
Brayan sangat terkejut melihat istrinya berlari keluar menuju ruang kerja ayah mertuanya
Dengan sigap Brayen berusaha untuk menyusul istrinya agar tidak sampai masuk ke ruangan ayah mertuanya
Tapi tampaknya Brayan belum beruntung untuk menahan istrinya ayah mertuanya sudah membuka pintu duluan
Rani langsung memeluk ayahnya, sontak saja Need sangat terkejut karena putrinya menangis sambil memeluk dirinya
"Ada apa sayang kenapa kau menangis apa dia menyakitimu." tanya need sambil menatap tajam Brayen
"Aku ingin makan ikan yang dipancing oleh Brayen tapi dia menolakku dan mengatakan untuk memakannya besok pagi saja, sedangkan aku ingin sekali memakan ikan malam ini ayah aku ingin makan ikan." ucap Rani mengadu pada Need
"Bagaimana mungkin kamu lakukan pada putriku yang hanya ingin makan ikan dan kau pun tak mau memancing untuknya." ucap Need
"Tapi ayah dia ingin memakan ikan yang aku pancing di tengah laut malam ini juga." ucap Brayen
"Sayang jika suami mu tidak mau memancing ikan malam ini kau jangan tidur dengannya." ucap Need meberikan ide liciknya
Sontak saja Brayen sangat terkejut mendengar perkataan need, Rani langsung menatap Bryan dengan tatapan yang sulit diartikan
"Aku tidak akan tidur bersamamu jika kau tak membawa pulang ikan yang kau pancing di tengah lautan malam ini." ancam Rani
__ADS_1
"Baiklah sayang aku akan membawakan ikan yang aku pancing di tengah laut untukmu sekarang mari kita kembali ke kamar terlebih dahulu Aku ingin mengambil kunci mobil di sana." ucap Brayen merayu istrianya
Brayen dan Rani akhirnya kembali ke kamar mereka
"Sayang aku akan keluar dulu untuk memancing ikan di tengah laut kau istirahatlah terlebih dahulu aku akan membangunkan mu begitu aku mendapatkan ikannya." ucap Brayen
Rani mengangguk setuju lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur, Brayen mencium kening istrinya lalu beranjak keluar menuju mobilnya
Brayen melajukan mobilnya ke markas, Brayen terkejut karena melihat mobil Brian yang berada tepat di depan markas, Brayen memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Brian
Brayen masuk tampak Brian sedang sedang bersama Revan
Para penjaga memberi hormat sontak Brian dan Revan memandang Brayen yang baru datang dengan mimik wajah yang sama dengan Brian saat datang
Brran menghembuskan nafasnya kasar saat melihat kakak kembarnya berada di markas
"Kalian tahu istriku ngidam dan dia ingin memakan rendang tapi rendangnya terbuat dari daging kepala sapi mudah dia menginginkannya malam ini." ucap Brian
Revan terbelalak mendengar perkataan Brian
Kau dan Aku sama saja istriku juga minta hal yang aneh dia meminta aku memancing ikan di tengah laut lalu membawanya hidup-hidup untuk dilihat olehnya." ucap Brayen
__ADS_1
"Brian menoleh pada saudaranya apa istrinya juga hamil muda." tanya Brian
Kami juga belum periksa tapi menurut ibu mertuaku kemungkinan besar Rani sedang hamil muda
Cukup prihatin melihat kedua tuan mudanya yang tampak sangat frustasi setelah mendapatkan perintah ngidam dari istrinya
"Bagaimana kalau kami membantu mencarikan daging kepala sapi muda sepertinya salah satu pengawal mempunyai saudara penjual daging." ucap Revan yang mengingat salah satu pengawalnya pernah membawa daging untuk di makan bersama dan mengatakan bahwa daging tersebut dari sepupunya penjual sapi
Wajah Brian yang tadinya mendung menjadi terang benderang seperti mentari yang bersinar setelah mendengar perkataan Revan
"Benarkah baiklah tolong panggilkan pengawal tersebut Aku ingin meminta tolong padanya." ucap Brian
Revan langsung keluar dari ruangan dan bergegas memanggil pengawal yang dimaksud
Pengawal tersebut langsung memberi hormat pada Bryan dan Bryan selamat malam Tuan muda Apa yang bisa aku bantu." tanya pengawal tersebut
"Apakah kau memiliki saudara yang mempunyai peternakan sapi bisakah kau menolongku untuk membeli sapi muda miliknya dan aku hanya menginginkan daging kepalanya saja." ucap Brian
"Benar Tuan sepupu saya memiliki peternakan saya akan segera ke tempatnya untuk membeli sapi yang anda inginkan dan memotongnya untuk anda ." ucap pengawal tersebut lalu memberi hormat dan keluar meningalakan ruangan tersebut
Brian bernapa lega akhirnya dia mendapatkan kepala daging sapi muda untuk dia buat jadi rendang.
__ADS_1
jangan lupa ,like, komen, vote dan hadiahnya