TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
135


__ADS_3

David dan Galang kini telah kembali ke rumah utama, wajah Galang masih lesu, Galang langsung masuk ke dalam kamarnya setelah melihat ayahnya masuk ke dalam kamar


galang kembali termenung dalam kamarnya, lalu bangkit hendak ke dapur untuk mengambil air hangat


Brian yang baru pulang berpapasan dengan Galang yang nampak murung dan sedih


Brian mengehentikan Langkahnya dan menatap asisten sekaligus saudaranya


"Ada apa dengan kenapa kau sepertinya habis mendengar kabar duka." tanya Brian


Galang memandang Brian dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Brian, sontak Brian sangat terkejut dengan perubahan suasana hati Galang baru siang tadi dia nampak sangat bahagia, kenapa malam ini jadi seperti ini


Setelah puas menumpahkan kesedihannya pada Brian yang memang lebih dekat dengan Galang di banding dengan yang lain


Brian yang mendengar semua cerita Galang ikut merasa terluka bagaman tidak dengan teganya mereka mengusirnya dan berniat membunuh anak kecil berumur sepuluh tahun


Ternyata semua adegan Brian dan Galang di saksikan oleh sang mama, membuat Erina sangat terharu kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya


Pagi menjelang, semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing


Di sebuah apartemen tampak Roby sedang berpakaian dengan rapi dia akan ke perusahan B&B di mana Yena melakukan magang, setelah mendengar laporan dari beberapa orang suruhannya yang terus mengawasi kediaman Desalan


Roby naik ke mobilnya dan melaju ke perusahan B&B, Yema dan Yena yang baru keluar dari mobilnya sangat terkejut karena ada seorang pria yang menghadang jalan mereka


Roby terdiam melihat gadis kembar yang ada di hadapannya, dia tak menyangka ke dua gadis tersebut akan memakai aksesoris dan baju yang sama, apalagi dia tak tau yang mana Yema dan yang mana Yena


Roby melihat ke dua wanita yang ada di hadapannya


"Hai kenalkan aku Roby calon suami Yema." ucap Roby dengan pedenya


Yema dan Yena saling tersenyum, "baiklah aku Yema dan aku Yena." ucap ke dua gadis tersebut


Roby kegirangan berbagai berpikir Yema sudah terpesona dengan ketampanannya sehingga tak menolak saat dia memperkenalkan diri sebagai calon suami


"Baiklah sekarang katakan yang mana Yema dan mana Yena." ucap Yema


membuat Roby langsung melihat ke duanya, lalu Roby menunjuk salah satu gadis yang ada di hadapannya


Tampak mobil Galang sudah masuk ke dalam parkiran, Galang meliahat kekasihnya berbicara dengan seorang pria yang tak tampak wajahnya karena me belakangi Galang

__ADS_1


Galang melangkah kan kakinya menuju ke tiga orang tersebut, Galang langsung merangkul posesif pinggang Yema, membuat Yema langsung menoleh dan tersenyum


Roby menatap pria yang ada di hadapannya dengan seksama, sentra Galang yang belum melihat wajah Roby karena masi saling memandang dengan yema, Galang kemudian melihat ke arah Roby


Galang sangat terkejut saat melihat wajah Roby dia tak akan melupakan wajah anak yang di bawa oleh ibu tirinya


Galang menatap Roby dengan tatapan uang sulit di artikan, membuat Yema langsung melihat ke arah kekasihnya


Galang tanpa berkata apapun langsung menggenggam tangan Yema lalu masuk ke lift khusus agar tak ada kariyawan yang melihat mereka masuk


Yena yang di tinggal begitu saja, menghembuskan nafas kasar, "nasib jomblo." ucap Yena


Saat Yena akan melangkah pergi Roby langsung mencekal tangan Yena, "mau kemana kau Yema." tanya Roby yang mengagap Yena adalah Yema


"Aku mau masuk aku sudah terlambat." ucap Yena


"Aku ingin mengajakmu makan siang, bolehkan aku meminta no ponselmu, tanya Roby, belum juga selesai Roby berucap Deni sudah menarik Yena untuk masuk ke dalam lift yang tadi Galang dan Yema masuki


