
Di halaman belakang tampak Brayen dan yang lainnya sedang berdiri sambil senyum-senyum melihat Reva yang datang "terima kasih Tuan mudah karena memberikan hadiah bulan madu pada aku." ucap Revan
"Aku pikir kau akan menolaknya karena kau kan bilang istrimu jelek dan kau tak ingin menikah aku berpikir untuk hanya membawa istrimu di kapal pesiar dan kau di kapal kecil saja agar kau bisa memancing dan istrimu bisa bersama kami untuk bersenang-senang." ucap Brayen mengerjai Reva
"Tidak Tuan istriku sangat cantik dan aku sangat menyukainya jangan lakukan itu Tuan biar aku bersama dengannya naik kapal pesiar untuk berbulan madu aku kan ingin buka paket biasa sambil menyelam minum air,sambil buka paket sambil mancing." ucap Reva
"Wah sejak kapan kau pintar berkata-kata ternyata setelah menikah kau bermulut manis saja aku pikir kau akan selamanya jadi batu Untung saja kami menemukan calon istri yang sesuai untukmu coba kalau tidak bisa jadi batu karang kau di laut." ucap Brayen
"Setelah melihat istriku aku baru sadar ternyata aku telah salah menilainya dan aku sangat bersyukur karena Tuan telah menjodohkan ku dengan wanita yang sangat cantik dan juga sangat baik." ucap Reva dengan muka memerah menahan malu
"Ternyata kau pintar mengambil hatiku dengan cara berterima kasih seperti itu tak kusangka mulutmu Semakin manis saja." ucap Brayen
"Aku belajar semua dari tuan yang mempunyai kepintaran tida batas." puji Reva
__ADS_1
Kini mereka semua telah berada di kapal pesiar, tampak Rani, Lusi, Rose Yema, Yena dan Rena berserta suami mereka masing-masing
Rena sudah merasa galau tanpa Mikhail walaupun ada Yena tapi kan beda ada rasa-rasa Giman gitu kalau ada kekasih hati
Tanpa di ketahui Rena Ternyata Mikhail ikut dalam liburan tersebut, Mikhail yang datang paling terakhir masuk ke kapal pesiar Tersenyum melihat Rena yang wajahnya mendung
Mikhail berniat memberikan kejutan sebentar malam saat acara makan malam bersama
Kini semua telah masuk ke dalam kamar masing-masing, tampak Brayen sedang bersama Rani dalam kamar
Rani tersenyum malu melihat suaminya yang Sudah mulai beraksi tapi pintu diketuk membuat Brayen menghentikan aksinya dan melihat ke pintu tampak Reva
Brayen memasang muka garang pada Reva karena mengagu aktivitasnya bersama istrinya, "maaf tuan tapi ini ada masalah yang sangat penting." ucap Reva, Brayen mengaguk mengerti
__ADS_1
Brayen masuk ke dalam, "sayang maaf ada iklan sebentar aku akan kembali." ucap Brayen sambil mencium kening istrinya
"Tuan sepertinya ada penghuni gelap di dalam kapal ini karena aku melihat beberapa orang menyamar mengunakan pakain pelayan." ucap Reva
"Baiklah tangkap mereka semua, katakan pada Mikhail kau sudah menemukan penjahat yang dia cari." ucap Brayen
"Baik tuan, tapi tuan setelah ini bolehkah aku buka paket malam pertama." tanya Reva
"Kenapa kau menanyakan hal itu padaku, bukananya kau sudah menikah, kau mau buka paket kapanpun itu adalah urusan mu." ucap Brayen
"Tapi tuan setiap akan buka paket sela saja ada kendala, apa karena aku pernah mengatai istriku jelek sehingga aku terkena karma gagal malam pertama." keluh Reva
"Kau harus mengantungkan tanda khusus di pintu mu agar tak ada orang yang berani mengetuk Kamar mu." ucap Brayen mengajarkan Reva
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya