TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
71


__ADS_3

"Bukanya bagus kalau nenekmu langsung melamar Rose." ucap Galang


"Masalahnya rose belum meyukai ku." ucap Deni


Membuat Brayen dan Galang yang sudah bangkit berdiri kembali duduk ke kursi mereka masing-masing


"Jadi apa yang akan kau lakukan?." Tanyak Galang


Deni terdiam sesaat sambil melihat ke dua pria di hadapannya


"Apa kalian tau kelemahan kakak rose." tanyak Deni


Brayen menatap Deni, " kelemahan mereka adalah Rose dan mama Tika ." ucap Brayen


Membuat Deni dan Galang langsung menatap Brayen


"Apakah aku harus mendekati mama Tika terlebih dahulu." tanyak Deni


"Sebaiknya kau mendekati rose terlebih dahulu, jika tak berhasil kau baru mendekati mama Tika tapi sebaiknya melalui nenekmu." ucap Brayen memberikan ide

__ADS_1


Deni langsung menatap Brayen bingung, " maksudnya bagaman aku tak mengerti." tanyak Deni


Maksudnya kalau kau mengambil jalan yang langsung menuju rose gagal, kau bisa mengambil alternatif lain dengan mengambil jalan untuk mendekati mama Tika sehingga kau bisa mengambil hati rose juga, tapi kau kan tak dekat dengan mama Tika, tapi nenekmu sangat dekat dengan mama Tika jadi teman seperjalanan mu adalah nenekmu untuk mendapatkan Rosa melalui mana Tika." ucap Galang panjang lebar pada Deni tentang maksud perkataan Brayen


Membuat Brayen langsung mengakat jempol untuk Galang


"Kalian benar aku akan melakukannya, tapi apa yang harus aku lakukan agar bisa bersama rose." tanyak Deni


"Asalakan kau rela kehilangan uang milikmu, ada seseorang yang bisa membuatmu selalu bertemu rose, atau jalan-jalan bersama." ucap Brayen


Membuat Deni dan Galang memancinkan matanya menatap Brayen, "jangan bilang aku harus meminta tolong pada si iblis kuadrat matre." ucap deni


Membuat Brayen menatap tajam asistennya


Membuat Deni gela-lapan, "tuan muda tadi aku salah bicara, maksudnya pada si peri cantik berhati malaikat... Briana." ucap Deni


Tapi Brayen sudah melangkah pergi begitu saja


"Makanya kau itu kalau punya mulut ngegas terus ." ucap Galang sambil berlalu

__ADS_1


Deni bergegas mengejar Brayen yang sudah terlebih dulu masuk kedalam rumah


Brayen sangat terkejut, saat Rani berada di hadapannya, dan Deni yang sedang mengejar Brayen, tak bisa mengendalikan dirinya sehingga menabarak Brayen yang sedang berdiri tepat di hadapan Rani yang lagi mencari toilet


Brayen tersungkur dan menabarak tubuh Rani yang membuat mereka terjatuh bersama dengan pandangan mata yang saling bertemu


Deni diam terpaku begitupun Galan yang melihat hal tersebut, sementar itu di ruang keluarga need sudah seperti cacing kepanasan yang menunggu putrinya ke toilet, apalagi rumah tersebut sangat berbahaya menurut need karena ada di setan kuadrat di dalamnya


Brayen yang sangat merindukan Rani melihat situasi hanya mereka bertiga, apalagi Rani berusaha melepaskan diri


Brayen langsung membekap mulut rani dan membawanya pergi, segera hapus semua bukti tentang keberadaan ku." ucap Brayen pada ke dua orang di belakangnya


Galang dan Deni langsung mengaguk dan pergi melakukan perintah Brayen


Need yang melihat jam tangannya, menautakan alisnya, karena putrinya sudah lima menit ke toilet belum juga kembali, sementara David,desalan dan Lewis menatap bingung kepada need


"Ada apa denganmu, sepertinya kau sangat khawatir." tanyak Desalan


"Aku akan khawatir selama berada di dalam rumah ini bersama putriku Rani." ucap need

__ADS_1


Membuat ketiga pria tersebut langsung menghembuskan nafasnya kasar.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2