
Sementara itu roman yang sudah berganti baju, lalu di masukan Rama ke dalam kandang si cantik
"Kau harus selalu membersihkan kandang ini sebersih mungkin ingat jangan melakukan hal-hal yang membuatmu akan terbunuh ." ucap Rama sambil melihat coki
Pawang masuk ke kandang tersebut dan langsung mencari si cantik untuk memberi intruksi pada si cantik, saat menemukan si cantik yang sedang bersembunyi di antara pepohonan pawang tersebut berhenti dan berkata
"Si cantik penjaganya jangan dililit,di jilat, di celupin dan di telan." ucap sang pawang pada si cantik yang bersembunyi di antara pohon-pohon rindang
Sedangkan coki kebingungan mendengar ucapan orang tersebut, emang dia pikir si coki Oreo apa
Coki masih santai saat di tingalakan oleh Rama dan pawang tersebut, tapi setelah kepergian kedua orang tersebut, sebuah suara membuat Coki langsun menegang, tak beberapa lama tampak ular piton raksasa di hadapan coki, sontak coki yang terkejut Langsung pingsa, membuat si cantik kesal menghentakan sedikit ekornya ke tubuh coki lalu masuk ke sarangnya
Sementara para penjaga langsung mengeluarkan coki dan di bawa ke ruang perawatan .
Di kediaman ayah David di ruang yang memiliki sel khusus, tampak Brayen sedang menatap Deni yang sedang tertunduk karena merasa bersalah
"Karena mulutmu yang remnya blong membuat kita harus berakhir bersama mereka." ucap Brayen
__ADS_1
"Maaf aku tak mengira bahwa ayah dan mama kalian akan se licik itu, sekarang aku baru mengerti arti kata pepatah buat jatuh tak jauh dari pohonnya." ucap Deni
Sontak saja perkatan Deni membuat brayen dan Brian yang mendengar jelas ucapan Deni langsun melihat ke arah Deni
"Jadi maksudnya kedua orang tua ku licik." tanyak si kembar
Sontak saja Deni menutup mulutnya, membuat Galang geleng-geleng kepala
"Maaf aku tadi kecoplosan." ucap Deni
Brayen mengehembuska nafasnya kesal, "setelah keluar dari sini aku akan membuat perhitungan padamu." ucap brayen, membuat Deni seketika menciut
"Kakek gio ." panggil Brian, kakek gio yang memang melihat ke empat orang tersebut langsung menghampiri mereka
"Sedang bermain apa kembar." tanyak kakek gio yang sudah pikun dan agak tuli
"Pengasuh kakek di mana." tanyak Galang yang melihat tak ada yang menemani kakek gio, yang biasanya bersama pengasuhnya yang memang khusus untuk kakek gio, karena kakek gio sudah seperti keluarga
__ADS_1
"Bobo." jawab kakek gio singkat
"Kakek tolong ambilkan gergaji atau apapun yang bisa membuka pintu ini ." ucap Brian , kakek gio mengaguk, langsun melanjutkan langkahnya, beberapa saat kemudian kakek gio datang Dengan berbagai benda di tangannya, membuat semua melotot tak percaya
"Ini gergajinya, pisau,palu-palu hati-hati nanti luka." ucap kakek gio dengan wajah polosnya dan pergi berlalu begitu saja meningalakan keempat orang pria yang langsung terduduk lemas, Karen semua pemberian kakek gio adalah mainan saat Bastian kecil
"Sudah sebaiknya kau menikah saja dengan gadis pilihan mama, toh dia juga cantik." ucap Brayen
Membuat Brian menatap tajam Brayen, "kalau kau yang akan di nikahkan apa kau akan bersedia." tanyak Brian
"Seluruh Duni juga tau sejak masih dalam kandungan Rani sudah aku minta pada ke dua orang tuanya." ucap Brayen
Membuat Brian mendengus sebal sambil menatap kakaknya
"Bukanya di klan pelindung ada yang sangat pandai menyamar, kenapa tak menggunakannya saja untuk berpura-pura menjadi dirimu saat pernikahan." ucap Galang memberikan ide
Membuat ketiga pria tersebut langsung menatap Galang.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya