TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
168


__ADS_3

Desalan mempercepat makanannya dia sudah tidak sanggup melihat adegan demi adegan yang bisa membuatnya mungkin saja terkena serangan jantung


Sedangkan Galang sangat terharu bukan hanya orang tua angkatnya yang yang menyayanginya ternyata keluarga istrinya juga sangat menyayanginya


Setelah makan makan malam mereka sekeluarga berkumpul di ruang tengah


"Ayah, ibu, kakek terima kasih sudah menerima aku dengan lapang dada dan aku sangat menyayangi kalian." ucap Galang


Ucapan galang membuat semua orang terharu mereka hanya mengangguk dengan wajah sendu


Sedangkan Desalan yang mendengar hal tersebut hanya mengangguk saja tanpa merespon apapun beda dengan kakek dan juga istrinya serta ibunya Yang langsung memeluk Galang haru


Di kediaman David tampak David, Erina serta Lusi dan Brian sedang menonton di ruang tengah


Saat menonton televisi tampak tampak iklan makanan yang lezat membuat Lusi ingin memakan masakan tersebut, Lusi menelan silvernya saat melihat masakan Tersebut


Erina Yang terus Yang Melihat Lusi terus menatap makanan tersebut akhirnya bertanya "apa kau menginginkan makanan tersebut." tanya Erina


Lusi dengan cepat mengangguk dia memang sangat menginginkan makanan tersebut walaupun dia baru selesai makan

__ADS_1


"Tapi aku ingin sapinya sapi muda dan dimasak langsung oleh Brian ." ucap Lusi


Brian menatap tak percaya pada istrinya sejak kapan lusi suka memakan rendang apalagi Brian belum mempelajari bagaimana cara memasak rendang dan dia meminta daging sapi muda oh Tuhan pikir Brian


Erina langsung menatap Brian "apalagi yang kau tunggu cepat cepat cari daging sapi muda dan masakan rendang untuk istrimu kami menunggumu." ucap Erina


"Aku akan menyuruh pelayan untuk membelikan daging sapi muda ." ucap Brian


Lusi menatap Erina membuat Erina mengerti bahwa Lusi ingin Brian yang memilih daging sapi muda tersebut dan membelinya


"Kau sendiri yang mencari dan membelinya Lusi ingin kau yang melakukan semuanya tanpa bantuan siapapun." ucap Erina


Bryan terbelalak saat mendengar perkataan mamanya Bagaimana mungkin dia pergi mencari daging sapi muda


Bryan sangat terkejut mendengar perkataan Lusi daging kepala sapi muda demi dewa di mana dia akan mencari kepala sapi muda di malam seperti ini


"Sayang Apa kau bisa menahan menahan ngidam mu sampai besok pagi aku akan mencarinya besok pagi." ucap Brian


Membuat Erina dan David menatap tajam Brian sedangkan Lusi tertunduk

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau menyuruh istrimu untuk menahan ngidam nya Sampai besok pagi segera lakukan cari kepala sapi muda atau ayah akan melakukan sesuatu padamu." ucap David mengancam


Mendengar perkataan ayahnya Brian bergegas keluar untuk mencari daging kepala sapi mudah untuk istrinya tercinta


Brian yang sudah tiba di markasnya langsung disambut oleh para bawahannya


"Ada apa Tuan anda sepertinya sedang kesulitan apakah kamu bisa membantu." tanya Revan di tangan kanan Brian


Sedangkan di rumah keluarga Need tampak Rani dan Bryan sedang berada dalam kamar mereka tiba-tiba Rani ingin makan sesuatu


"Sayang aku ingin memakan ikan yang di pancing di tengah laut." ucap Rani tiba-tiba


Sontak saja Brayen yang masih duduk sambil menonton TV langsung membalikkan wajahnya kearah istrinya "Kau ingin apa sayang." tanya Brayen pada istrianya


"Aku ingin memakan ikan yang kakak pancing di tengah laut dan masih hidup saat kakak bawa pulang dan aku ingin saat ini juga." ucap Rani


Bryan Tak percaya apa yang terjadi istrinya memintanya untuk mancing di tengah laut saat malam hari seperti ini


"Tapi sayang ini sudah malam Bagaimana kalau besok pagi saja aku akan memancing ikan untukmu di tengah laut." tawar Brayen

__ADS_1


Mendengar perkataan suaminya Rani langsung keluar dan menuju ruang kerja ayahnya.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2