"Eh apa yang kau lakukan dengan calon istriku." teriak Roby yang tak terima Deni menarik Yena


Deni menurutkan alisnya saat menatap pria yang mengaku sebagai calon suami Yena


"Apa dia calon suamimu." tanya Deni saat mereka di dalam lift


Membuat Deni mengaguk, ingat pesan ayahmu jangan mencoba untuk centil di kantor, kakak akan memberitahu mama indah jika kau berulah." ucap Deni menasehati Yema yang sudah seperti adik kandungnya sendiri


Roby sangat kesal atas apa yang di lakukan oleh Deni, berniat untuk menemui Yema


Roby melangkahkan kakinya menuju resepsionis, "maaf nona saya mau bertemu dengan nona Yema." ucap Roby


Resepsionis melihat penampilan Roby dari atas sampai bawah, lalu menatap Roby


"Apakah anda sudah membuat janji." tanya resepsionis profesional


"Tidak tapi aku adalah calon suaminya." ucap Banga Roby


Membuta resepsionis terbelalak, karena setau mereka Yema sedang dekat dengan Galang wakil CEO sekaligus asisten pribadinya


"Baiklah aku akan menghubungi nona Yema terlebih dahulu." ucap resepsionis tersebut

__ADS_1


Resepsionis langsung menghubungi Yema melalui sambungan telepon perusahan, Yema yang berada di meja yang di sediakan Galang khusus untuknya langsung mengakat telepon


Setelah berbicara, Yema tersenyum langsung menutup teleponnya


Yema langsung menelepon yena, setelah selesai, Yema langsung melangkah masuk ke ruangan Galang untuk meminta ijin


Sementara itu Roby yang sudah berada di lift langsung menuju ruangan Deni di mana menurut keterangan dari resepsionis tadi


Tampak Yena sedang tersenyum sumringah seperti sedang melakukan sesuatu yang lucu


Roby melangkah menuju ruangan Deni, Roby sumringah melihat Yena yang dia pikir Yema sedang tersenyum bahagia menyambutnya


Dengan langkah cepat Roby melangkah mendekati Yena, apalagi tak ada siapapun di sana selain Yena karena sekertaris Deni sedang berbicara dengan deni


Tapi begitu Roby mendekati Yena tinggal satu langkah, Yena berteriak histeris seperti orang yang sedang di lecehkan


Spontan Deni keluar dari ruangannya dan memukul Roby membabi-buta, sampai Galang datang dan memisahkan Deni dan Roby


Tampak Deni masih emosi melihat Roby yang sudah tergeletak tak berdaya


"Ada apa kenapa kau memukulnya." tanya Galang


"Dia berani melecehkan Yena." ucap Deni


Mendengar hal tersebut otomatis Galang langsung maju dan kembali memukul Roby Hinga pingsan tak berdaya


Setelah puas memukul Roby, Deni langsung mengirim Roby ke rumah sakit milik need


Mereka berempat masuk ke dalam ruangan Deni setelah duduk Galang kembali bertanya


"'Sebenarnya apa yang terjadi sampai pria tersebut berusaha melecehkan mu." tanya Galang


"Sebenarnya dia belum melecehkan aku tapi aku histeris karena dia lupa resleting celana nya terbuka sehingga membuatku langsung berteriak melihat hal tersebut." ucap Yena dengan wajah polosnya


Membuat Galang dan Deni saling pandang lalu kembali menatap Yena


"Jadi kami memukulnya hanya karena dia lupa kalau resleting celana masih terbuka ." ucap Galang, Yena mengaguk


Membuat Galang dan Deni memukul jidat mereka, apalagi Roby sampai pingsang gara-gara mereka menghajarnya sampai babak-belur

__ADS_1


Sementara ke dua gadis di hadapan mereka, tanpa beban sama sekali setelah membuat orang masuk rumah sakit akibat ulah mereka.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2