
"Bagimu saja biar aku yang akan melakukannya kau tak perlu memangil tukang pijat." ucap kakek Deni
"Apa kau yakin kau bisa melihatku seperti tukang pijat langanan kita." tanya nenek Desi untuk memastikan
"Kau tenang saja, aku pasti akan lebih ahli dalam memijat seluruh tubuhmu." ucap kakek Deni meyakinkan dengan senyuman mesum
Sementara itu di sebuah restoran tampak nenek Anita dan nenek Elisa sedang makan siang bersama
"Apa kau menghubungi Desi."Tanya nenek Elisa
"Aku sudah menghubunginya tapi dia tak mengakatnya." ucap nenek Anita
"Wah pasti semalam dia main Sampai subuh." ucap ke dua wanita tersebut sambil tertawa terbahak-bahak
Rena dan Mikhail yang masuk ke sebuah restoran untuk makan siang saat sudah duduk di sebuah meja sambil menunggu pelayan tiba-tiba
"Jadi kita sekarang pacaran." tanya Rena dengan polosnya
"Menurutmu." tanya Mikhail dengan nada jahil
Membuat Rena langsung melotot melihat Mikhail yang seperti hendak mempermainkan dirinya apalagi Mikhail sudah nyosor sana sini, membuta Rena semakin kesal
__ADS_1
Mikhail yang melihat wajah Rena yang kesal akibat ucapannya, semakin membuat Mikhail semakin gemas pada wanita di hadapannya dia tak menyangka akan jatuh cinta pada wanita yang sempat dia tilang
"Aku bahkan siap untuk menjadi suamimu apalagi hanya jadi pacar." ucap Mikhail, membuat wajah Rena bersemu merah mendengar ucapan Mikhail
Sementara di perusahan tampak si kembar yang sedang bekerja tanpa ke dua asistenya yang di berikan cuti pernikahan
"Apakah kau sudah mengetahui tentang pria yang bernama Gerdon." tanya Brian
"Dia pria yang sangat percaya diri dan sombong, dia memiliki pengaruh yang cukup Besara di negri sebrang karena keluarganya adalah keluarga mafia, sepertinya dia mengetahui tentang sumur tersebut dari peta yang sempat menghilang saat kerjaan di serang." ucap Brayen
"Benarkah, aku tak menyangka dia akan mencari sumur tersebut." ucap Brian
"Sejak kecil dia terobsesi dengan hal seperti itu, apalagi tempat sumur tersebut berada di sekitar istana itu merupakan tantangan untuknya." ucap Brayen
"Apa kau sudah tau bahwa ada dua Marka di dekat istana dengan lokasi berbeda satu di hutan satu di gunung." ucap Brian
"Aku juga sudah melihat lokasi markas mereka aku sudah menyuruh para pengawal bayang untuk memasang sesuatu di sekitar markas yang mereka bangun." ucap Brayen
"Baiklah apa kau sudah tau kalau seseorang bernama Rino terus mengawasi istana sampai saat ini, sepertinya dia mempunyai dendam pribadi dengan keluarga kita." ucap Brian
"Sepertinya Memeng seperti itu karena berusaha mencari informasi mengenai ke dua orang tua kita." ucap Brayen
__ADS_1
Di markas David nampak Helena langsung di bawa oleh beberapa orang pengawal David, sedangkan Roby dan Naim hanya bisa pasrah saat para pengawal membawa Helena
Setelah perjalanan yang cukup jauh, Helena langsung di bawa ke sebuah ruangan gelap, setelah mereka memberikan Helena ke pada beberapa wanita uang berpenampilan seperti pengawal, para pengawal David langsung pergi
Helena kebingungan kenapa berada di ruangan ini yang di kelilingi para wanita yang berpenampilan seperti pengawal
Helena di ikat, di sebuah kursi tak lama, muncul Erina dengan beberapa pengawal pribadi
"Selamat datang Helena di istana dalam." ucapan Erina sontak membuat Helena sangat terkejut
"Ada apa ini kenapa aku berada di sini." tanya Helena
"Apa kau masih tak mengerti kenapa kau berada di tempat ini." tanya Erina dengan nada sinis
"Apa yang kau inginkan sebenarnya." tanya Helena
"Kau pasti sudah tau, aku adalah seorang ibu, melihat putraku hendak kau bunuh manamungkin aku akan diam saja." ucap Erina
"Untuk apa kalian membela anak sialan itu, dia tak punya hubungan apapun dengan kalian." ucap Helena
Sontak ucapan Helena membuat Erina sangat marah.
__ADS_1
jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya