
Steve menatap ke arah sofi dan tersenyum lebar." kau memang sangat cantik seperti yang dikatakan oleh bunga." ucap Steve
Jefri yang mendengar hal tersebut hanya menautkan alisnya kemudian langsung menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan . "sebaiknya kita pergi sekarang ini hampir terlambat untuk makan malam." ucap Jefri
Keempat orang tersebut pun keluar menuju mobil mereka akan memakai mobil Jefri saja untuk ke tempat di makan malam mereka di restoran mewah yang sudah dipesan oleh Jefri
Sedangkan Ramesh yang juga sudah bersiap untuk pergi makan malam di lokasi yang sama dengan Steve dan Sofi sudah bersiap dengan risi
Kini Ramesh dan Risi sudah berada di restoran tampak mereka mengedarkan pandangannya melihat situasi restoran
Sementara itu si kembar Brayen yang sudah janjian untuk bertemu dengan Rino tampak bersiap untuk bertemu Rino sedangkan Rino yang masih ada di markasnya sudah bersiap rindu langsung menuju mobilnya begitu duduk dengan baik Rino segera melajukan mobilnya untuk bertemu Brayen sesuai dengan apa yang ditulis pada pesan yang telah dikirim seseorang padanya
__ADS_1
Rino sudah berada di sebuah ruangan VIP yang telah disediakan oleh Reva tampak menunggu dengan gelisah tak berselang lama Brayen datang dan langsung duduk dihadapan Rino, rino tampak terkejut dan bingung karena baru pertama kali melihat Brayen
Brayen menatap Rino "kenalkan aku adalah Pangeran Brayen Guetta anak dari Putri Erina dari kerajaan benua." ucap Brayen
Sontak saja perkataan Brayen membuat Rino sangat terkejut apalagi wajahnya seperti bule tidak menampilkan wajah seperti pangeran Bastian dan dia menyebut nama Guetta tadi belakang namanya itu membuat Rino semakin bingung saja siapa yang tidak mengenal keluarga Guetta mereka adalah pengusaha nomor satu di seluruh dunia
Melihat Rino yang tampak terkejut membuat Brayen tersenyum dia bisa melihat Rino adalah pria yang baik tidak seperti kakeknya yang mempunyai ambisi
Mendengar perkataan Brayen, Rino semakin terkejut jadi selama ini mereka sudah tahu apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan sehingga mereka mengirim pesan tersebut, "jadi anda sudah tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang aku lakukan sehingga ada mengirimi aku pesan." tanya Rino dengan wajah yang sulit di artikan
"Iya aku mengetahui semua yang kau lakukan dan aku juga tahu apa yang kau cari, maka dengan itu aku membawakan ini padamu kau bisa melihat sendiri apa yang sebenarnya yang terjadi pada saat itu di mana kau mungkin belum lahir." ucap Brayen yang memang lebih tua dari Rino
__ADS_1
Rino menatap buku yang dipegang oleh Bryan dan beberapa rekaman Rino tampak gemetaran saat mengambil barang tersebut
Rino mulai melihat buku tersebut dan melihat rekaman yang tadi sempat tertulis bukti kejahatan pangeran Wonda Rino sangat terkejut dia tak menyangka bahwa kakeknya tega membohonginya dan menjadikan alat untuk membalas dendam pada orang-orang yang tidak bersalah
"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi pada kalian dan keluarga Putri Erina Aku sangat merasa bersalah selama ini sudah berusaha untuk membunuh raja Bastian aku sangat meminta maaf atas perbuatanku yang sudah memasukkan orang-orang kedalam istana untuk mencari tau kelemahan anggota keluarga kerajaan." ucap Rino sambil tertunduk malu dia tak berani mengangkat kepalanya
Melihat hal itu Brayen semakin iba pada Rino bahkan pria tersebut meminta maaf dengan tulus padanya dan keluarganya
"Aku mengerti kau hanya tidak tahu apa yang terjadi." ucap Brayen
"Selama aku hidup aku hanya memiliki satu orang keluarga dia adalah kakekku aku tak mungkin mengabaikannya dan aku minta maaf atas nama kakekku dan ibuku karena berusaha menghancurkan keluarga kalian." ucap Rino.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote, dan hadiahnya