TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
238


__ADS_3

"Tidak kau pasti mengerang semua cerita itu tak mungkin keluarga rustam melakukan hal tersebut mereka sangat beruntung Budi pada keluarga Lusi." ucap Steve tak percaya


"Kau ini sangat keras kepala aku melakukan semua ini demi kebaikanmu." ucap Jefri


"Katakan padaku siapa suami Lusi Aku ingin bertemu dengannya." ucap Steve


Jefri langsung mentap Steve "aku rasa kau sudah bertemu dengannya bukankah kau mengatakan kemarin kau bertemu dengan pemilik perusahaan B&B dan kalian sedang melakukan kerjasama." ucap santai Jefri


Steve langsung terbelalak mendengar perkataan Jefri, "kau jangan mengada-ada, jadi Lusi menikah dengan asisten Galang." ucap Steve


Jefri langsung mentap bingung pada Steve Karen berpikir Galang adalah suami Lusi


"Apa maksudmu Galang buka tapi pemilik B&B yang asli." ucap Jefri


Steve langsung mentap tajam Jefri, "kau jangan bercanda kau juga tau siapa pemilik B&B mereka adalah anak kembar keluarga Guetta dengan Ratu kerajaan benua." ucap Steve yang seakan-akan tak percaya

__ADS_1


"Iya Lusi adalah menantu keluaran Guetta." ucap Jefri


Tampak wajah Steve shyok mendengar hal tersebut, apalah dirinya di banding pangeran keluarga Guetta


"Siapa suami Lusi dia antara Brian dan Brayen." tanya Steve dengan wajah sendunya


"Lusi menikah dengan Brian adik Brayen ." ucap Jefri


Steve bangkit dari meja restoran tersebut Tampa kata meningalakan Jefri seorang diri, Jefri yang melihat hal tersebut bergegas menyusul Steve setelah membayar makan siang milik mereka


Kini Jefri dan Steve sudah berada di sebuah ruangan, apa yang kau lakukan, apa kau ingin mati." ucap Jefri pada Steve yang seperti orang bodoh


Steve tak bergeming hanya mampu tertunduk lesu melihat semua yang terjadi pada dirinya Sekarang dia bingung harus melakukan apa karena tujuan hidupnya hanya untuk bersama Lusi


"Sekarang istirahatlah tenangkan pikiranmu aku tak tau ke mana aku membawamu jadi aku membawamu ke hotel ini." ucap Jefri

__ADS_1


Setelah melihat Steve yang nampak masih minum lalu naik ke atas ranjang membuat Jefri sedikit tenang


"Terimakasih." ucap Steve


Jefri mengehembuska nafasnya kasar melihat keadan sahabatnya seperti itu apalagi terlihat jelas kalau sahabatnya sangat frustasi dan patah hati mendengar semua yang terjadi siap orang yang tak patah hati tapi semua sudah terjadi, namanya bukan jodoh mau di apakan tetap hasilnya sama saja


"Baikalah aku akan kembali ke kediaman ku terlebih dahulu, aku akan kembali lagi, kau sebaiknya tidur itu bisa membuatmu lebih jernih dalam berpikir." ucap Jefri setelah itu melangkah keluar dari kamar hotel tersebut


Sementara itu di restoran tampak Brian dan Lusi sedang menikmati makan siang mereka dengan canda tawa


Di perusahan Steve tampak asistenya mondar-mandir di dalam ruangan Steve menunggu atasannya tersebut yang tak ada kabar sejak makan siang


Di mana tuan Steve aku sudah berusaha menghubunginya tapi kenapa tak ada jawaban pikir asisten Alvin sambil terus memeriksa ponselnya dan berjalan kesana-kemari di dalam ruangan Alvin


Sementara di kamar hotel Alvin yang sedang paha putih tak dapat menyembunyikan kesedihannya setelah mendengar fakta mengenai Lusi, Steve menyesal tak mencari informasi sejak dulu mengenai Lusi agar bisa melindunginya, tapi semua sudah sangat terlambat, nasi sudah menjadi bubur.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2