
Desalan dan Galang langsung menoleh, saat melihat pintu terbuka, David menautakan alisnya saat melihat Galang dengan wajah sendu dan mata memerah menahan air matanya
David Tersenyum melihat putranya dari kecil hanya Galang yang normal walaupun wajahnya datar, beda dengan kedua putranya yang lain licik luar dalam sepertinya, itulah mengapa Erina dan dirinya sangat menyayangi Galang karena merawat Galang seperti memiliki anak normal walaupun hanya anak angkat
"Apa yang kau lakukan pada putraku." ucap David sambil mendekat pada dua orang yang dalam ruangan tersebut
Galang langsung menunduk dan menghapus air matanya, sedangkan desalan mengehela nafas panjang melihat sahabatnya yang tampak kesal karena melihat putranya yang bersedih
"Kami hanya sedikit berbincang-bincang, tentang masalah pribadi." ucap desalan berusaha menyembunyikan Maslah yang ada
Galang memberi hormat dan bergegas keluar dari ruang kerjanya, Erina yang baru keluar dari kamar melihat Galang yang tampak bersedih, langsung menyusul putranya
"Sayang." pangil Erina sambil membuka pintu, tampak Galang yang duduk di sofa tak bergeming
Erina mendekati putranya, " sayang ada apa? katakan pada mama. Galang menatap sendu pada mama yang merawatnya
"Aku mencintai Yema mama, tapi itu tak mungkin lagi." ucap Galang
Erina terdiam mendengar penuturan putranya
"Apa kau ingin mama membantumu untuk memiliki Yema." tanya Erina
Galang menatap mamanya, " bisakah mama melakukanya membuat Yema menjadi milik Galang." tanya Galang
"Mama akan membantumu tapi dengan 2 syarat, setelah menikah kau harus tinggal di rumah yang sudah mama siapkan dan kau harus menyetujui tiga permintaan mama." ucap Erina
Galang mengaguk pasaran dengan apa yang di ucapkan mamanya, baginya yang penting dia bisa menikah dengan Yema
"Baiklah angap saja kau dan Yema adalah jodoh yang ditakdirkan untuk bersama sekarang minumlah ini agar kau bisa beristirahat dengan baik." ucap Erina, Galang hanya mengaguk melaksanan perintah Erina
Erina keluar dengan senyuman, "akhirnya aku berhasil membuat Galang selalu berada di dekatku, pasti cucu darinya akan normal seperti dirinya." ucap Erina tertawa dalam hati
Erina menelepon seseorang setelah menelan, Erina Tersenyum licik, "beraninya kalian membuat putraku menangis." ucap Erina kemudian berlalu sambil menunggu kabar dari seseorang
Sedangkan di ruang kerja setelah kepergian Galang, sekarang tinggal David dan Desalan saling berhadapan dengan wajah serius
"Kalau ini masalah antara Yema dan Galang sebaiknya kalian bertindak hati-hati dalam melakukannya, karena Erina tak akan menerima jika kalian menyakiti putranya." ucap David
__ADS_1
"Aku ke sini meminta padamu agar jangan ikut campur dalam masalah Galang dan Yema, aku yakin kalau kau sudah tau bahwa mereka memiliki hubungan, aku Hanya tak ingin ayahku kecewa." ucap deslan
"Kalian hanya mementingkan kekecewaan kalian di bandingkan masa depan dan perasan putri kalian." tanya David
Desalan terdiam sesaat mendengar perkatan David
"Kau tau kan ayah ku memiliki penyakit jantung, aku tak mau karena Maslaah ini jantung ayahku kumat." ucap desalan
"David mengehembuska nafasnya kasar, apa kalian yakin jalan yang Kalian pilih adalah benar dengan memisahkan Galang dan Yema ." tanya David
"Aku tak tau apa keputusanku benar apa salah tapi yang pasti, aku akan melakukan apapun untuk kesehatan ayahku." ucap desalan
"Aku akan melakukannya tapi kalau Masalah Erina kau bisa langsung mengatakan padanya ." ucap David santai
