
"Sayang apa tidak mengapa kalau menantu kita mendapatkan apa dia inginkan Bagaimana nanti kalau cucu kita ileran karena ibunya tak makan apa yang dia inginkan." tanya David
"Tenang saja sayang sebenarnya Lusi tidak ngidam daging kepala sapi muda tapi ngidam rendang kepala sapi muda, maksudnya rendang dengan tulisan kepala sapi muda di bungkusanya itu kan salah satu bisnis mama, Brian saja yang tak tau." ucap Erina
"Membuat David langsung menatap tak percaya pada Erina, "jangan bilang kau sengaja mengerjai Brian." tanya David
" Iya lucu juga kalau lihat dia panik dan mencari daging kepala sapi muda, ternyata rasanya benar-benar nikmat saat di makan hangat-hangat ." ucap Erina sambil terus makan sekali-kali menyuapi suaminya yang sedang makan ikan bakar
"Kenapa ayah mengambil ikan Brayen." tanya Erina
"ayah ingin memberikan dia pelajaran karena sudah membuat aku malu di hadapan need,dan agar dia lebih dekat dengan mertuanya, bisa-bisanya dia melupakan istrinya dan asik memancing di tengah laut ." ucap David
"Terus Rani Giman dia kan ngidam makan ikan di tengah laut hasil tangkapan Brayen." tanya Erina
__ADS_1
"Aku sudah duluan menyuruh seseorang membawakan ikan tersebut dan sudah di makan Rani tapi Brayen tak tau." ucap David
Kedua orang tersebut langsung tertawa terbahak-bahak , sedangkan setang kuadrat nampak frustasi karena tak menemukan apa yang mereka cari sedangkan Lusi dan Rani saling melirik penuh arti
"Kita harus bagaman kalau hilang." ucap mereka serempak dengan rasa frustasi
"Sayang bagaman kalau ngidamnya di ganti aja sayang." ucap Lusi membuat Brian berbinar
"Aku mau kakak menyumbang ke pantai asuhan yang sering aku datangi saat dulu." ucap Lusi dengan senyuman
Brian bernapas lega itu hal yang sangat mudah untuk dia lakukan "tentu sayang pagi ini juga sumbangan sudah ada di panti asuhan tersebut, sebaiknya mari kita masuk untuk istirahat." ajak Brian sambil mengaden tangan istrinya menuju kamar Mereka
Sedangkan Brayen yang melihat hal itu tertegun semudah itu Lusi memberikan permintaan pada Brian sungguh Brayen harus mengakui adiknya menang pandai memilih istri
__ADS_1
"Sayang Giman kalau gak ada ikan " tanya Brayen yang berdoa permintaan Rania sama dengan permintaan Lusi
"Aku hanya ingin agar kau dan ayah saling berpelukan dan kau harus meminta maaf pada ayah aku hanya menginginkan itu." ucap Rani mantap karena baginya need adalah sosok ayah yang sangat mencintainya
Brayen terdiam sesaat setelah mendengar permintaan Rani, baiklah besok aku akan mengajak kalian makan malam kita akan berkumpul dan aku akan meminta maaf dan memberikan kado untuk ayah." ucap Brayen dengan senyuman manisnya
Brayen dan Rani kini sudah berada di kamar mereka, sayang ayo istirahat kau pasti sudah lelah." ucap Brayen sambil membuka tangannya agar istrinya masuk ke dalam pelukannya, Rani langsung merebahkan tubuhnya di dalam pelukan suaminya
Di kediaman Galang tampak Galang sedang terlelap bersama Yema, tapi tak lama kemudian sebuah ketukan mengagu tidur ke duanya Galang langsung terbangun dan melihat jam masih jam empat subuh, membuat Galang bingung siapa orang yang mengetuk pintu jam empat subuh
Galang merapikan pakaiannya dan langsung melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya, Galang sangat terkejut saat melihat siapa yang berada di depan pintu kamarnya.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1