TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
203


__ADS_3

Kini mereka sedang berkumpul di ruang makan tampak semua penuh rona kebahagiaan tapi tidak dengan Deni perutnya masih terasa sakit akibat makanan yang diberikan oleh istrinya semalam


Galang yang teringat Brian dia langsung menelpon adiknya tapi ponsel Briana nampaknya tak aktif membuat Galang sangat khawatir


"Brayen Apa kau sudah menghubungi Briana." tanya Galang


"Oh ya semalam aku menelpon Briana dan dia mengatakan akan pergi ke kerajaan benua untuk berlibur." ucap Brayen


"Pantas ponselnya tidak aktif mungkin dia sedang naik jet pribadi untuk pergi ke kerajaan benua ucap." galang


"Memangnya ada kenapa kau bertanya seperti itu apakah ada sesuatu yang kau ketahui dan kami tak ketahui tentang Briana." tanya Brian


"Tidak aku hanya khawatir saja pasalnya baru kali ini kita liburan tanpa mengajaknya Apalagi kita semua berada di sini." ucap Galang tak ingin membuat si kembar curiga


"Kau tak usah terlalu khawatir dia pasti akan menghubungimu ketika dia sudah melihat pesan yang kau kirim." ucap Brayen


"Ayo kita sarapan aku akan mengajak kalian ke sebuah pulau." ucap Brayen

__ADS_1


Mereka pun sarapan bersama setelah selesai mereka berniat untuk pergi ke sebuah pulau di seberang sana untuk melihat keindahan alam pulau yang tak berpenghuni tersebut tapi tidak dengan para wanita hanya para pria saja yang akan ke sana, karna hari ini para wanita akan membuat acara tersendiri tanpa pria


Tampak sebuah sekoci yang dapat memuat beberapa orang Brian turun bersama Brayen, Galang, Deni dan Reva serta beberapa pengawal untuk menuju pulau tersebut


Saat sampai di pulau tersebut Brayen Langsung memberikan kode pada Brian dan yang lainya agar berhati-hati


Sementara di dalam hutan tampak beberapa orang pria dan wanita sedang memakan daging


"Sepertinya ada mangsa baru aku melihat sebuah kapal pesiar besar sedang mengeluarkan skoci sepertinya mereka akan ke sini." ucap seorang pria berbadan buncit


"Apakah mereka pria atau wanita." tanya seorang wanita


"Rasanya air liurku menetes mendengar hal itu aku tak sabar untuk memakan daging mereka." ucap wanita tersebut


"Sepertinya mereka bukan orang sembarangan karena mereka membawa beberapa pengawal bersama mereka." ucap pria yang lain yang tampak sedikit kurus


"Bagaimana kalau kita menyerang kapalnya saja saat mereka ada di sini." ucap pria lainnya yang tampak berbadan kekar

__ADS_1


"Kapal tersebut di jaga sangat ketat walaupun kita berhasil masuk aku tak yakin bisa keluar dari sana." ucap pria yang berbadan buncit


"Jadi kita akan menyerang orang yang datang ke pulau ini karena kita sudah mengetahui semua wilayah di sini." ucap si pria kurus


Sementara Brayen Langsung membisikan sesuatu pada Brian membuat Brian mengaguk Langsung menekan tombol di bajunya begitupun Brayen


"Wah pulau ini sangat indah tapi sepertinya ada jejak manusia di pulau ini apa mungkin pulau ini berpenghuni." tanya salah satu pengawal


"Sepertinya begitu tadi aku tanpa sengaja melihat sosok bayangan dari dalam hutan." ucap pengawal yang lain


Sedangkan Reva hanya mendengarkan pembicaraan para pengawal begitupun yang lainnya


"Tuan apa kita akan memasuki hutan." tanya salah satu pengawal


"Tentu saja aku ingin melihat isi hutan ini sebelum aku kembali ke kapal." ucap Brayen, yang lain ikut mengaguk


Sementara itu di tengah hutan di bawah batu tampak anak-anak dan orang dewasa di kurung bagai binatang.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2