"Bisakah kau saja yang mewakili ku untuk berbicara dengan Erina." ucap desalan yang merasa takut pada Erina
"Kalau yang itu aku juga tak mampu kau tau sendiri bagaman Erina pada Galang bahkan perhatiannya melebihi daripada untuk si kembar." ucap David
Membuat Desalan menjadi bingung, kalau sampai Erina turun tangan, pasti Malam ini anaknya sudah ada di ranjang Galang, desalan yang tersadar dari pemikiran tersebut langsung menatap David
"Apa Erina tau Maslaah tentang Yema dan Galang." tanya Desalan
"Apa yang terjadi jika dia melihat putranya menangis." tanya desalan
"Semoga dia tak melihatnya, karena dia akan melakukan apapun untuk mewujudkan keinginan putranya dengan cara apapun, termasuk menculik gadis tersebut." ucap David
Membuat desalan ketar-ketir dan bimbang
"Apa Erina sudah beristirahat saat kau ke sini." tanya Desalan
"Sepertinya dia memang akan beristirahat." ucap David
"Syukurlah semoga dia tidak tau apa yang terjadi pada Galang." ucap Desalan
Sementara itu di sebuah kediaman mewah tampak beberapa pengawal bayang sedang membawa sesuatu keluar dari rumah tersebut tanpa di ketahui oleh para penjaga
Para pengawal bayangan yang sudah senior itu langsung membawa apa yang mereka telah ambil di sebuah rumah mewah lainnya
__ADS_1
"Bawa di masuk ke dalam kamar dan pastikan tak ada yang tau apa yang kalian lakukan malam ini." ucap seorang wanita
"Baik yang mulia." ucap mereka serempak dan pergi berlalu
"Sekarang waktunya kau membuatkan cucu untuk mama." ucap wanita tersebut lalu menyuntikkan sesuatu ke pada ke dua orang yang berada di atas ranjang yang sama, setelah melakukan hal itu, wanita Tersebut langsung keluar dengan wajah sumringah, masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat
Desalan yang sedang gelisah takut-takut kalau apa yang di pikirkanya dan yang di katakan David terjadi
"Bisakah kau melihat apakah Erina sudah beristirahat apa belum." tanya Desalan
"Memangnya ada apa Samapi kau menyuruhku memeriksa istriku." tanya David
"Aku mohon tolong periksa istrimu aku khawatirkan dia akan melakukan tindakan seperti yang kau katakan." ucap desalan
David bangkit menuju kamarnya, kemudian mendekati ranjang tampak istrnya tidur dengan senyuman di wajahnya
David kembali ke ruang kerjanya, "Bagaimana apa Erina sudah beristirahat." tanya desalan
"Tentu saja aku sudah tiga jam bersamamu, mana mungkin dia belum terlelap." ucap David, Membuat Desalan sedikit lega karena tak perlu khawatir
"Terimakasih karena kau mau mengalah baiklah karena ini sudah jam satu malam aku akan pulang dulu." ucap deslan berpamitan, David hanya mengaguk saja
David kemudian kembali ke Kamarnya untuk memberikan kehangatan pada istrianya
Sementara di sebuah kamar tampak sepasang muda mudi yang sedang melakukan ritual pembuatan cucu entah mereka sadar apa tidak yang pasti terjadi akibat pertemuan kereta ekspress dengan terowongan sempit
Desalan yang sudah berada di rumahnya bergegas ke kamarnya, desalan Tersenyum melihat istrinya yang terlelap, dia akan istirahat karena besok pagi nyonya Helen dan Roby akan datang untuk melamar Yema sekaligus penentuan pernikahan mereka
Pagi menjelang di rumah Desalan tampak sedikit demi sedikit ramai
Yena turun untuk sarapan, "kok gak barang Yema." tanya indah
"Aku gak tau mama dari tadi belum keluar." ucap Yena
"Bangunkan Yema, hari ini ada tamu penting dia harus bersiap, cepat bangunkan kakakmu." ucap indah
Yena memanyunkan bibirnya, melangkahkan kakinya menuju kamar kakak kembarnya Yema
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya