TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
74


__ADS_3

Need pun Pasarah membiarkan para wanita yang memeriksa kamar Brayen, tapi dalam hati dia terus berdoa semoga putrinya tak berada di dalam kamar Brayen


Need bingun saat mamanya membawa alat perekam, " mama kenapa mama membawa alat tersebut." tanyak need


"Ini adalah bukti agar tak ada yang salah di tuduh dan bisa ada bukti kalau sampai terjadi sesuatu yang tak di inginkan." sontak ucapan sang mama membuta, need cemas dengan keringat dingin dan jantung uang berdetak sangat kencang


Nenek Elisa berbalik melihat eni, "apa kau sudah mempersiapkan ambulance dari rumah sakit." tanyak Nene Elisa pada sang menantu


"Mama tenang saja aku adalah dokter yang akan siapa dua puluh empat jam untuk need." ucap eni, membuat nenek Elisa mengaguk setuju


Baiklah kita akan berpencar mencari Rani, semua orang sibuk mencari Rani


Sedangkan ke dua orang pengantin baru, sedang bergulat penuh aksi di siang bolong, Brian benar-benar tak kenal lelah, si ubur-ubur sangat bahagia bertemu lubang di bawah air, apalagi Lusi yang sangat agresif membuta Brian, semakin menggila di buatnya


"Oh sayang kau sangat memuaskan." ucap Brian di sela-sela permainannya, sedangkan Lusi hanya bisa pasrah saat tenaganya berangsur-angsur terkuras, Brian yang baru merasakan surga dunia, terus saja mengulang perjalan ubur-ubur keluar masuk lubang bawah air


Lusi terbaring tak berdaya setelah tiga jam melayani hasrat Brian, sedangkan Brian, Tersenyum sumringah saat selalu melakukan aksinya, Brian mencium seluruh wajah Lusi yang penuh keringat


"Aku sangat mencintaimu sayang." ucap Brian dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya

__ADS_1


Sementara itu semua orang sudah sibuk mencari Rani sampai lah para nenek dan emak-emak di Kamara Brayen yang di jaga oleh Deni dan Galang


Galang yang melihat rombongan tersebut langsung menarik tangan Deni untuk pergi bersembunyi ke salahsatu kamar


"Bagaman apa kau sudah menyiapkan kamera." tanyak nenek anita pada nenek Elisa


" Aku sudah menyiapkannya bahkan sudah sedari tadi." ucap nenek Elisa


Tok tok tok tapi tak ada yang membuka, click pintu terbuka mereka langsung menerobos lengkap dengan kameramen nya, tiba-tiba mama Eni berteriak histeris saat melihat Putrinya Rani berada di atas ranjang saling berpelukan hanya dengan selimut, entah teriakan terkejut atau bahagia, tapi dari wajah mama Eni dia sangat bahagia


Brayan pura-pura, terbangun di susul Rani, Rani yang melihat dirinya berada di dalam kamar seorang pria yang tadi menculiknya langsung berteriak histeris


"Apa yang kau lakukan padaku kau harus bertanggungjawab." ucap Rani yang berpikir bahwa dia telah di nodai


"Mama." pangil Rani pada Eni, Eni mendekat dan memeluk putrinya


Kalian berdua mandi kami akan membersihkan tempat ini, ucap nenek anita


Mereka langsung melakukan aksinya saat Rani masuk ke kamar mandi, "mana daranya." tanyak nenek Elisa pada mama Eni, Eni meyerahkan darah tersebut dan di teteskan ke kasur sedikit lalu di kembalikan

__ADS_1


"Sudah ayo rekam kembali agar di edit." ucap nenek Anita, setelah para nenek dan emak-emak menjalankan aksinya, mereka membuka pintu kamar, tampak need dengan wajah memerah menahan emosi, apalagi melihat ranjang yang berantakan dengan noda darah di sana


Need yang melihat Brayen hanya mengunakan boksernya langsung maju dan memukul Brayen, Brayen hanya Pasarah, David, Lewis dan desalan yang baru datang ke kamar Brayen langsung menahan need


"Katakan di mana putriku." tanyak need


Belum juga Brayen menjawab Rani keluar dari kamar mandi, meliahat putrinya seperti itu membuat hati need sangat sakit, need tiba-tiba sesak nafas


Eni dengan sigap, membawa alat bantu pernapasan agar suaminya tidak pingsan karena dia harus menikahkan Rani d hadapan penghulu terlebih dahulu


Rani sangat terkejut melihat ayahnya, Rani yang sudah berpakaian hanya bisa tertunduk malu, dia langsung memeluk neneknya.


Brayen langsung masuk ke kamar mandi walaupun mendapatkan satu pukulan dari need Brayen Tersenyum begitu masuk ke kamar mandi, dari pada dia harus mengunakan cara lamaran biasa yang pasti panjang ceritanya Akibat paman need yang akan menghalangi dengan berbagi cara.


Untung saja dia bertemu Rani tadi sehingga dia bisa melakukan aksinya agar dia bisa menikahi Rani dengan cepat tanpa ada lagi alasan yang akan di buat-buat oleh paman need untuk menghalangi rencananya.


Semua orang keluar dari kamar tersebut, need yang masih sesak nafas tak dapat berkata apapun dia masih sangat terkejut melihat apa yang terjadi, apalagi semua orang melihat kejadian tersebut lengkap dengan rekaman yang di pegang oleh mamanya sendiri membuatnya semakin lemas tak berdaya


Need tak menyangka ke datangnya kali ini bersama putrinya yang baru dia bawa ke rumah David akan berakhir dengan pernikah anaknya

__ADS_1


Sedangkan Eni berusaha memberikan perawatan terbaik pada suaminya.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2