
Spontan Deaslan langsung menyemburkan kopinya ke wajah ayahnya sendiri, sontak semua orang terkejut melihat desalan
"Apa yang kau lakukan." teriak ayah desalan sambil membersihkan wajahnya dari sisa kopi semburan dari mulut desalan
"Maaf ayah aku tak sengaja." ucap desalan bergegas bangkit dari duduknya dan berjalan keluar hendak menuju mobilnya, tapi langkah Galang terhenti saat melihat mobil lainnya masuk ke dalam halamannya
Tampak Helena dan Roby keluar dari dalam mobil dan langsung menuju ke arah deslan yang berniat keluar, Desalan menatap bingung pada ke dua orang yang datang ke kediaman mereka di saat masih jam sarapan
"Selamat pagi tuan saya ingin bertemu dengan." belum selesai berucap tampak kakek Yema datang dari belakang desalan
"Oh nyonya Helena, maaf kami tak menyambut kalian, mari silahkan masuk." ucap kakek Yema
Helena dan Roby langsung masuk ke dalam bersama kakek Yema, yang merangkul bahu desalan agar jalan bersama
Membuat Desalan semakin gelisah jadinya, dia ingin mengecek sesuatu di kediaman david, perasan Desalan jadi bercampur aduk mengahadapi setuasi yang ada di hadapannya apalagi Yema belum di temukan dia berharap semua yang ada di benaknya tidak terjadi, Yema hanya sedang melakukan sesuatu dan segera kembali pulang
"Sementara itu di kediaman David tampak Yema dan Galang yang berada di dalam kamar Galang, kita akan menemui ayah dan mamaku terlebih dahulu untuk meminta ijin dan restu terlebih dahulu setelah itu baru kita pergi bertemu orang tuamu." Yema mengaguk Setuju
__ADS_1
Sementara Erina sedang bahagia karena berhasil menipu putranya yang polos
Erina dan David yang sedang berada di tempat makan, pura-pura terkejut melihat Yema berada di rumahannya sepagi ini
Yema kau di sini, kapan datang dan kenapa kalian bersama." tanya mama Erina sambil menatap ke dua pria dan wanita tersebut
"Ayah, mama aku ingin bicara di ruang kerja." ucap Galang tak ingin yang tau apa yang terjadi selain ke dua orang tuanya
Erina dan David bangkit lalu berjalan menuju ruang kerja David, sedangkan Lusi dan Brian hanya biasa menatap ke empat orang tersebut yang telah menghilang di balik pintu
Erina dan David yang masuk dan langsung duduk di sofa sedangkan Galang langsung berlutut di depan orang tuan angkatannya, David dan Erina sangat Terkejut, putranya yang satu ini memang sangat sensitif dan selalu merasa diri bersalah bila telah melakukan sesuatu
"Maafkan aku karena telah melakukan kesalahan besar pada Yema dan aku mohon mama mau memberikan aku restu untuk bersama Yema ." ucap Galang
Membuat Davi dan Erina kegirangan dalam hati atas ucapan David
"Apa yang kau lakukan jangan bilang kau telah merenggut masa depan Yema." ucap Erina dengan air mata kebahagiaan bagi Erina yang di angap air mata kesedihan bagi Galang
__ADS_1
Galang tak sanggup menatap ke dua orang tuanya dia hanya mengaguk, sedangkan Yema hanya tertunduk tak tau harus melakukan apa
"Baiklah mama akan memaafkan dirimu karena telah mengakui perbuatanmu dan bertanggungjawab atas perbuatanmu, mama akan selalu mendukung mu." ucap Erina
Galang langsun memeluk Erina dengan erat, sedangkan Erina dan David langsung saling melirik dan Tersenyum
Sekarang Galang dan Yema sudah duduk saling berhadapan dengan Erina dan David
"Terus apa yang akan kau lakukan." tanya David
"Bisakah ayah dan mama melamar kan Yema untuk ku, aku Ingin ke rumah Yema untuk melamarnya." ucap Galang
"Tentu saja mama sudah menyiapkan segalanya untuk melamar Yema." ucap Erina keceplosan
"Maksud mamamu dia akan meyiapakan apa yang di butuhkan saat kau melamar." ucap David memperbaiki ucapan istrianya
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1
Selamat tahun baru semoga kita semua selalu di beri kesehatan, umur panjang, rezeki yang banyak..... Amin