TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
77


__ADS_3

Di kamar Brayen, Brayen dan Rani masih di posisi saling menatap, Rani yang kehausan memutuskan tatapan mereka dan langsung meminum sesuatu di atas meja, entah sejak kapan minuman gak ada akhlak itu berada di atas meja tersebut


Brayen terbelalak melihat Rani meminum hingga tandas


"Sejak kapan ada jamu di meja ini bukanya tadi hanya air putih." tanyak Brayen


Sejak kita masuk kata nenek ini obat yang bagus untuk kelelahan." ucap Rani polos, setelah nenek Elisa mengatakan harus meminum jamu yang ada di atas meja Brayen yang sudah mereka sediakan


Brayen melihat ke arah Rani, dengan tatapan yang sulit di artikan


"Bolehkah aku memakai kamar mandi, tubuhku kurang nyaman." ucap Rani


Brayen hanya mengaguk saja, Rani berjalan ke dalam kamar mandi, tapi dia baru ingat bajunya kancingnya di belakang, Rani membuka sedikit pintu kamar mandi


"Bisakah kau menolongku membuka kancing dan menurunkan resleting nya." tanyak Rani


Brayen langsung berjalan ke arah Rani, Brayen menelan silvanya saat melihat punggung putih milik Rani, bahkan kapal selam miliknya Sudah kegerahan


Rani langsung menutup pintu kamar mandi setelah merasakan bajunya sudah terbuka, semetara Brayen terpaku di depan pintu kamar mandi


Rani mandi tapi dia masih merasa gerah, setelah mandi, Rani merasa bingung tadi saat pertama mandi di kamar Sebelum menikah banyak handuk di dalam tapi sekarang tak ada, hanya ada satu buah lingerie yang tergantung


Rani langsung memakai lingerie tersebut, Rani membuka sedikit pintu untuk mengintip Brayen, melihat situasi aman, Rani langsung berlari hendak mengambil baju di atas sofa, tapi sialnya dia terpeleset dan hampir saja menabrak tembok dekat balkon untung saja Brayen yang baru masuk dari balkon langsung menangkap tubuh Rani

__ADS_1


Rani tampak menegang saat kulit tubuh mereka saling menempel, karena Brayen hanya mengunakan boksernya saja


Melihat tubuh molek istrinya, membuat kapal selam Brayen langsung memegang, tanpa kata apapun Brayen langsung mencium bibir Rani


Rani yang sudah di kuasai oleh nafsu menyambut keganasan bibir Brayen, Brayen langsung mengakat tubuh Rani ke atas tempat tidur, Brayen terus mencumbu Rani melepaskan rasa rindunya sekian tahun lamanya, bahkan Rani sampai kewalahan menyeimbangi Brayen yang sangat ganas di ranjang


Tubuh Rani Sudah polos begitupun Brayen, kapal selam milik Brayen sudah siapa berlabuh di pelabuhan milik Rani


Brayen mengarahkan kapal selam miliknya lalu mencari posisi yang pas untuk berlabuh, Rani meringis kesakitan saat kapal selam mencoba berlabuh, tapi sepertinya posisinya masih belum pas, Brayen langsung menerobos masuk ke pelabuhan milik Rani membuat Rani langsung mencakar punggung Brayen, kapal selam milik Brayen berlabuh pas di pelabuhan milik Rani, bersiap maju mundur cantik untuk mengeluarkan penumpangnya.


Sementara itu dia sebuah pulau tampak David,desalan, Lewis dan need yang masih belum sadar


"Ingat ya perjanjiannya kita tak boleh pulang selama tiga hari atau menelepon istri kita." ucap David


Apa yang bergelantungan di kantung celana mu." tanyak David pada desalan yang melihat sesuatu bergelantungan di saku celana milik desalan


Desalan cengengesan dan berusaha memasukan benda tersebut, " bukan apa-apa ini hanya sapu tangan milikku." ucap desalan sambil berusaha menyembunyikan barang tersebut


"Coba perlihatkan pada kami, sepertinya itu bukan sapu tangan." ucap Lewis


"Benar ini sapu tangan milikku." ucap desalan


David dan Lewis saling memandang, Lewis langsung memegang tubuh desalan agar tak bisa bergerak, David lalu mengambil barang yang di sembunyikan oleh desalan

__ADS_1


Mata David dan Lewis terbelalak saat melihat bahwa yang di sembunyikan desalan adalah ****** ***** indah yang belum di cuci, sontak saja David langsung membuang barang tersebut tepat ke wajah desalan, desalan langsung mengambil cepat barang tersebut dan menyembunyikannya


"Bisa-bisanya kau membawa ****** ***** istrimu yang habis di pakainya." ucap David geleng-geleng kepala


desalan hanya cengengesan saja tak mau menangapi ocehan david


"Apa kau mencium seperti ada yang memakai parfum wanita sedari tadi di pesawat." tanyak Desalan pada David


"Iya sepertinya parfum ini Sangat familiar." ucap David


Kedua pria tersebut menatap Lewis yang pura-pura tidak tau, "jangan bilang kau memakai parfum istrimu." tanyak David pada Lewis


"Oh tidak tadi saat istriku memakai parfum, tak sengaja bajuku juga terkena parfum miliknya." ucap Lewis membela diri


"Terus ini apa." tanyak Desalan saat melihat tas kosmetik lengkap dengan nama Tika di tas tersebut


"Itu pasti tak sengaja terbawa olehku, pasalnya tadi ku pikir tempat alat cukur milikku." ucap Lewis


Membuat desalan dan david hanya bisa memandang Lewis dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sekarang coba isi tasmu perlihatkan pada kami, karena kau sudah melihat isi tas kami berdua yang barangnya merupakan lima puluh persen milik istri kami." ucap Lewis


David dia membeku saat ke dua pria tersebut menyuruhnya memperlihatkan isi tasnya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2