
Yena masuk ke ruangan Deni dengan kesal karena dus besar yang dua bawa menutupi kepalanya, sedangkan sekertaris Deni tampak santai Tanpa beban stelah membantu Yena membuka pintu
Deni terkejut melihat kardus besar yang di angkat oleh seseorang di tambah beberapa kotak makan di tangan kiri dan kanan
Begitu pintu tertutup rapat Yena langsung berteriak, " Kaka Deni!!!."Deni langsung bangkit dan mengambil kardus yang berada di tangan Yena
"Ada apa ini kenapa kau membawa kardus dan kotak makan ke dalam ruanganku." tanya Deni
"Tanyakan saja para fans fanatik mu yang memaksaku untuk membawa masuk semua ini ke dalam ruangan mu, bahkan mereka mengintip ku apakah aku sudah masuk apa belum ke dalam ruangan kakak." ucap Yena kesal
"Kenapa kau tak memberikannya pada orang lain atau kau berikan saja pada sekertaris ku dia tau apa yang harus di lakukan untuk semua hadiah ini." ucap deni
"Tiba-tiba otak Yena bekerja, aku akan menyimpannya saja di dalam ruangan istirahat kakak nanati kami akan menyuruh seseorang mengambilnya." ucap Yena
Membuat Deni menatap Yena, "apa kau akan menjual semua barang-barang ini ." tanya deni
"Apa kakak pikir aku sudah gila menjual barang pemberian orang, aku akan menyumbangkannya untuk panti asuhan dan untuk makanan aku akan memberikannya pada orang yang membutuhkan." ucap Yena
__ADS_1
"Syukurlah kau masi waras." ucap Deni
Ponsel Deni berbunyi tampak pangilan dari Galang yang mengajak mereka makan bersama di restoran depan perusahaan
"Ayo kita ke restoran Galang dan Yema sudah menunggu di sana." ucap Deni
Yena dan Deni keluar, langsung menuju restoran tersebut, tampak dia sejoli sudah menunggu
"Apa kalian sudah lama ." tanya Deni pada Galang
"Kakak Galang tipe idaman wanita bangat pantas saja rose kagum dengan kakak Galang menjadi kakak Galang tipe pria impiannya." sontak saja ucapan Yena Membuat Deni menatap tajam Galang yang berada tepat di hadapannya
Deni merasa mendapatkan saingan berat, Bagaimana bisa Galang menjadi pria yang menjadi penghalang cintanya walaupun hanya kagum saja tetap saja itu adalah hal yang membuat Deni cemburu dan juga iri
"Benarkah apakah rose pernah mengatakan hal tersebut." tanya Deni
"Iya dia mengatakannya saat kakak Galang pernah berkata lewat pesan singkat bahwa baginya kakak Yema adalah ratu dalam hati dan hidupnya dan kami semua membaca pesan tersebut." ucap Yena
__ADS_1
"Benarkah memangnya rose suka pria romantis dan bermulut manis." ucap Deni
"Iya romantis dan bermulut manis tapi bukan Playboy seperti kakak Deni." ucapa Yena
Sontak Deni langsung menatap serius pada Yena, "kenapa Kalian bisa mengatakan kalau kakak Deni playboy." tanya Deni
"Apa kakak ingat pernah jalan di mall bersama seorang wanita bertubuh seksi, saat itu kami juga ada di mall tersebut dan tak berselang beberapa hari kakak jalan lagi bersama gadis yang berbeda, membuat kami semua kompak menyatakan bahwa kakak Seorang playboy." ucap Yena dengan semangat, membuat Yema ikut mengaguk
Deni tertegun saat mendengar semua perkatan Yena, pantas saja rose sangat cuek dan seolah-olah selalu menghindar darinya, sekarang dia baru tau penyebabnya
"Tapi kakak sudah insyaf sekarang dan sedang jatuh cinta pada satu orang wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak kakak." ucap deni
"Sayang makan yang banyak aku tidak mau kau sampai jatuh sakit apalagi sekarang kau sudah bekerja, karena tanpamu di ruanganku seperti semua warna yang ada di dalam hidupku ikut pergi bersamamu." ucap Galang
Membuat Deni menatap tak percaya sejak kapan sahabatnya menjadi sepuitis ini, sungguh kemajuan yang luar biasa pikir Deni
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1