
Para kanibal itu langsung menuju pantai bersama balita yang dijadikan sandera tampak dari jauh tampak Mereka melihat niscaya yang sedang terkubur dengan terkubur badannya hanya kepala yang kelihatan dan dan yang lain sedang di ikat
"Mereka menangkap Mica dan yang lainnya apa yang akan kita lakukan." tanya si buncit
"Bagaimana bisa mereka menangkap mica apa kabar kan sudah tahu bahwa kita adalah manusia kanibal." ucap si kurus
"Sepertinya mereka bukan orang biasa dan juga bukan orang yang mudah dibohongi Apa yang harus kita lakukan sepertinya Mereka sedang memanggil bala bantuan." ucap si kekar
Sebaiknya kita memanggil yang lainnya agar agar membantu kita jumlah kita ditambah dengan yang lain akan lebih banyak daripada jumlah mereka yang hanya berjumlah sepuluh orang sedangkan kita berjumpa tiga puluh orang
"Tapi yang lagi sedang berjaga di tempat masing-masing apalagi sekarang jumlah tahanan kita melebihi batas dari kurungan yang ada sehingga penjaga lebih banyak di tempat di tempat tahanan kita ." ucap si buncit
"Kita akan memindahkan tahanan di dalam goa yang tertutup sehingga para tahanan tidak akan melarikan diri dan mereka akan susah ditemukan oleh orang lain." ucap si kekar
"Baiklah aku akan memanggil mereka agar membantu kita untuk menghabisi orang-orang tersebut." ucap si kurus lalu masuk ke dalam hutan
__ADS_1
Sementara itu Brayen dan lain sedang mengamati situasi Mereka melihat ada pergerakan dari tiga orang yang tadi melarikan diri kemudian mereka melihat salah seorang yang masuk kembali ke dalam hutan membuat Brayen semakin yakin kalau mereka sedang memanggil kawanannya untuk menyerang mereka
"Galang keluarkan kaca pelindung yang bisa melindungi kita agar tak dapat di lihat oleh siapapun dan kita bisa mengawasi gerak-gerik mereka aku ingin istraha."ucap Brian
Galang Langsung mengeluarkan benda tersebut sehingga membuat mereka terlindungi dari arah manapun tapi alat itu hanya bertahan selama lima jam saja
Setelah memasang kaca pelindung Galang Langsung mengeluarkan tendanya membuat Reva dan Deni terkejut, si kembar juga mengeluarkan tenda mereka untuk beristirahat
Deni dan Reva hanya bisa melihat, Deni Tersenyum saat melihat tenda Galang yang memiliki dua tempat tidur
"Wah tenda kalian luar biasa apa Brian yang membuatnya." tanya Deni karena keahlian Briana dalam menciptakan penemuan hebat sudah tak di ragukan lagi
"Maaf ini tidak untuk di jual lagi pula barang ini terbatas, aku kan sudah bilang kau memintanya pada Briana tapi kau mengatakan belum butuh." ucap Galang
"Sedangkan Reva mendekati tuanya, tuan bagaman denganku." tanya Reva
__ADS_1
"Memangnya kenapa denganmu." tanya balik Brayen
"Tuan aku tak memiliki tenda." ucap Reva
Brayen Langsung memberikan kain terpal pada Reva, membuat Reva menatap tak perca pada tuanya
"Tapi tuan bagaman mungkin kami memasang terpal Sedang kaca pelindung sudah di pasang." ucap Reva
Brayen Langsung memberikan payung pada Reva, membuat Reva Langsung tepuk jidat jadi bosnya menyuruh mengelar terpal untuk dia duduk bersama para pengawal dengan mengunakan payung
"Itu bentuk hukuman kecil untukmu atas kejadian tadi malam." ucap Brayen
Membuat Reva mengehembuska nafasnya kasar dia pikir bosnya sudah lupa tentang foto yang dia pajang di pintunya ternyata tidak
Sedangkan para pengawal santai mengelar terpal tersebut sambil duduk bersila sambil menikmati suasana
__ADS_1
Sedangkan mica terkejut melihat apa yang ada di hadapannya sedangkan si buncit dan si kekar tampak menggosok-gosokan matanya karena sudah tak melihat keberadaan mica dan yang lainnya
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya