
lewis dan Tika ini keluar dari kamar tersebut dan menuju tempat dimana akan di adakan peragaan busa yang Mereka kenakan tapi saat tiba di tempat tersebut tak ada satu orang pun yang berada di sana
Tika Melihat jam tangannya langsung menatap kesal suaminya, "apa kau puas gara-gara kau menahan ku di kamar kita sampai terlambat dua jam." ucap Tika
Lewis melotot saat melihat jam tangan miliknya dia tak menyadari kalau sudah dua jam dia berdebat dengan istrinya sendiri
Lewis mengaruk Tengkuknya yang tidak gatal, " sekarang apa yang harus kita lakukan, tak mungkin kita memakai ini sampai pagi kan ." ucap Tika
"Sebaiknya kita mengecek ke kamar Deni." ucap Lewis langsung melangkahkan kakinya menuju ke Kamar Deni dan rose
Lewis mengetuk kamar Deni, tampak Deni membuka pintu dengan perasan tidak enak karena ulah istrinya ke dua mertuanya jadi kerepotan
Lewis Melihat ke dalam kamar tampak putrinya sedang tertidur lelap
"Kenapa tak mengatakan pada kami bahwa Rose sudah tertidur." tanya Lewis
__ADS_1
"Maaf ayah aku Ingin mengatakannya tapi aku takut mengagagu kegiatan ayah di dalam kamar." ucap Deni jujur
"Apakah dia sudah lama tertidur." tanya Tika
"Sekitar satu jam yang lalu, sepertinya dia kelelahan." ucap Deni sambil menggaruk kepalanya
"Benarkah maafkan kami sayang karena terlalu lama mengati baju kami, apa sebaiknya kami menginap saja agar saat rose bangun dan mencari keberadaan kami tak kerepotan lagi ." ucap Tika
"Bagaimana baiknya saja, tapi sebaiknya ayah dan ibu istirahat saja dahulu apalagi sekarang sudah sangat larut." ucap deni
Sementara itu di kediaman Brayen dan Rena tampak ke dua suami istri itu sedang duduk bersantai di sofa sambil menonton
"Sayang tadi aku ke mall dengan lusi tapi saat makan siang tiba-tiba ada seorang pria aneh yang mau mengajak Lusi untuk berbicara." adu rani
"Benarkah apakah para pengawal Brian tak menahannya saat akan bertemu Lusi." tanya Brayen
__ADS_1
"Tentu saja mereka menahannya dengan sopan karena kejadian tersebut di depan umum dengan tegas Lusi menolak berbicara dengan pria tersebut, untung saja dia tidak memaksa untuk menemui Lusi karena sepertinya dia langsung pergi saat seorang pria yang mungkin Asistennya muncul dan membisikan sesuatu." ucap Rani, Brayen hanya mengaguk mengerti
Sementara itu di belahan dunia lain tampak David sedang berbulan madu dengan Erina karena David kesal setiap akan membuat junior selanjutnya selalu saja terganggu
"Sayang apa kau menikmati bulan madu kita akhirnya setelah sekian tahun, kita bisa pergi berbulan madu meningalakan para pengganggu itu." ucap David sambil memeluk Erina dari belakang
Erina tersenyum. "tentu saja apalagi kita perlu beristirahat, setelah itu kita akan pulang aku sudah merindukan menantuku, kini tinggal Bastian dan Briana." ucap Erina
David melepaskan pelukannya saat mendengar nama putrinya di sebut "apa maksud nya dengan Briana." tanya david
"Ada apa bukan kah dia juga sudah seharusnya mencari pasangan lalu menikah seperti yang lain." ucap Erina
"Briana masih terlalu kecil untuk menikah, lagi pula dia juga belum berniat untuk menikah, sebaik sebaiknya biarkan dia mengurus perusahan miliknya tanpa memikirkan pernikahan." ucap David
"Apa kau tidak keterlaluan dia putri kita satu-satunya dan seluruh temanya sudah menikah apa kau Mau menjadikan putrimu perawan tua." ucap Erina dengan nada kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya