, apalagi mobil tersebut memang mobil pasaran tak munkin seorang Brayen memakainya

__ADS_1


Rani langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya


Rani membelai tubuhnya setelah itu berganti pakaian rumah,kemudian mencari ponselnya yang ketinggalan.


__ADS_2