TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
70


__ADS_3

Dengan senyuman mengembang ibu Anita mengetok pintu kamar tersebut, tampak Lusi yang sudah mandi, nenek Anita langsung masuk, kau pasti heran meliahat ku, aku adalah nenek suamimu, aku hanya merasa khawatir padamu, ucap nenek Anita sambil menaruh gelas yang di pegang nya dengan bakat aktingnya yang tak di ragukan lagi


"Kau tau aku sangat mengerti perasanmi, duduklah dulu, ucap nenek Anita seraya duduk di sofa sambil memegang tangan Lusi untuk duduk di hadapannya


"Bagaman keadan mu, apa kau baik-baik saja." tanyak ibu Anita dengan wajah iba, membuat Lusi terhanyut


"Hanya merasa sedikit sedih nenek, tapi terimakasih karena nenek mau bertanyak." ucap Lusi


"Sebaiknya kau minum, ini di jamin kau akan beristirahat dengan baik dan tubuhmu akan segar, serta besok perasanmu akan lebih baik." ucap nenek Anita dengan senyuman tulusnya karena menginginkan cucu


Tanpa ragu, Lusi meminum ramuan tersebut, membuat nenek Anita Tersenyum sumringah


Sementara Brian yang baru saja membuka pintu kamar, matanya langsung terbelalak saat melihat Lusi sudah meminum jamu pemberian neneknya


Brian kaku di tempat melihat senyuman nenek Anita, " baikalah sayang istirahatlah, nenek akan ke bawah dulu ." ucap nenek Anita mengelus sayang rambut Lusi


Brian melangkahkan kakinya mendekati Lusi, "apa kau baik-baik saja." tanyak Brian

__ADS_1


"Aku baik-baik saja apalagi setelah meminum, minuman tadi rasanya aku sangat bersemangat, ucap Lusi, aku akan mengati pakain sepertinya pakai tadi agak panas." ucap Lusi santai


Sementara di luar kamar tampak nenek Anita dan mama Erina saling berpelukan dan langsung berlalu dari kamar pengantin baru tersebut


Sementara di dalam kamar, si ubur-ubur mulai meronta dan menyengat kemana-mana, melihat pandangan di hadapannya, tampak Lusi memakai lingerie yang sangat tipis.


Aduh kok panas walau sudah ganti baju, AC nya juga sudah paling dingin, ucap Lusi yang seolah-olah lupa akan keberadaan Brian dia hanya memikirkan dirinya yang sedang sangat kepanasan


Lusi yang matanya sudah di tutupi kabut gairah mendekati Brian, "sayang kau di sini aku sangat mencintaimu." ucap Lusi yang mendekati Brian


Lusi tanpa kata menatap Brian, dengan tak tau malu mengecup bibir Brian, " rasanya manis aku mau lagi." ucap Lusi yang terus mengecup bibir Brian


Brian merebahkan tubuh Lusi, dan memulai aksinya untuk melakukan penyatuan antara si ubur-ubur anarkis dan dengan lubang bawah air milik Lusi


Sedangkan di tempat Brayen,Galan dan Deni, mereka masih setia menunggu Brian yang tadi meningalakan mereka tanpa kata


"Kenapa lama sekali, masih siang juga." ucap Deni

__ADS_1


"Iya lama bangat, belum tentu juga Lusi mau melakukannya kan dia belum tau yang sebenarnya." ucap Galang


Sedang brayen hanya terdiam, mendengar pembicaraan kedua asisten Tersebut, "sepertinya Brian akan lama, ayo kita masuk ke dalam aku juga ingin berbicara dengan


Bastian dan yang lain." ucap brayen


"Jangan bilang mereka akan buka kardus di saat siang seperti ini." ucap deni


Membuat Galang Langsung memukul kepala Deni, "kau pikir Lusi barang apa ." ucap Galang


"Sama saja namanya juga barang baru." ucap Deni


"Kalian ini mau masuk ke dalam tidak untuk bertemu Bastian dan yang lain." tanyak Brayen


Deni terdiam sesaat, karena di sana ada ke dua kakak rose, "apa kita tidak usah ke sana, aku masih Trauma dengan kakaknya rose yang polisi yang menahan ku kemarin, apalagi kalau nenek ku tau aku menyukai seorang wanita bisa dia langsung melamarnya." ucap deni


Membuat Brayen dan Galang terdiam sejenak mendengar perkatan Deni.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2