TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
181


__ADS_3

Kalian ini memang sekumpulan manusia tak berperasaan bisa-bisanya kalian menanyakan mangga bukan menghawatirkan keadaan ku." ucap Deni menahan sakit di pinggangnya


Sedangkan di sebuah bandara tampak seorang pemuda sedang berjalan keluar bersama kakeknya dengan wajah penuh Amarah karena orang-orang yang selama ini di suruh untuk mencari tau tentang keluarga kerajaan tak ada satupun yang kembali


Kini Rino bersama kakeknya menuju markas miliknya yang sengaja dia buat di tengah hutan tak jauh dari istana


Mobil mereka melaju menuju markas tersebut tampak para penjaga menyambut Rino, Rino sangat terkesan dengan pembangunan markas yang sangat cepat


Rino mengantarkan kakeknya untuk beristirahat di dalam kamarnya sedangkan Rino Langsung ke ruang kerjanya


Di dalam ruang kerja Rino tampak beberapa bawahan kepercayaannya serta tangan kanannya Bob


Bagaman apa kalian sudah menemukan indentitas para keluarga kerjaan dan bagaman keadaan istana kenapa orang-orang yang kita suruh menghilang secara misterius, apa kalian tau penyebabnya." tanya Rino


Beberapa orang kepercayaan Rino saling melihat dan kemudian menatap Rino, "maaf tuan muda tak ada informasi apapun dari para bawahan kita yang menghilang secara misterius." ucap pria yang berada di belakang Bob

__ADS_1


"Terus apa yang kalian temukan berbulan-bulan sudah kalian mengikuti raja Bastian tapi tak ada hasil sama sekali bahkan orang yang kalian suruh malah menghilang." tanya Rino


Apa kalian yakin markas kita ini aman dari penyusup sehingga setiap gerakan yang kita lakukan selalu diketahui oleh mereka, itulah mengapa para mata-mata kita selalu hilang." ucap Rino karena dia yakin pasti ada mata-mata di markasnya


Sementara lukisan yang berada di belakang Rino terus merekam apa yang terjadi di ruangan tersebut


Sedangkan di sebuah rumah mewah tampak nenek Elisa merasa sedikit binggung karena Need di antar pulang oleh David,Lewis dan Desalan


"Apa yang terjadi kenapa dia tak sadarkan diri." tanya nenek Elisa


"Ni anak kebiasaan kalau dengar kabar gembira selalu pingsan, sekali-kali jungkir balik atau lompat ke laut sekalian." ucap nenek Elisa santai


David dan lain nampak mengaruk kepalanya yang Tidak gatal mendengar ucapan mama Need


"Kami permisi dulu Tante kami akan kembali bekerja." pamit ketiga pria tersebut

__ADS_1


"Iya makasih ya sudah antar anak Tante, hati-hati di jalan." ucap nenek Elisa


Eni yang baru turun dari kamar melihat suaminya yang sedang berada di sofa Langsung mendekati mertuanya


"Need kenapa ma, kok tidur di sini." tanah Eni


"Gak tau tadi David, Lewis, desalan yang bawa dia ke sini katanya pingsan di restoran." ucap nenek Elisa , Eni hanya mengangguk mendengar perkataan mertuanya


"Sayang bagaimana hasilnya apakah berhasil." tanya nenek Elisa, sontak pertanyaan tersebut membuta wajah Eni merona


Eni mengaguk dan menyerahkan tespek ke pada mama mertuanya, nenek Elisa Langsung melompat kegirangan.


Di sebuah restoran tampak Rena sedang menunggu seseorang, Mikhail Tersenyum saat melihat Rena dengan wajah di tekuk Karena kesal menunggunya tapi senyuman Mikhail luntur saat seorang pria menyapa Rena, Rena yang tadinya cemberut Langsung tersenyum, membuat Mikhail Langsung memasang wajah dingin dan tanpa ekspresi dengan langkah kaki cepat dan pasti Mikhail Langsung menuju meja Rena dan menarik pria tersebut yang akan duduk di samping Rena


Rena yang melihat hal tersebut sontak terkejut karena ada yang menarik baju temanya secara kasar.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2