
Setelah mendengar penjelasan Rendra tentang Briana membut Alvin semakin penasaran dengan wanita tersebut, kenapa dia berpenampilan sangat sederhana dan kenapa dia harus menutupi kecantikan matanya dengan memakai lensa kontak dan wig walaupun dia terlihat masih sangat cantik tapi mata birunya benar-benar dapat menghipnotis seseorang
Rendra yang masih menunggu apa yang akan di katakan tuanya, masih sigap berdiri, kerena melihat tuanya yang tak berkata apapun lagi, Rendra berniat meningalakan ruang Alvin
Rendra yang baru akan melangkah menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara Alvin
"Mau kemana kau, aku belum menyuruh mu keluar." ucap Alvin
Membuat Rendra kembali ke posisi semula, " maaf tuan muda saya kira tuan menyuruh saya keluar, karena tuan tak mengatakan apapun lagi." ucap Rendra Jujur
"Aku mempunyai tugas untuk mu, kau harus menempatkan Briana sebagai asisten pribadiku selama magang, dan kau harus bisa melakukannya atau kau bisa ucapakan selamat tinggal pada gaji mu selama tiga bulan dan bonus tahunana mu." ucap Alvin mengancam
"Tapi tuan Bagaimana kalau nona Briana, sampai batal untuk magang di sini hanya karena dia harus menjadi asisten pribadi anda." tanya Rendra
__ADS_1
"Itu usrusanmu yang aku mau tau Briana menjadi asisten pribadiku selama melakukan magang di sini." ucap Alvin
Rendra mengehembuska nafasnya frustasi, " apalagi yang kau tunggu cepat cari ide dan laksana tugas yang aku berikan." ucap Alvin
Rendra keluar dari ruangan Alvin dengan wajah kebingungannya, seandainya Briana adalah wanita lain dia tak perlu berpikir keras, semua wanita pasti mau menjadi asisten pribadi tuanya yang sangat tampan dan menawan sayang sangat dingin seperti bongkahan es
Tapi sepertinya Briana adalah wanita yang sangat berbeda, bahkan melihat asistennya saja membuat Rendra merasa seperti melihat wanita uang berbeda dengan wanita lainnya
Alvin Tersenyum puas setelah berhasil membuat asistennya melakukan pekerjaan keras
Mama Rika yang melihat anaknya tampak acak-acakan langsung mendekatinya," ada apa denganmu, apakah kau berkelahi dengan seseorang." tanya mama Rika
"Aku tadi ke kantor Jefri ternyata ada wanita murahan di sana mengaku sebagai calon istri Jefri, jadi aku dan di langsung bertengkar Karne dia tak terima kalau aku kekasih Jefri." ucap Rika dengan pedenya
__ADS_1
"Pasti wanita itu Ingin merayu Jefri , sebaiknya kau lebih agresif dan intens mendekati Jefri agar dia mau menikahi mu, kalau perlu kita jebak dia dengan mengundangnya makan malam." ucap mama Rika
"Aku tidak mau melakukan itu lagi, gara-gara hal itu aku harus tidur dengan kakek mesum." ucap Rika
"Sudahlah itu kesalahan ayahmu yang kurang teliti dalam melakukan jebakan tersebut." ucap mama Rika
"Tidak biar aku saja yang akan merayunya, kalau aku tak sanggup, baru aku akan, melakukan hal tersebut." ucap Rika
Sementara Jefri, mengeleng kepala setelah kepergian ke dua wanita Tersebut, Jefri yang melihat sekertarisnya dengan penampilan yang acak-acakan, "mulai besok jangan biarkan ke dua wanita tadi masuk ke dalam ruanga ku." ucap Jefri
Tak berselang lama asisten Jefri datang, " maaf tuan muda saya datang terlambat, tadi nyonya menyuruh saya membeli sesuatu untuk nona muda." ucap asisten Jefri
Jefri hanya mengangguk mengerti
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya