
Setelah puas berbelanja Rika kembali pulang ke rumahannya menunggu mobil yang dia beli dari dealer, Rika dengan santai duduk di ruang tengah sambil memakan cemilan dan meminum jus
Tak berselang lama mobil baru Rika datang, setalah menandatangani beberapa berkas, pihak dealer Langsung kembali
Mama Rika yang baru keluar dari kamarnya, heran melihat mobil mewah yang baru di beli Rika, sayang ini mobil siapa." tanyak mama Rika
"Ini mobil dari Jefri." ucap Rika dengan pedenya
" Wah ini sangat bagus, kenapa kau tak bersama Jefri saja, apalagi dia Sudah memberikan mu ATM dan mobil." tanyak mama Rika
"Aduh mama Jefri itu memang kaya tapi tak sekaya Galang, apa mama tau aku melihat Galang membelanjakan empat orang wanita sekaligus dengan kartu yang hanya di miliki oleh pengusaha kelas dunia." ucap Rika sambil menceritakan apa yang di lihatnya
Membuat mama Rika berbinar, " benarkah, sungguh pria yang tepat untuk mu yang seorang model yang sangat cantik dan terkenal." ucap mama Rika memuji putrinya
Sementara itu Jefri yang mendapatkan WhatsApp dari Rika megenai pembelian yang sudah di lakukanya termasuk mobil mewah, Tersenyum miring, " dasar wanita benalu." ucap Jefri
__ADS_1
Sementara itu di sebuah tempat tertutup yang memang sengaja di siapakan Brayen, tampak Rani sedang menunggu Brayen untuk menyampaikan kabar gembira bahwa, ayahnya merestui hubungan mereka
Brayen masuk dengan senyumannya melihat Rania yang tersenyum sumringah
"Apakah kau lama menunggu maaf aku datang secepat mungkin." ucap Brayen
"Tidak kau tidak terlambat, aku yang terlalu cepat datang kemari." ucap Rani yang memang lebih cepat lima menit karena kampusnya yang dekat dengan tempat tersebut
Brayen tersenyum lalu duduk di samping Rani, " apa kau tau setiap aku dekat denganmu kenapa rasanya berbeda dengan berdekatan dengan orang lain, seperti kau sudah bersamaku sebelum aku lahir." ucap Rani sambil tertawa
"Kau ini, kenapa kata-kata mu selalu manis, kau tau kau bisa membuatku diabetes atas semua ucapan manis mu." ucap Rani
"Kau tau semua ucapan ku untukmu adalah semua yang keluar dari hatiku." ucap Brian langsun mengecup sekilas bibir Rani
Membuat Rani langsung memukul lengan Brayen
__ADS_1
"Oh iya apa yang ingin kau katakan sehingga mengajakku bertemu." tanyak Brayen, " kau tau ayahku sudah merestui hubungan kita bahkan dia mengatakan, untuk membawa keluarga mu ke rumah." ucap Rani
Membuat Brayen menautkan ke dua alisnya, apa ini jebakan atau apa
"Memang apa lagi yang di katakan oleh ayahmu." tanyak Brayen
"Saat kau dan keluarga mu datang dia akan memanggil para sahabatnya agar mereka bisa melihat, pertemuan keluarga kita." ucap Rania polos
Brayen Tersenyum sumringah saat menyadari bahwa,paman need sengaja melakukan hal tersebut agar, Brayen tak mengaggu Rani lagi, sesuai kesepakatan jika Rani jatuh cinta atau berhubungan dengan pria lain, maka Brayen harus bersedia mundur dan mengaku kalah
" Wah itu berita yang sangat bagus, aku akan melamar mu tepat di hari ulangtahun mu." ucap brayen membuat Rani langsung terbelalak
"Kau akan melamar ku,bukanya kita hanya akan makan malam keluarga." tanyak Rani
"Tidak sayang aku ingin secepatnya melamar mu, agar kita dapat menikah." ucap Brayen sambil mendekati wajah Rani dan langsung melahap bibir mungil tersebut sambil tangannya menahan kepala Rani.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya