
David melangkah menuju ke ruangan kerjanya di ikuti oleh Galang sedangkan yang lain kembali ke kamar
Di rumah kerja David, Galang tampak duduk dengan tenang di hadapan ayahnya
"Apa kau sudah selesai membaca buku yang kau temukan di ruangan ayah." tanya David
Membuat Galang cengengesan dan mengaruk Tengkuknya yang tidak gatal
"Ayah sudah tau aku menemukan buku itu di ruangan ayah." tanya Galang
Mana mungkin ayah tak memeriksa cctv ruangan ayah." ucap david
"Bukan cctv ruangan kerja ayah rusak sudah satu bula." tanya Galang bingung pasalnya setahunya ruangan kerja ayahnya cctv nya sedang rusak
"Itu cctv terpasang tapi kau kan tak tau ayah punya cctv berjalan di dalam rumah ini bahkan dia merekam aksimu saat mengambil buku tersebut ." ucap David
Membuat Galang melongo menatap ayahnya dia tak pernah berpikir kalau ada yang melihatnya saat menemukan buku tersebut bahkan merekam dirinya
"Maaf apa itu buku ayah, aku tak sengaja memungutnya dan berpikir untuk membacanya, maaf ayah jika aku sudah lancang." ucap Galang tertunduk karena merasa bersalah pada sang ayah
__ADS_1
"Buku itu bukan milik ayah tapi milik ayah deslan dan dia sedang mencarinya." ucap David
Membuat Galang langsung menatap Tak percaya, wajahnya tampak sedikit pucat karena takut ketahuan sang calon mertua yang merupakan pemilik asli buku tersebut
"Apa ayah desalan tau aku yang telah mengambil buku tersebut." tanya Galang
"Tenang saja ayah merahasiakan hal tersebut agar kau aman." ucap David, membuta Galang bernafas lega
"Terimakasih ayah aku mencintaimu ." ucap Galang
"Terus di mana buku tersebut, apa kau sudah mengcopy isinya agar kau dapat mempelajari buku tersebut." tanya David
"Kau Memnag anak ayah yang pintar, aku bangga padamu, gunakan isi buku tersebut sebaik mungkin." ucap David
"Siap ayah." ucap Galang dengan raut wajah bahagia, karena mengira ayahnya akan marah, ternyata dia mendukung dirinya
"Baiklah ayah ingin pergi ke markas utama ayah apa kau mau ikut, aku ingin kau bertemu dengan beberapa orang." ucap David, membuat Galang menganguk setuju
Galang dan need bersiap akan ke markas David
__ADS_1
Sementara itu di markas si kembar tampak keluarga Rika sangat mengenaskan setelah berhari-hari di siksa oleh si lembut, bahkan rambut Rika dan ibunya sudah banyak yang rontok
Brian sengaja menyiksa keluarga Rika dengan cara seperti itu agar merek sadar bagaman di siksa secara fisik sedikit demi sedikit
Di kediaman need Brayen dan Rani sudah tiba dengan membawa martabak manis, Rani dan Brayen langsung menuju kamar Eni untuk memberikan martabak yang di pesan oleh ayahnya untuk di berikan pada need
Need langsung bangkit dari sofa dan membiak pintu kamar, need sedikit terkejut dengan kedatangan Brayen dan Rani
"Kalian sudah pulang kenapa ke kamera ayah." tanya need
"Iya kami baru pulang kami singah ke penjual martabak untuk membelikan ayah kata ayah david, ayah memesan martabak manis agar hidup ayah lebih manis." ucap jujur Brayen
Dalam hati need mengutuk David karena menyuruh ke dua anak dan menantunya membawakan makana dan mengatakan hal yang tidak-tidak
"Baikalah katakan terimakasih pada ayah david, kalian kembalilah ke Kamara kalian ." ucap need
Kedua pasangan suami istri tersebut langsung meninggalkan need yang sedang menatap martabak manis di tangannya.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1